• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News
  • Pekanbaru

Prihatin Kasus Helmut Hermawan,

Larshen Yunus Minta Jangan Karakter Ala 'Irjen Sambo' Masih Dipertontonkan

PantauNews

Sabtu, 25 Maret 2023 22:41:17 WIB
Cetak
Larshen Yunus

PEKANBARU, PANTAUNEWS.CO.ID - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang juga merupakan praktisi hukum asal Provinsi Riau turut menyampaikan rasa keprihatinannya, atas banyaknya perkara hukum yang menimpa pengusaha tambang Nikel dari Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang bernama Helmut Hermawan.

Saat ini, Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Citra Lampia Mandiri (CLM) itu tergeletak tak berdaya dan opname di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kota Makassar.

Kendati dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, Polisi tetap saja dengan gagahnya memborgol tangan pengusaha tambang tersebut.

TERKAIT
  • Jubir Luhut: 500 TKA China Dibutuhkan untuk Mempercepat Pembangunan Smelter
  • Masyarakat bisa memperpanjang SIM hingga akhir Agustus 2020.
  • Peringatan Keras Presiden pada Kementerian yang Kinerjanya Tak Menujukkan Adanya Perasaan Krisis Dalam Penanganan Covid-19

Mental dan karakter ala "Irjen Sambo" ternyata masih menular sampai saat ini. Polri dalam bahaya dan kasus persengketaan yang diduga melibatkan Wakil Menteri Hukum dan Ham (Wamenkumham) RI, Edward Omar Sharif Hiariej dan pengusaha raksasa yang bernama Haji Isam ternyata justru menjadikan para penyidik di Kepolisian sepertinya gaya "Polisi Sambo" mau di pertontonkan kembali.

Terseretnya nama Wamenkumham dan Haji Isam atas kasus sengketa kepemilikan saham perseroan perusahaan Tambang Nikel tersebut kembali memantik amarah rakyat dan gelombang perlawananpun segera terjadi.

Prihatin melihat kondisi Helmut Hermawan, Aktivis HAM ini menyampaikan segera lakukan gelar perkara ulang

Bagi Larshen Yunus, terhadap perkara apapun yang menimpa Helmut Hermawan, harus didasari dengan basis penegakan hukum yang Jujur. Gelar perkara ulang, ekspos dan pastikan bahwa hukum adalah pembuktian.

"Kalaupun masih ada isu tentang berlakunya pengaruh orang kuat dan tangan besi terkait perusahaan tambang itu, maka sudah sepatutnya rakyat bersatu. 'Telanjangi perkara' itu, lakukan gelar perkara ulang, ekspos dan pastikan bahwa Presiden Joko Widodo dan Bapak Kapolri mengetahui persis, bila perlu diberikan atensi terhadap proses penanganan hukum tersebut," harap Larshen Yunus.

Selanjutnya, kasus kriminalisasi pengusaha tambang, Aktivis HAM ini mengajak Presiden Jokowi dan Kapolri untuk memperhatikan kondisi Helmut Hermawan.

"Bagi kami, perkara ini sangat aneh. Ada seseorang yang diperlakukan sangat tidak wajar atas hal-hal yang dituduhkan kepadanya. Helmut Hermawan sudah seperti Teroris. Perkara ini sarat akan tindakan arogansi kekuasaan dan kriminalisasi oleh Aparat Penegak Hukum. Tolong Kami Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Kapolri. Kok masih ada yang beginian," ujar Larshen Yunus, Aktivis HAM yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bidang Minyak dan Gas Bumi.

Hingga berita ini diterbitkan, Sabtu (25/3/2023) Perkara Sengketa yang menimpa Pengusaha Tambang Helmut Hermawan mesti dijadikan atensi bersama. Presiden dan Kapolri wajib mengetahui Kronologisnya. Jangan sampai ada Udang dibalik Batu.

Pola-Pola 'Polisi Sambo' harus dibumi hanguskan. Kasus sengketa kok jadi menyiksa rakyat seperti ini. Rakyat Indonesia juga diajak untuk sama-sama plototin perkara tersebut. Jangan sampai budaya kriminalisasi dianggap menjadi suatu pembenaran.

Wamenkumham dan Haji Isam Dianggap Punya Tangan Besi

Terakhir, Larshen Yunus dan kawan-kawan Aktivis HAM berencana untuk berangkat ke Jakarta, usai mengirim surat elektronik kepada Kantor Sekretariat Presiden (KSP) dan Mabes Polri. Buntut perkara yang menimpa Pengusaha Tambang Helmut Hermawan.

"Semangat kami hanya satu, yakni konsisten menghadirkan keadilan, ikhtiar memperbaiki negeri. Jangan biarkan adanya pembungkaman apalagi kriminalisasi. Sikap Zholim hanya akan mendatangkan petaka. Bersatu, Berjuang, Menang," tukas Larshen Yunus, Aktivis HAM yang saat ini juga berkiprah sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Riau. (*)


Sumber : DPD KNPI Riau Larshen Yunus /  Editor : Edriwan

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Gelontorkan Trillinan Rupiah Subsidi BPJS, Pemerintah Minta Bantuan Sesuai NIK agar Tepat Sasaran

Kuasa Hukum Somasi Oknum Pengontrak Tanah

Babinsa Koramil 05/Cepiring Kodim 0715/Kendal Bantu Pengecoran Masjid

KNPI Periuk, Gelar Lomba Baca Puisi Tingkat Pelajar Se-Kota Tangerang

Polres Dumai Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2020

Sefnat Waicang Yakin Pemekaran Kabupaten Grime Nawa Berjalan Lancar

Ketum GJI akan Tuntut Mantan Pengurus yang Diduga Cemarkan Nama Baiknya

Cara Mengajukan 'Libur' Cicilan Kredit Kendaraan

Tim Gabungan Razia Ruang Sel Rutan Dumai

FMPH-R Sesalkan Pernyataan Kejari Pekanbaru, Angki: Statementnya 'Ngawur'

Dua Warga Bengkalis Ditangkap Bawa 50 Ton Kayu Ilegal di Meranti

Apical Dumai Lanjutkan Program Penanggulangan Stunting Melalui Sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan Kepada Ibu Hamil

Terkini +INDEKS

JMSI Dumai Resmi Dilantik, Ahmad Dahlan Tekankan Profesionalisme dan Integritas Media Siber

10 September 2026
Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit
10 September 2026
Siap Melahirkan Generasi Akademis Baru. Ketua STAI Ar Ridho Resmi Tutup Sidang Skripsi
09 September 2026
Usbu Ta aruf STAI Ar Ridho Ditutup, Dr. Budi Setiawan Titip Pesan untuk 38 Mahasiswa Baru
09 September 2026
37 Mahasiswa Baru Siap Menapaki Dunia Kampus, STAI Ar Ridho Gelar Usbu Ta aruf 2026
09 September 2026
Ketua Tim Penggerak PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam Lantik Bd Marini Winawan Sebagai Ketua TP KK dan Bunda Paud Pekaitan
08 September 2026
Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026 melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp
08 September 2026
DPRD Rohil Gunakan Hak Inisiatif Ajukan Rokan Hilir Hijau
07 September 2026
Karmila Sari Minta Kepala Sekolah Siapkan Data untuk Program Revitalisasi
06 September 2026
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu

Dibaca : 365 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 603 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 258 Kali
Aktivis Minta Pers Kawal Pengusutan Dugaan Korupsi Dana CSR BI
Dibaca : 599 Kali
Atlet Taekwondo Kota Dumai Siap menunjukkan Kemampuan Terbaiknya Dalam Riau Challenge 2026
Dibaca : 233 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved