PILIHAN
Tidak Berfungsinya Pasar Kelakap 7, Ini Salah Siapa ?
Dumai (PantauNews.co.id) - Tidak berfungsinya Pasar Kelakap Tujuh menjadi tanya diberbagai kalangan masyarakat. Pasar yang terletak di Jalan kelakap 7 Kelurahan STDI, Kecamatan Dumai Barat ini dibangun melalui dana APBD Provinsi dan diresmikan beberapa tahun yang lalu.
Pasar yang tampak keliahatan bersih dan tidak berpenghuni, terkesan mubazir yang dilakukan Pemko Dumai. Para pedagang malah memilih berjualan di Pasar Dock Yard, ketimbang berjualan dipasar pemerintah, walaupun memiliki fasilitas memadai.
Pantauan awak media PantauNews,co,id, pasar yang sampai hari ini masih ada beberapa pedagang yang berjualan disana, tapi dapat dihitung dengan jari. Lokasi yang tidak strategis dari pemukiman masyarakat dan sepinya para pembeli, menjadi salah satu alasan kenapa para pedagang lebih memilih berjualan di Pasar Dock.
"Kita jualan cari untung pak. Kalau setiap hari penjualan kami sepi, siapa yang menanggung beban hidup kami dan belum lagi kios harus dibayar,"ujar salah satu pedagang yang sempat ditemui di Pasar Dock.
Walaupun fasilitas dan kondisi bangunan untuk berjualan di Pasar Dock lebih baik ketimbang di Pasar Kelakap Tujuh, tetapi beberapa pedagang lebih nyaman dan berpenghasilan disini. Kondisi Pasar Dock yang berada dibahu jalan ini, yang awalnya sempat Pemko Dumai mencoba untuk melakukan pemindahan para pedagang tersebut ke Pasar Kelakap Tujuh. Namun, usaha Pemko Dumai melalui Dinas Perdagangan dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) untuk memindahkan para pedagang tersebut sia sia belaka.
Para pedagang yang terkesan mengabaikan himbauan Pemko Dumai untuk tidak lagi berjualan di Pasar Dock, namun sampai saat ini tidak ada tindakan tegas dari Pemko Dumai. Lokasi Pasar Dock yang berada dibahu jalan dan serta mengganggu lalu lintas pengguna jalan, nampak terkesan kumuh dan tidak enak dipandang mata.
Ketika disambangi awak media di Kantor Dinas Perdagangan Kota Dumai, Kepada Dinas Zulkarnaen mengatakan bahwa sedang melakukan evaluasi kenada kendala. Sangat disayangkan, apabila fasilitas ini tidak dimanfaatkan, padahal pembangunan Pasar Kelakap 7 merupakan salah satu program utama Pemko Dumai yang telah menelan biaya sekitar Rp. 8,9 Milliar.
"Kami akan coba buka akses jalan dibelakang lokasi pasar agar tembus menuju ke Jalan Meranti Laut yang padat pemukiman masyarakat.Ini salah satu solusi agar masyarakat sekitar dapat keluar masuk dengan mudah kelokasi pasar,"ungkap Zulkarnaen.
Zulkarnaen yang sudah menjabat sejak tahun 2013 sebagai Plt dan tahun 2014 definitif sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai ini, terkesan lamban dalam menyelesaikan persoalan Pasar Kelakap 7. Pasar Kelakap 7 yang menelan biaya yang besar ini, sangat disayangkan apabila tidak segera dioperasikan.
"Kami lagi mengupayakan pemindahan agen ikan yang biasaya melakukan pembongkaran di Pasar Bundaran, untuk pindah ke Pasar Kelakap 7,"tegas Kadis dua rezim ini.
Zulkarnaen juga berharap agar upaya mendapatkan dukungan semua pihak dan semoga para pedagang kembali ke Pasar Kelakap 7.
Penulis : Team PantauNews
Editor : Redaksi





Berita Lainnya
Kisruh Pimpinan GANN Dumai, Dedi Saputra: Secepatnya Kita Utus Perwakilan untuk Mediasi
Kebakaran Tanki Biodiesel PT SDO, Kamero Bangun: Kita Upayakan Pemadaman Segera
Ketua GRIB Dumai Melalui PAC Sungai Sembilan, Tanggapi Isu Kampanye Hitam terhadap H. Paisal Sugiyarto
Korsleting Genset Picu Kebakaran Pool Kendaraan di Dumai: Polres Lakukan Penyelidikan
Sekda Dumai Hadiri dan Isi Acara Talkshow di Poltek Negeri Industri Dumai
Ratusan Spanduk Konser Kebangsaan Muhaimin Peduli Terpasang Di Ruas Jalan Protokol Kota Tangerang
Penerimaan CPNS Untuk Tahun 2019 Sebanyak 254 Ribu Formasi
Muhammadiyah: Media dan Kampus Bisa Jadi Penyeimbang Koalisi Jokowi
Ziarah ke Makam Raja, Erwin Do'akan Paisal Sukses di Pilkada Dumai
Polisi: Asisten Dokter Korban Perkosaan Dicekoki Miras hingga Tak Sadar Diri
Wartawan Dilarang Masuk Meliput Vaksinasi Covid-19 di UPTD Puskesmas Cikarang, Ada Apa?
Bupati Meranti Kena OTT KPK, Ali Fikri: Seluruh Pihak yang Terjaring, Sudah Diberangkatkan ke Jakarta