• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Kurang Mendapat Perhatikan, Limbah Industri Pangan di Bukit Batrem Masih Menimbulkan Aroma yang Menyengat

Redaksi

Jumat, 30 Agustus 2019 14:40:00 WIB
Cetak

  • Salah satu Lokasi Industri Pangan yang berada di Jalan Parit Kesit, RT 07 Kelurahan Bukit Batrem. Foto : Djasdi Amier

Dumai, (PantauNews.co.id) - Industri tahu dan tempe merupakan industri kecil yang banyak tersebar di kota-kota besar dan kecil. Tempe dan tahu merupakan makanan yang digemari oleh banyak orang. Seperti pemberitaan sebelumnya, lokasi industri tempe dan tahu yang berada di Kelurahan Bukit Batrem yang meresahkan masyarakat ini, terkesan kurang mendapat perhatian pemerintah Kota Dumai.

Pantauan awak media pada Jumat (30/08), ada 38  industri  besar yang tersebar di Kelurahan Bukit Batrem, dan juga ada beberapa puluhan industri kecil (home industri) yang belum diketahui berapa total jumlah industri tersebut.

Saat dikonfirmasi Kamis (22/08) lalu, Lurah Bukit Batrem, Syafruddin menyampaikan bahwa telah mencoba koordinasi kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai terkait keluhan masyarakat.

"DLH sudah menyarankan untuk dibuatkan penambungan limbah (septi tank) masing masing pengusaha tempe dan tahu, kami juga minta kerjasamanya agar dapat duduk bersama untuk mencari solusi," kata Safrudin.

Akibat dari limbah industri tahu dan tempe, hasil proses pengolahan banyak membawa dampak terhadap lingkungan. Limbah dari pengolahan tahu dan tempe mempunyai kadar BOD sekitar 5.000 – 10.000 mg/l, COD 7.000 – 12.000 mg/l.

Air banyak digunakan sebagai bahan pencuci dan merebus kedelai untuk proses produksinya. Akibat dari besarnya pemakaian air pada proses pembuatan tahu dan tempe, limbah yang dihasilkan juga cukup besar. Besarnya beban pencemaran yang ditimbulkan menyebabkan gangguan yang cukup serius terutama untuk perairan disekitar industri tahu dan tempe.

Gejala umum pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik industri pangan (jangka pendek) sebagai berikut :

1. Air sungai  atau air sumur sekitar lokasi industri  pencemar, yang semula berwarna jernih, berubah menjadi keruh dan berbau busuk, sehingga tidak layak dipergunakan lagi oleh warga masyarakat sekitar untuk mandi, mencuci, apalagi untuk bahan baku air minum.

2. Ditinjau dari segi kesehatan, kesehatan warga masyarakat sekitar dapat timbul penyakit dari yang ringan seperti gatal-gatal pada kulit sampai yang berat berupa cacat genetic pada anak cucu dan generasi berikut.

3. Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri.

4. Kelangkaan air tawar semakin terasa, khususnya di musim kemarau, sedangkan di musim penghujan cenderung terjadi banjir yang melanda banyak daerah yang berakibat merugikan akibat kondisi ekosistemnya yang telah rusak.

5. Temperatur udara maksimal dan minimal sering berubah-ubah .

6. Terjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO, NO2r S02, dan debu.

Limbah industri pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak, garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Air buangan (efluen) atau limbah buangan dari pengolahan pangan dengan Biological Oxygen Demand (BOD) tinggi dan mengandung polutan seperti tanah, larutan alkohol, panas dan insektisida.

Apabila efluen dibuang langsung ke suatu perairan akibatnya menganggu seluruh keseimbangan ekologik dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya.

Pantauan disalah satu lokasi drainase yang tercemar akibat limbah yang dihasilkan dari industri pangan, berada di Jalan Parit Kesit RT 05 yang bersebelahan dengan RT 07 menimbulkan aroma tidak sedap. Bau yang menyengat yang sudah dirasakan oleh masyarakat sekian lama ini, seakan akan sudah malas untuk menanggapinya.

