• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

Dipicu RUU Ekstradisi, 100 Ribu Warga Hongkong Lakukan Demonstrasi Sebagai Bentuk Protes

PantauNews

Ahad, 18 Agustus 2019 17:33:00 WIB
Cetak

Demonstrasi di hongkong

Hongkong (PantauNews.co.id) - Lebih dari 100.000 warga Hong Kong kembali berdemontrasi pada Minggu (18/08) di tengah hujan lebat dan peringatan keras dari China.

Demonstrasi telah memasuki pekan ke-10 yang sempat diwarnai bentrokan, tetapi pawai akbar pada akhir pekan ini berjalan damai.

Protes semula dipicu kemarahan atas rancangan undang-undang ekstradisi yang sebenarnya telah ditangguhkan tanpa batas waktu. RUU dikhawatirkan akan menggerus kebebasan-kebebasan khusus yang dinikmati warga Hong Kong selama ini.

Belakangan tuntutan dan keprihatinan masyarakat Hong Kong meluas, termasuk tuntutan reformasi demokrasi dan politik.

Penyelenggara aksi Hari Minggu ini, Civil Rights Human Front, tidak diberi izin untuk mengadakan pawai di jalan-jalan, tetapi mereka diberi izin untuk menyelenggarakan acara tersebut di Victoria Park.

"Kami telah berjuang selama lebih dari dua bulan, tetapi pemerintah sama sekali tidak memberikan tanggapan. Kami bisa turun ke jalan lagi dan turun ke jalan lagi," kata seorang peserta aksi, Wong, kepada BBC di taman yang terkenal itu.

Selain di Victoria Park, massa juga berkumpul di kawasan Admiralty, Causeway Bay dan Wan Chai meskipun polisi melarang mereka menggelar pawai di tempat-tempat itu.

Wartawan BBC Stephen McDonell melaporkan hujan lebat tidak menjadi penghalang bagi warga untuk turut serta dalam aksi. Mereka memadati Victoria Park dan bahkan meluber ke jalan-jalan di semua jurusan.

"Stasiun-stasiun kereta bawah tanah terpaksa ditutup karena dipadati penumpang yang hendak menuju lokasi pawai," imbuhnya.

Pemerintah China belakangan mengeluarkan pernyataan lebih keras menyusul kekacauan yang timbul di bandar udara Hong Kong pekan lalu.

Apa yang terjadi di Hong Kong, yang merupakan bagian dari China, oleh otorita Beijing disebut sebagai "tingkah laku yang mirip dengan terorisme".

Itulah pernyataan keras kedua dalam tempo satu pekan yang dikeluarkan oleh China dengan membandingkan aksi protes dengan kegiatan teroris.

Beberapa pengamat mengatakan pengulangan kata-kata seperti itu menunjukkan bahwa China kehilangan kesebaran dengan pemrotes. Peringatan itu sekaligus diyakini sebagai sinyal bahwa semakin besar pula kemungkinan intervensi dari Beijing.

Ribuan polisi bersenjata telah dikirim ke perbatasan antara China dan Hong Kong di Shenzhen.

"Jika situasi di Hong Kong memburuk sampai pada titik yang tidak mampu dikendalikan oleh pemerintah Hong Kong, pemerintah pusat tidak akan tinggal diam," tegas Chen Wen, kuasa usaha Kedutaan Besar China di London kepada BBC Radio 4.

"Kami mempunyai wewenang dan mempunyai cukup solusi untuk mengatasi kekacauan dalam koridor hukum dasar."

Inggris menyerahkan Hong Kong kembali ke China pada 1997 berdasarkan prinsip "satu negara, dua sistem".

Dengan demikian, meskipun menjadi bagian dari China, Hong Kong memiliki "otonomi luas, kecuali terkait kebijakan luar negeri dan pertahanan".

Hong Kong memiliki sistem hukum sendiri, perbatasan, dan berbagai hak termasuk perlindungan kebebasan berkumpul dan berpendapat.

Sumber :Tribunnews


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Proyek Jaringan Pipa Air Bersih Dikerjakan Diduga Asal Jadi dan Amburadul

Pawai dan Tablig Akbar di Kuantan

Gebyar Festival Ramadhan 2024 Resmi Dibuka, Perlombakan Sejumlah Kegiatan Seni Islami

Acara Pemotongan Hewan Qurban IKPS Kota Dumai Berlangsung Meriah

Ari Askhara dan Eks Direksi Garuda Indonesia Dicopot dari Kursi Komisaris Semua Anak Usaha

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi Bom Makassar

DPC MCI Pertanyakan Sikap dan Tindakan Ombudsman Provinsi Banten

Walikota H Paisal Dampingi PJ Gubri Tinjau Pembangunan Jembatan Sungai Dumai

Panitia Pilkades Rajeg Mulya Siap Laksanakan Pemilihan

5 Serdik Sespimmen Angkatan Ke-61 Gelar Donor Darah di PMI Bandung

Mutasi Jabatan, Kepala Kejaksaan Negeri Dumai Pengambilan Sumpah Tiga Kepala Seksi

GRIB Jaya PAC Sungai Sembilan Gelar Jumat Berkah di Masjid Al-Munawaroh

Terkini +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Langkah Besar STAI Ar Ridho: SK Inpassing Dibagikan, Dosen Didorong Lebih Produktif
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis
25 April 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
24 April 2026
Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan
23 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyata Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis di Seluruh Proses Produksi Kilang
22 April 2026
Wakil Ketua DPRD Rohil Maston Gelar Reses di Desa Bagan Sinembah Barat
21 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

Dibaca : 688 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 358 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1187 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 722 Kali
Erwin Sitompul Disambut Hangat PLT Gubernur Riau dalam Open House Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Dibaca : 928 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved