PILIHAN
Dinkes Surabaya Selidiki Permen Beracun yang Makan Korban 15 Siswa SD
![]() |
| kepala Dinkes Surabaya drg Febria Rachmanita (Foto: Amir Baihaqi) |
Surabaya(PantauNews.co.id) - 15 siswa SD Al Manar di Benowo, Surabaya mengalami keracunan masal pada Selasa (24/9) usai mengonsumsi permen. Akibatnya mereka harus mendapatkan perawatan di puskemas setempat.
Menanggapi kejadian itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya langsung merespon dengan melakukan penyelidikan. Permen tersebut saat ini tengah diperiksa di laboratorium.
"Masih kami lab-kan. Masih proses cek," kata Kepala Dinkes Surabaya drg Febria Rachmanita saat dihubungi detikcom, Rabu (25/9/2019).
Perempuan yang akrab disapa Fenny itu menuturkan para siswa yang keracunan sebelumnya mengalami rasa mual dan pusing usai mengonsumsi permen tersebut. Namun saat ini kondisi mereka sudah berangsur-angsur membaik usai mendapat rawat jalan di Puskesmas.
Siswa mual dan pusing sudah dirawat jalan dipuskesmas Benowo dan saat ini sudah tidak ada rasa mual lagi," terang perempuan yang juga Plt Dirut RSUD Soewandhie itu.
Ditanya apa merk permen tersebut, Fenny menyebut permen itu bernama 'Permen Keras (Candy Fun)'. Pihaknya juga saat ini sedang mengecek apakah permen tersebut mengantongi izin produksi atau tidak.
"Permen Keras (Candy Fun). Izin masih dicek," tutur Fenny.
Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau agar untuk sementara pedagang tidak menjual permen itu. Selain itu, para orang tua dan anak-anak juga diminta waspada bila membeli makanan dan minuman, terlebih jika tidak ada izin produksinya.
"Untuk sementara mengimbau penjual permen tidak boleh menjual permen tersebut dulu sampai hasil lab keluar. Dan dihimbau orang tua dan anak-anak waspada bila membeli permen, makanan dan minuman yang tidak ada izin edar," pungkas Fenny.
Sebelumnya, imbauan kepada orang tua agar tidak membeli permen beracun beredar di media sosial. Dalam pesan yang beredar, disebutkan sejumlah bocah SD di Surabaya menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi permen tersebut.
"Bapak ibu yg punya anak kecil tolong di beritahu untuk tidak membeli permen ini karena beracun. Kurang lebih ada 18 anak dibawa ke Puskesmas Benowo dan beberapa dirujuk ke RS," tulis pesan yang beredar seperti dikutip detikcom, Rabu (25/9/2019).
Sumber: Detik.com



Berita Lainnya
PDI-P Dumai Gandeng Ormas MPI Perangi Covid-19, Andi Silitongga: Ikuti Protokol Kesehatan dan Anjuran Pemerintah
Tokoh Masyarakat Melayu, H.Awaludin Dukung Perjuangan Politik DPD Partai Perindo Kota Dumai.
Diketahui Jodhi Pratama Seorang ASN Pemko Dumai, Zulfan: Kami Akan Telususri Secepatnya
Inilah Profil Puan Maharani, Perempuan Pertama Pimpin DPR RI
Kopwali RW 09 Kelurahan Gebang Raya Dikunjungi Dinas Perindagkopukm Kota Tangerang
Anggota DPRD dari Tiga Fraksi Apresiasi Kegiatan DPC MCI Kota Tangerang
Nikita Mirzani Makin Menjadi Soal Habib Rizieq
Anggota DPRD Kota Tangerang H Tasril Jamal Sambut Baik Audiensi DPC MCI
Periksa Gubernur Banten Wahidin Halim, Usut Tuntas Kasus Korupsi di Banten..!
Pembeli BBM Subsidi Pertalite Menggunakan Jerigen Sebut Telah Mendapat Izin dari KSOP Dumai
Wakil Bupati Dukung Musda KNTI Kendal
Galangan Kapal di Bagan siapi api terancam Tutup