Ketua RT 07 Kelurahan Bukit Batrem, Heri Prayitno saat dikonfirmasi mengatakan, pengusaha industri pangan yang terdiri dari usaha tempe, tahu dan toge yang berada diwilayah RT 07 yang bertotal sekitar 20an industri ini sudah dipanggil untuk duduk bersama mencarikan solusi.

"Kami sudah sepakat antara masyarakat dan seluruh pengusaha, agar dibuatkan saluran air dari pipa berbahan paralon agar dapat dialirkan kesatu titik nantinya (Septi Tank),"ujar Ketua RT 07.

Heri Prayitno juga menambahkan, saat ini dalam masa pengerjaan. Pipa paralon yang dibutuhkan sebanyak sekitar 80 pipa ini sedang dibincangkan kepada pengusaha industri pangan tersebut terkait pembiayaan.

Kondisi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sektor industri berpengaruh besar terhadap kondisi pencemaran di Indonesia. Saya sangat berharap agar para pelaku industri mulai melakukan perbaikan dan pembenahan dalam hal pembuangan limbah sehingga kegiatan industri dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

Penulis : Tim Redaksi
Editor   : Redaksi


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Sebanyak Rp.15.777.000, Hilmi FPI Salurkan Bantuan Masyarakat Dumai Korban Wamena dan Gempa di Ambon

Puluhan Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Kota Tangerang Mengadu Ke DPRD

Angin Puting Beliung Terjang Dua Desa di Kabupaten Kendal

ESDM : Potensi 5 Kawasan Timur Dengan Ladang Minyak Yang Besar

Ponpes Nurul Ibtida Didukung FBB Gelar Zikir Akbar

PERTAMINA lakukan kerjasama dengan PT Telkom dalam membangun sistem digital

Kepala Puskesmas Bukit Kayu Kapur: Keluarga Marta Sudah Negatif Covid-19

Jokowi Tak Terbitkan Perppu, KPK: Itu Domain Presiden

Dugaan Mesin Ilegal, Selain Tarzan Game Zone, Dua Gelper di Dumai Ikutan Tutup

Terkait Imbauan SKB 5 Lembaga Negara, Khairil Adli: Kami Sudah Surati dan Memanggil 4 ASN Tersebut

Hati Hati Menggunakan Bra Kawat

Kasatreskrim Polres Dumai: Namanya juga Mafia, Kalau dah Terbentur Jual-jual Nama

Terkini +INDEKS

JMSI Dumai Resmi Dilantik, Ahmad Dahlan Tekankan Profesionalisme dan Integritas Media Siber

10 September 2026
Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit
10 September 2026
Siap Melahirkan Generasi Akademis Baru. Ketua STAI Ar Ridho Resmi Tutup Sidang Skripsi
09 September 2026
Usbu Ta aruf STAI Ar Ridho Ditutup, Dr. Budi Setiawan Titip Pesan untuk 38 Mahasiswa Baru
09 September 2026
37 Mahasiswa Baru Siap Menapaki Dunia Kampus, STAI Ar Ridho Gelar Usbu Ta aruf 2026
09 September 2026
Ketua Tim Penggerak PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam Lantik Bd Marini Winawan Sebagai Ketua TP KK dan Bunda Paud Pekaitan
08 September 2026
Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026 melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp
08 September 2026
DPRD Rohil Gunakan Hak Inisiatif Ajukan Rokan Hilir Hijau
07 September 2026
Karmila Sari Minta Kepala Sekolah Siapkan Data untuk Program Revitalisasi
06 September 2026
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu

Dibaca : 365 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 603 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 258 Kali
Aktivis Minta Pers Kawal Pengusutan Dugaan Korupsi Dana CSR BI
Dibaca : 599 Kali
Atlet Taekwondo Kota Dumai Siap menunjukkan Kemampuan Terbaiknya Dalam Riau Challenge 2026
Dibaca : 233 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved