Tinggalkan Jejak Kebaikan Abadi
Hj Nurhayati, Isteri Pewaris Wakaf Yayasan Multazam Wafat
TANGERANG, PANTAUNEWS.CO.ID - "Tidak ada orang yang tidak ia bantu saat ada yang datang kepadanya meminta bantuan".
Itulah Kesan keluarga dan tetangga atas kebaikan Hj..Nurhayati yang telah wafat meninggalkan keluarga, putra dan puterinya pada hari Kamis, 25 Agustus 2022 yang lalu.
Hj.Nurhayati binti H.Rosyidi lahir di Rumpin Bogor pada 17 Agustus 1954, kemudian tinggal di wilayah pasar baru Kalipasir, kawasan Cina Benteng Kota Tangerang bersama suaminya, H.Waisul Kurni.
Di tempat inilah H.Nurhayati membesarkan 7 putra~puterinya dan medidik mereka dengan pendidikan agama. Dengan 9 putera/puteru tersebut, Hj.Nurhayati dikaruniai 30 cucu dan cicit.
Atas wasiat dari suaminya H.Waisul Kurni, (almrhum) yang sudah wafat mendahuluinya tahun 2007 yang lalu, H.Nurhayati mewakafkan kekayaannya, termasuk puluhan hektar tanah di Bogor untuk pembangunan Pondok Pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Tahfizul Quraán dan Ekonomi Islam. Maka pada tahun 2010, H.Nurhayati turut menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren tersbut yang diberi nama Yayasan Multazam di Daerah Rumpin Bogor, Jawa Barat.
Kini, Pondok Pesantren yang mengkhususkan pada penghafalan Al-Quran dan pendidikan ekonomi Islam itu, telah melahirkan ratusan generasi muslim bertalenta dengan berbagai skil dan kerampilan, sehingga bermanfaat untuk umat, masyarakat dan bangsa.
Bagi putera dan putrerinya yang berjumlah 9 orang yaitu ; Nurkomalasari, Hj Nilasari, H Ahmad Fuady, Hj Ratna, Hj Kartika, Hj.Puspa, Hj.Mulia, H Multazam, H Zamzami. Kebaikan Hj.Nurhayai dan H.Waisul Kurni tentu tidak bisa mereka balas kecuali hanya dengan untaian doa dan doa.
Selama 7 hari/malam berturut-turut, ribuan orang turut mendoakan kepergian Hj. Nurhayati, baik di lingkungan rumah pribadinya di kawasan Pasar Baru, maupun di kediam putera dan puteri masing-masing.
Saatnya untuk mendoakan kepergian ibunda dan ayahanda tercinta. Meraka telah berjasa. Mereka - Hj.Nurhayati dan H.Waisul Kurni tidak hanya berjasa mewakafkan diri mereka untuk mengasuh dan membesarkan putera-puterinya, tetapi juga mewakafkan seluruh kekayaannya untuk “membesarkan” setiap generasi muslim yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Multazam yang mereka dirikan.
“Jejak kebaikanmu akan abadi, terus mengalir sebagai amal jariyah yang akan mengairi tiada henti setiap kehidupan umat dan anak bangsa”. (Asep WW )


Berita Lainnya
Warga RT 02 Lorong Bupati Rantau Kabupaten Tapin Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19
Beroperasi 24/7 di Masa Covid-19, Kilang Pertamina RU II Tetap Komitmen Pasok Kebutuhan Energi Nasional
Reses Hari Kedua, Roni Ganda Bakara Pilih Jaring Aspirasi didekat Kediamannya
Pemuda Gonjong Limo Dumai Potong Hewan Qurban Perdana
Sisi Lain Bansos, Timbulkan Kecemburuan Sosial
Bank Rohil Ukir Sejarah, Bupati Terima Plakat TOP BUMD Peraih Golden Awards Infobank Pertama di Riau
Kenda Guntara: Ini Bentuk Komitmen Kita Untuk Menyediakan Apa Yang Diperlukan Masyarakat.
Kodim Boven Digoel Bangun 8 Rumah Program TMMD di Tiga Kampung Distrik Kawagit
Warga Jaya Mukti Dihebohkan Adanya Mayat Membusuk di Rumah Warga
Ketua PAC Dumai Timur Bastian Jambak : Tidak Ada Lagi Oknum yang Mengatasnamakan PP Dalam Aksi Yang Tidak Bertanggung Jawab
Melihat Nasib BLT Pekerja Tak Terdaftar BP Jamsostek
Dandim, Kapolres dan Bupati Tegaskan Jaga Keharmonisan Demi Kemajuan Kendal