LBM PCNU Kabupaten Pelalawan Taja Sidang Bahtsul Masa'il di Desa Sialang Indah Kecamatan Pangkalan Kuras
PANTAUNEWS.CO.ID, PELALAWAN -Lembaga Bahtsul Masa'il
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LBM PCNU )Kabupaten Pelalawan mengadakan sidang bahtsul masa'il dengan tema atau pokok bahasan: “Pandangan Fiqh terhadap ta'addud jum'at dalam satu balad".

Tema ini dilatar belakangi oleh peristiwa ditengah masyarakat yakni pelaksanaan ibadah sholat jum'at, dilaksanakan lebih dari satu tempat/masjid dalam satu dusun yang sudah berlangsung cukup lama. Hal ini menyebabkan sering terjadi sengketa atau konflik di tengah masyarakat.

Melihat fenomena ini maka timbul ide untuk melaksanakan kegiatan sidang bahsul masa'il ini sebagai solusi menjawab permasalahan ditengah masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan di masjid Al Huda desa Sialang Indah pada hari Minggu 11 Juni 2023, kegiatan ini diprakarsai oleh M. Shohibul Ahsan, anak muda NU sekaligus calon anggota legislatif DPRD tk II Kab. Pelalawan dapil 4 dari partai PKB.
"Ini sebagai bentuk sumbangsih saya kepada masyarakat, semoga bisa menjadi jalan tengah, solusi atas permasalahan yang terjadi" ujar Shohib.
Beliau mencoba menata sidang dengan menghadirkan KH. Abdul Azis sebagai penasehat. KH Zaini Mustafa sebagai pentashhih, KH Sa'ad Ibnu Sabil sebagai perumus serta moderatornya adalah Ust. Ahmad Jazuly, ST.
Sementara itu Sidang bahtsul masa'il ini dihadiri oleh kepala desa Sialang, warga yang berkonflik, para nahdliyin dan pengunjung.
Sidang berjalan cukup alot. Peserta mengeluarkan pendapat masing-masing dengan mengeluarkan dalil-dalil shohih dengan membawa kitab-kitab yang muktabar.
Pada akhirnya, perumus merangkum semua pendapat kemudian merumuskannya menjadi suatu keputusan bersama.
Yang mana hasil rumusan itu adalah Ta'addud Jumat dalam satu Balad tidak diperbolehkan kecuali dalam keadaan sebagai berikut:
1. Sempitnya tempat sholat sehingga tidak menampung jama'ah dalam satu masjid,
2. Pertikaian antar kelompok,
3. Jarak yg jauh.
Sidang ini mendapat perhatian yang luas dari segenap masyarakat dan pengunjung yang hadir. Muhammad Jamal sebagai peserta peninjau berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin minimal tiga bulan sekali agar apa-apa permasalahan yang perlu tinjauan secara fiqh akan dijadikan acuan sebagai solusi untuk mengatasi konflik ditengah masyarakat, ujarnya. (Helmy)


Berita Lainnya
PDI-P Dumai Gandeng Ormas MPI Perangi Covid-19, Andi Silitongga: Ikuti Protokol Kesehatan dan Anjuran Pemerintah
6 Wakil Rakyat Sukabumi yang Baru Saja Dilantik, Sekelompok Mahasiswa Menyuruh Duduk Diaspal
Memerang informasi Hoaks Sebelum Perhelatan Pemilihan Presiden 2019
Ratna Serumpeat Berbohong Atas penganiayaan yang terjadi Pada Dirinya
Penanganan Kasus Warga Papua Harusnya Cepat Diatasi dan Diantisipas
Horee, Laporan Masyarakat Riau Terkait 'Perangainya' Sari Antoni Sudah Diterima DPP Partai Golkar
Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka Milik PT Solo Manufaktur Kreasi.
Menag Kaji Larangan Cadar di Instansi Pemerintah, PBNU: Jika Positif Laksanakan
Syafaruddin Ditunjuk Sebagai Kepsek SMPN 15 Dumai, Elly Dipindahkan Sementara di Disdikbud
Yayasan Parnusa: Kami Lebih Kedepankan Kualitas Daripada Kuantitas
Abraham Samad, Mantan Ketua KPK : Jangan Diloloskan Orang Berintegritas Rendah
4 Kali Beraksi, Komplotan Curas Di Bangko Dibekuk Polisi