PILIHAN
Kondisi Bangunan SDN 006 Ulak Patian Memprihatian, Murid Belajar Berlantaikan Tanah
Rokan Hulu (PantauNews.co.id) - Puluhan murid Sekolah Dasar Negeri 006 Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu terpaksa belajar di ruang kelas yang jauh dari layak, yakni bangunannya menggunakan papan mirip gudang serta berlantai tanah.
"Ada tiga kelas yang kondisinya seperti ini. Kelas 1 sampai 3," kata Kepala Sekolah SDN 006 Ulak Patian, Andi Maryanto, Rabu (02/10/2019).
Andi menceritakan bahwa sekolah yang mendidik 202 siswa itu telah berdiri sejak 1972. Sekolah itu menjadi satu-satunya fasilitas pendidikan tingkat dasar yang tersedia di desa itu. Akibatnya, sekolah tersebut kerap kebanjiran murid baru setiap tahun ajaran baru tiba, sementara fasilitas yang tersedia sama sekali tidak mendukung generasi penerus bangsa meraih ilmu dan cita-cita.
Ulak Patian merupakan salah satu desa terpencil di pedalaman Kabupaten Rokan Hulu. Desa itu terpaut 80 kilometer dari ibu kota kabupaten, Pasir Pangaraian, serta 24 kilometer dari ibu kota kecamatan.
Akses menuju desa itu juga sangat buruk. Dari jalan lintas Rokan Hulu-Duri, perlu ditempuh 12 kilometer dengan tujuh kilometer di antaranya jalan tanah. Saat musim hujan tiba, maka desa itu akan terisolir, sementara pada saat musim kemarau saat ini debu tebal bertebaran mengganggu aktivitas masyarakat.
Secara keseluruhan, Andi menjelaskan terdapat sembilan bangunan di sekolah tersebut. Tiga bangunan di antaranya dengan dinding papan dan bolong bagian depan, tanpa pintu. Sementara lantainya masih berupa tanah.
Untuk enam ruangan lainnya telah dibangun pemerintah dengan bangunan permanen. Namun, tiga bangunan kelas itu menyisakan masalah lainnya karena dalam kondisi rusak dan belum mendapat perhatian untuk perbaikan.
Tak hanya itu, tiga kelas yang diperuntukkan siswa kelas satu hingga kelas tiga yang berlantai tanah itu juga terus dihantui banjir saat musim hujan tiba.
"Biasanya bulan Oktober sampai Desember ini air naik karena luapan air Sungai Rokan. Kalau itu sudah terjadi maka selalu mengganggu aktivitas anak-anak kita," ujarnya.
Andi mengatakan bahwa tiga kelas dengan kondisi memprihatinkan itu dibuat secara swadaya oleh masyarakat karena daya tampung dan jumlah siswa tidak seimbang. Pihak sekolah telah beberapa kali memohon bantuan pembangunan sekolah namun hingga kini belum terlaksana.
Pada akhir 2018, dia mengatakan Dinas Pendidikan setempat juga telah beberapa kali melakukan survei di sekolah yang memiliki 11 tenaga pendidik tersebut. "Tapi sampai sekarang belum ada," tuturnya.
Dia berharap segera ada bantuan pemerintah agar murid-muridnya yang belajar dengan lantai tanah dan bangku serta meja seadanya itu dapat belajar dengan nyaman.
Kisah para pelajar yang menghadapi situasi tidak menguntungkan itu juga viral di media sosial. Salah satu akun Instagram publik @pku_asik menggambarkan bagaimana para siswa itu belajar dengan cara jongkok. Akun itu pun kini diserbu netizen dengan beragam komentar.
Sumber : Antara Riau



Berita Lainnya
PT ITA Salurkan Kurban di Siak dan Meranti, Peternak Lokal Ikut Diuntungkan
Siap Melahirkan Generasi Akademis Baru. Ketua STAI Ar Ridho Resmi Tutup Sidang Skripsi
Sertijab Ketua RW 08 Cimone Jaya Disaksikan Langsung Oleh Staf Kelurahan
Diduga Penangkapan Tidak Sesuai SOP, Polsek Rupat Digugat Praperadilan
Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD
Pengamat: Hari Ini Kita Butuh Makan, Bukan Dibelikan Baju
Usai Dilantik, Dandim 0314/Inhil Langsung Padamkan Karhutla
Gubernur Jateng Kirim 18 Relawan dan Bantuan Untuk Korban Bencana NTT
Lurah M Sobri Pimpin Sertijab Ketua RW 08 Kelurahan Gembor Kota Tangerang
Grand Opening Cafetaria 459 Resmi Dibuka Pj Gubernur Banten
Anggota DPR RI Rano Al-Fath: Dewan Harus Peduli dengan Masyarakat
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong