• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Inilah Profil Puan Maharani, Perempuan Pertama Pimpin DPR RI

Redaksi

Rabu, 02 Oktober 2019 18:03:00 WIB
Cetak


Jakarta (PantauNews.co.id) - Puan Maharani, sosok perempuan ini sudah sangat familiar di kalangan masyarakat sebagai putri dari Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Darah politik tampaknya mengalir dari kedua orang tuanya, baik sang ibu, Megawati, maupun sang ayah, Taufik Kiemas yang pernah menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

Cucu dari Presiden pertama RI sekaligus Proklamator Soekarno ini sudah mengenal dunia politik sejak usia muda dan digadang-gadang meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.

Pemilik nama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala itu mendapatkan gelar sarjananya dari Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Indonesia.

Puan kecil mengenyam pendidikan dasarnya di Sekolah Dasar (SD) Perguruan Cikini yang diselesaikannya pada 1985, kemudian dilanjutkan di SMP dan SMA Perguruan Cikini.

Lulus dari SMA pada 1991, Puan Maharani kemudian melanjutkan ke Jurusan Ilmu Komunikasi Massa, FISIP, UI, yang diselesaikannya pada 1997.

Sebenarnya, ketertarikan Puan terjun di dunia politik diawali dengan kiprahnya menjadi anggota DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sekira tahun 2006.

Puan kemudian menjajal peruntungan di Senayan sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2009 dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V, meliputi Solo, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali.

Tak main-main, Puan Maharani lolos dan meraih perolehan suara terbanyak kedua di tingkat nasional pada pemilihan anggota legislatif saat itu, yaitu 242.504 suara.

Di lembaga legislatif, perempuan kelahiran Jakarta, 6 September 1973 itu dipercaya menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI tahun 2012-2014 menggantikan Tjahjo Kumolo saat itu.

Pada Pemilu 2014, Puan maju lagi sebagai caleg dan lolos. Namun, istri dari pengusaha Hapsoro Sukmonohadi atau akrab disapa Happy Hapsoro itu memutuskan mundur dari Senayan karena ditarik Jokowi jadi menteri.

Akhirnya, ibu dua anak itu menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja.

Baca juga: Puan Maharani resmi jadi Ketua DPR RI periode 2019-2024

Puan maju kembali mencalonkan sebagai anggota legislatif dari Dapil Jateng V pada Pemilu 2019, dan berhasil meraih suara tertinggi sebanyak 404.034 suara.

Di usia yang masih relatif muda, 46 tahun sekarang ini, karier politik Puan tampaknya kian melesat dengan terpilih sebagai Ketua DPR RI untuk masa bhakti 2019-2024.

Bahkan, Puan pun sudah ancang-ancang melepas jabatan Menko yang diembannya sebelum dilantik menjadi wakil rakyat, sebab tidak mungkin merangkap jabatan di eksekutif dan legislatif.

Sosok keibuan yang lembut, setidaknya itulah yang terpancar dari ibunda Praba Diwangkara Caraka Putra Soma dan Diah Pikatan Orissa Putri itu, namun sepak terjangnya di dunia politik tak bisa diremehkan.

Internal PDI Perjuangan mengakui sosok Puan tatkala didaulat menjadi "panglima perang" pada Pemilu 2014 yang berhasil membawa partai politik berlambang kepala banteng moncong putih itu menjadi pemenang pemilu.

Puan yang saat itu didaulat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan berhasil mengubah nasib parpol yang semula identik sebagai oposisi menjadi parpol penguasa pemerintahan.

Ya, parpol pimpinan sang ibunda yang semula bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI) memang mengalami nasib kurang enak selama rezim Orde Baru, termasuk dirongrong perpecahan hingga akhirnya muncul PDI Perjuangan.

Puan pun sudah cukup kenyang dengan pengalaman politik yang represif karena kerap mengikuti sang ibu berkeliling ketika iklim demokrasi belum sebebas sekarang ini.

Pengalamannya pun semakin terasah di internal PDI Perjuangan ketika dipercaya menjadi Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar-Lembaga yang memiliki peran strategis.

Puan juga sempat duduk di Komisi VI DPR yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen).

Kini, Puan resmi terpilih memimpin DPR RI sebagai ketua, bersama empat wakil ketua, yakni Azis Syamsuddin (Fraksi Partai Golkar), Sufmi Dasco Ahmad (Fraksi Partai Gerindra), Rahmat Gobel (Fraksi Partai Nasdem), dan Abdul Muhaimin Iskandar (Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa).

Puan berhasil membuat DPR RI "pecah telor" karena menjadi perempuan pertama yang memimpin lembaga tinggi tersebut, mengingat selama 74 tahun keberadaan DPR RI selalu diketuai laki-laki.

Pada Pemilu 2014, PDI Perjuangan yang menjadi partai pemenang pemilu sempat tidak mendapatkan jatah kursi Ketua DPR karena terjegal UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) yang direvisi.

Saat itu, fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo Subianto-Hatta Radjasa membuat aturan soal kursi DPR itu direvisi sehingga Ketua DPR dipilih oleh anggota DPR melalui sistem paket.

Kali ini, sesuai UU MD3 yang baru, lima pimpinan DPR periode 2019-2024 dipilih berdasarkan partai dengan suara terbanyak di Pemilu 2019.

Kelima partai yang mendapat suara terbanyak pada Pemilu 2019 adalah PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai NasDem.

Usai dilantik sebagai Ketua DPR, Puan menyampaikan keinginanny agar DPR RI mengutamakan kualitas dalam produk legislasi yang dihasilkan lembaganya sehingga UU yang dihasilkan dalam lima tahun tidak terlalu banyak.

Menurut Puan, pimpinan DPR akan memformulasikan ke depannya apa yang akan menjadi prioritas legislasi, namun dirinya menginginkan tidak perlu terlalu banyak menghasilkan UU.

Puan meyakini lima pimpinan DPR RI 2019-2024 bisa membawa institusi tersebut lebih baik melakukan kerja-kerjanya secara bergotong royong.

Sumber : Antara.com


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Truk Volvo Elektrik Akan Memasuki Pasaran Indonesia

GRIB Jaya PAC Sungai Sembilan Gelar Jumat Berkah di Masjid Al-Munawaroh

Perang Jamal: Saat Aisyah binti Abu Bakar Berhadapan dengan Ali bin Abi Thalib, Umat Islam Terbelah

Jalin Komunikasi Politik, Rekom DPP kepada Nita Ariani Sudah 'Didepan Mata'

APBDes Belum Disahkan, Perangkat Desa di Bengkalis Gigit Jari

Kakek Ini Gali Kubur Sendiri untuk Persiapan saat Ajal Menjemput, Alasannya Bikin Haru

Cacat Bukan Halangan untuk Suksas

Komitmen Polri Dalam Menciptakan Pemilu Damai 2024, Laksanakan Kegiatan Sosialisasi Menyebarkan Pamflet dan Brosur

Ketua PMII Minta Polres dan KPU Bengkalis Cek Urine Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis

Ketum KERIS Kunjungi DPP SKPPHI dan LPPKI Jakarta

Jokowi: Besok Pagi Saya Kenalkan Menteri Baru

5 Tahun Jokowi-JK, Apa Kabar Revolusi Mental?

Terkini +INDEKS

Usbu Ta aruf STAI Ar Ridho Ditutup, Dr. Budi Setiawan Titip Pesan untuk 38 Mahasiswa Baru

09 September 2026
37 Mahasiswa Baru Siap Menapaki Dunia Kampus, STAI Ar Ridho Gelar Usbu Ta aruf 2026
09 September 2026
Ketua Tim Penggerak PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam Lantik Bd Marini Winawan Sebagai Ketua TP KK dan Bunda Paud Pekaitan
08 September 2026
Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026 melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp
08 September 2026
DPRD Rohil Gunakan Hak Inisiatif Ajukan Rokan Hilir Hijau
07 September 2026
Karmila Sari Minta Kepala Sekolah Siapkan Data untuk Program Revitalisasi
06 September 2026
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
06 September 2026
Tak Sekadar Lewat, Bupati Bistamam Turun dari Kendaraan Dengarkan Aspirasi Warga Murini Makmur
06 September 2026
KPK Diminta Tak Tebang Pilih, Bongkar Tuntas Dugaan Suap Pelepasan Kawasan Hutan Kuansing
05 September 2026
Bupati Rohil H Bistamam Lakukan Kunjungan Kerja di Tanjung Medan Sekaligus Tinjau Kondisi Jembatan Sungai Tapah
05 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu

Dibaca : 350 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 581 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 254 Kali
Aktivis Minta Pers Kawal Pengusutan Dugaan Korupsi Dana CSR BI
Dibaca : 593 Kali
Atlet Taekwondo Kota Dumai Siap menunjukkan Kemampuan Terbaiknya Dalam Riau Challenge 2026
Dibaca : 230 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved