Ketua BMI Subulussalam: Pemerintah Harus Segera Menyelesaikan Persoalan Sengketa Lahan Masyarakat
SUBULUSSALAM, PANTAUNEWS.CO.ID - Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) DPC Kota Subulussalam, Ringan Berutu, Meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam agar segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan di beberapa Kampong, wilayah Kecamatan Runding, Kamis, (30/3/23).
Seperti yang terjadi di Kecamatan Runding, diduga salah Satu Perusahaan Perkebunan yang berasal dari Aceh Selatan, sekarang sedang bersengketa terkait tapal batas dengan warga setempat. Menurutnya, Walikota Subulussalam seharusnya responsif dengan adanya isu-isu tersebut.
"yang terjadi di Kecamatan Rundeng itu, sudah terjadi beberapa bulan yang lalu, Pemerintah Subulussalam belum juga memfasilitasi atau memediasi persoalan sengketa itu," sampai, Ringan Berutu.
Dijelaskannya, seperti yang beredar di media sosial baru-baru ini, Warga Kampong Lae Mate terlihat bentrok diduga dengan pihak salah satu perusahaan perkebunan dari Aceh Selatan, terkait persoalan lahan.
"Terlihat di Vidio yang beredar itu, situasi keDua belah pihak kian memanas yang sudah melebihi ambang batas kewajaran sesuai dengan video yang beredar di media sosial beberapa hari yang lalu nyaris meraup nyawa manusia," ujarnya.
Terkait itu, Ringan Berutu, berharap agar sengketa tersebut dapat menjadi suatu visioner kepada Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah Kota Subulussalam, karena sering terjadi sengketa lahan dengan kejadian yang serupa.
Ringan pun menambahkan, sesuai dengan peraturan agraria, adapun lahan pertanian atau perkebunan, yang awalnya hutan, telah dikelola oleh masyarakat adalah sah secara hukum dimiliki oleh masyarakat, meskipun berbeda letak wilayah.
"Perbedaan letak wilayah juga tidak bisa menggugurkan hak daripada masyarakat yang sudah menggelola lahan pertanian tersebut," bebernya.
Masih dengan Ringan, perlu diperjelas pihak Penegak Hukum jangan serta merta sepenuhnya membela sepihak sesuai dengan video yang beredar beberapa hari yang lalu, karena pihak penegak hukum seyogianya adalah harapan pelayanan prima terhadap masyarakat.
Lanjut, Ringan, beberapa Kampong yang telah terjadi sengketa selama ini yang diduga dengan pihak perusahaan yang berasal dari Aceh Selatan, seperti Kampong Panglima Saman, Kampong Dah, dan Kampong Lae Mate, diwilayah kecamatan Runding, Kota Subulussalam.
Ringan Berutu, juga menekan pemerintah Kota Subulussalam agar segera menjalin delegasi terhadap pemerintah Aceh Selatan agar sengketa lahan tersebut bisa selesai dengan bijaksana. (Juliadi)


Berita Lainnya
Dinilai Kurang Tanggap dengan Keadaan Yusniati, AMPeS Kecewa Sikap Walikota
Pimpinan Komisi VIII DPR-RI Angkat Bicara: Sekalipun Tersangka, Tidak Boleh Diperlakukan dengan Cara Kekerasan
DPRK Subulussalam Minta Pemko Selesaikan Masalah Masyarakat dengan Tuntas
Bupati Aceh Tamiang Buka Musrenbang RKPD Tahun 2022 Kecamatan Rantau
Mobil Dinas OPD Tanjab Barat Berstiker Kabupaten, Ini Fungsinya!
Walkot Subulussalam Mengikuti Raker di Banda Aceh
BEM SI dan GeMMAS Demo Di Kantor DPRK Subulussalam
Kakanwil Kemenkumham Aceh Tinjau UKK Tapaktuan
MTsN 1 Inovasi Kota Subulussalam Raih 15 Penghargaan
WJI Kota Subulussalam Kibarkan Bendera Di Perbatasan Aceh-Sumut
Peduli Bencana, Bintara Polri Angkatan 1998/1999 Polda Sumbar Bantu Korban Gempa
Al Haris: Kita Akan Kirim Dokter Spesialis Dari Jambi