• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Sumatera
  • Pekanbaru

Dualisme HPN 2025, Perebutan Kekuasaan di PWI Mengoyak Tradisi Pers Nasional

PantauNews

Ahad, 09 Februari 2025 11:09:33 WIB
Cetak
Dualisme HPN 2025

PANTAUNEWS, PEKANBARU - Di tengah gegap gempita perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, masyarakat justru disuguhi ironi, dua acara HPN digelar secara terpisah di Kalimantan Selatan dan Riau. 

Ini adalah konsekuensi langsung dari perpecahan internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), organisasi yang selama puluhan tahun menjadi tuan rumah HPN. Padahal, sejak era Presiden Soeharto, HPN selalu dihadiri kepala negara sebagai simbol penghormatan terhadap peran pers. Tahun ini, pemerintah memilih "netral" tak satu pun acara yang dihadiri pejabat tinggi.  

Akibat Perebutan Kursi, Tradisi Nasional Terancam 

HPN, yang jatuh setiap 9 Februari, tak sekadar peringatan hari lahir PWI. Tanggal ini juga dimaknai sebagai simbol perjuangan pers Indonesia melawan kolonialisme Belanda. Namun, kini PWI justru menjadi contoh bagaimana konflik internal menggerus nilai sejarah tersebut. 

Perpecahan dimulai dari persaingan sengit di tubuh elite PWI, terutama antara kubu Henry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang. Tokoh kunci seperti Ilham Bintang, pemilik media Check&Recheck, disebut sebagai dalang di balik dinamika politik ini. Dukungannya yang berubah-ubah—dari Atal Depari, Henry, hingga Zulmansyah—memperuncing friksi hingga PWI terbelah dua.  

Dampaknya langsung terasa: Dewan Pers menyegel kantor pusat PWI di Jakarta dan mengosongkan kursi keanggotaannya. 

"Ini bukan perpecahan ideologis seperti era BM Diah vs Rosihan Anwar, tapi rebutan kursi layak piring pecah," ujar Dahlan Iskan, pendiri media Disway, yang turut menyaksikan gejolak ini.  

HPN Kembar: Antara Kemeriahan dan Kekosongan Makna 

Di Banjarmasin, HPN Kalsel diwarnai gerak jalan massal, seminar bertema masa depan media, dan penganugerahan Hadiah Adinegoro kepada Erandhi Hutomo Saputra, wartawan Kumparan. Karyanya mengungkap kasus penggusuran petani oleh proyek PIK2 di Tangerang.
sebuah investigasi yang disebut "melampaui batas waktu" karena terbit sebelum isu tersebut viral. "Saya tak peduli konflik PWI. Tugas saya hanya memberitakan fakta," tegas Erandhi, yang memenangkan penghargaan ini dua tahun berturut-turut.  

Sementara itu, di Riau, HPN digelar dengan narasi berbeda. Meski detail acara belum sepenuhnya terkuak, konflik kepemimpinan PWI membuat kedua acara saling klaim legitimasi. Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang hadir di Kalsel, menyampaikan pidato penuh semangat tentang pentingnya pers bersatu. Namun, tepuk tangan riuh tamu undangan seakan menutupi kegelisahan: bisakah PWI kembali menjadi rumah bersama bagi wartawan Indonesia?  

Generasi Muda vs Elite yang Terjebak Konflik 

Di tengah hiruk-pikuk dualisme HPN, muncul pertanyaan: seberapa relevan PWI hari ini? Bagi wartawan muda seperti Erandhi, PWI bukan lagi penentu kredibilitas. 

"Media akan terus bergerak, dengan atau tanpa PWI," ujarnya. Pendapat ini diamini banyak jurnalis milenial yang lebih fokus pada karya ketimbang politik organisasi.  

Sementara itu, Disway—media yang didirikan Dahlan Iskan—merayakan ulang tahun ke-7 pada tanggal yang sama. "Saya sengaja memilih 9 Februari agar sejalan dengan semangat HPN. Tapi siapa sangka, HPN sendiri kini terbelah?" kelakarnya.  

Masa Depan Suram atau Titik Balik? 

PWI kini berada di persimpangan. Jika konflik berkepanjangan, bukan tidak mungkin organisasi ini akan ditinggalkan anggotanya. Sejarah sudah membuktikan: perpecahan di tubuh organisasi seperti Kadin pernah berakhir dengan rekonsiliasi. Namun, untuk PWI, jalan damai masih samar.  

Yang pasti, HPN 2025 akan dikenang sebagai tahun di mana pers Indonesia diingatkan: musuh terbesar bukan lagi tekanan eksternal, tapi pertikaian internal yang mengubur makna perjuangan bersama. 

Seperti kata Dahlan Iskan, "Ini bukan perpecahan karena ideologi, tapi rebutan piring di meja yang sama."


Sumber : Pantaunews /  Editor : Redaksi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

YARA Temui Pj Bupati Aceh Singkil, Sampaikan 4 Catatan Termasuk Putusan PTUN

Kepsek SMA Rundeng: Saya Memotivasi Para Siswa, Tidak Untuk Menghujat

Dolly Cibro Nyatakan Maju Sebagai Calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Subulussalam

Empat Bulan Tenaga Kontrak RSUD Belum Gajian, Ketua DPD PSI Kota Subulussalam: Ini Sangat Miris Sekali

Dugaan Kebocoran Data Pribadi,Denny Siregar Minta Pertanggungjawaban Telkomsel

LSM Noorwangsanegara dan YARA Minta Walikota Ganti Kepala BPBD Subulussalam

FORKAB Subulussalam Meminta Jokowi Agar Segera Mengevaluasi Pj Gubernur Aceh

Terkait Peresmian Jalan dan Jembatan Longkib, Penggiat Medsos: Kurang Elok Untuk di Pertontonkan

Warga Desa Lae Ikan Geruduk Inspektorat Kota Subulussalam

Isu Komunis Terbukti Gagal, Lawan Politik PDIP Perlu Kecerdasan dan Strategi Baru

Keberangkatan Rahwandi Yatim Ke Banda Aceh Diiringi Tangis Haru Tetangganya

Sijago Merah Hanguskan Satu Rumah Sekaligus Mobil dan Sepeda Motor di Subulussalam

Terkini +INDEKS

21 Mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Ikuti Sidang Seminar Proposal

12 Maret 2026
Dirut Agrinas Absen Rapat DPR, Polemik Program Koperasi Desa Merah Putih Menguat
12 Maret 2026
Sah..Usai Terima SK DPC Pekanbaru S Hondro Siap Berbenah
12 Maret 2026
Warga Israel Berebut Keluar Negeri, Bandara Ben Gurion Kacau Usai Rudal Iran Hujani Tel Aviv
11 Maret 2026
Guru Karawang Gugat Negara ke MK, Anggaran Pendidikan Diduga Tergerus Program Makan Bergizi Gratis
11 Maret 2026
252 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Dihentikan Sementara, BGN Temukan Pelanggaran
10 Maret 2026
Safari Ramadan di Dumai, PT Krakatau Bandar Samudra Santuni Yatim dan Pererat Kolaborasi Stakeholder Pelabuhan
06 Maret 2026
Bea Cukai Dumai Tegaskan Kooperatif dan Transparan, Serahkan Dokumen Lengkap kepada Kejagung dalam Penyidikan Kasus CPO
05 Maret 2026
Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
05 Maret 2026
Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan
05 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan

Dibaca : 255 Kali
Kasus Laka Maut Bukit Datuk Dumai, Anak Korban Resmi Gandeng Pengacara, Proses Hukum Dikawal Ketat
Dibaca : 302 Kali
Aktivis dan Pengamat pendidikan Riau, Minta PLT Gubernur Riau Segera Copot Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau
Dibaca : 1504 Kali
kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai: Insan Pers Terus Menjadi Mitra Dalam Menyebarluaskan Informasi
Dibaca : 223 Kali
Dua Bersaudara Harumkan Dumai di Kejuaraan Karate Piala Dandim 0320, Deretan Prestasi Nasional Ikut Mengiringi
Dibaca : 313 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved