• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Opini

Saan Mustopa: Penetapan Jadwal Pemilu 2024 Berpotensi Molor

PantauNews

Selasa, 02 November 2021 20:14:08 WIB
Cetak
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa

JAKARTA, PANTAUNEWS.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa menyatakan penetapan jadwal pemilu 2024 berpotensi kembali molor karena sampai saat ini belum ada kesepakatan antara pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal jadwal pemilu.

Menurut Saan, DPR hanya memiliki waktu kurang lebih satu bulan dalam masa sidang ini sebelum memasuki masa reses. Sementara, masa sidang berikutnya baru akan dimulai sekitar Januari 2022.

"Kalau kita enggak bisa tetapkan sekarang, di masa sidang ini, pasti akan molor. Karena kan gini, DPR sudah reses lagi (sekitar Desember), ketika masuk Januari, itu masa KPU lama kan habis di Februari," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/1121).


Selain itu, menurut Saan, mulai Januari-Februari 2022, Komisi II sudah mulai melaksanakan seleksi anggota KPU dan Bawaslu yang baru. Menurut Saan, tidak menutup kemungkinan anggota KPU baru yang akan terpilih nanti yang menetapkan jadwal pemilu.

Kendati begitu, Saan menyebut molornya penetapan jadwal pemilu tidak akan berdampak pada proses tahapan pemilu.

"Secara dampak enggak ada, jadi kalau bisa gini, kalau penyelenggara ditentukan, pelaksanaan Februari, itu kan masih Juni 2022 tahapan itu dimulai. Kalaupun pemilu Mei, tahapan di bulan September," ungkap dia.

"Jadi sebenarnya itu tidak terganggu. Kalau batas waktu untuk penentuan tanggal pemilu ditetapkan oleh KPU baru juga sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada tahapan," kata Saan menambahkan.

Namun demikian, Saan tetap menegaskan Komisi II ingin jadwal pemilu ditetapkan dalam waktu dekat demi memberi kepastian kepada publik.

Oleh karena itu, Saan meminta pemerintah dan KPU untuk menyepakati jadwal pemilu 2024. Sampai saat ini, kedua pihak masih belum menemukan kata sepakat soal kapan pemilu akan digelar.

Saan mengatakan, Komisi II tidak bisa memutuskan jadwal pemilu apabila pemerintah dan KPU masih belum menemukan kata sepakat. Menurutnya, hal ini karena Komisi II menghindari mekanisme voting untuk memutuskan jadwal pemilu.

"Kita lagi meminta agar pemerintah dan penyelenggara untuk sepakat dulu lah, karena gini kalau selama pemerintah dan penyelenggara itu belum sepakat terkait soal jadwal, maka di DPR pasti tidak akan pernah ada kata sepakat juga, pasti akan ada beda pilihan," ujar Saan.

Politikus Partai NasDem itu menilai, baik pemerintah maupun KPU harus satu suara agar pelaksanaan pemilu sejak awal berjalan dengan baik. Menurut dia, jika sejak awal kedua pihak tidak bulat satu suara, maka akan ada kesan politis.

Saat ini masih ada dua opsi jadwal pemilu, yakni, tanggal pencoblosan 21 Februari sesuai usulan KPU dan 15 Mei berdasarkan usulan pemerintah. Sampai saat ini belum ada kesepakatan mengenai tanggal pencoblosan ini. (*)


Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Edriwan

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Wisata Di Ranah Minang

Penyegaran Ahli Pers Dewan Pers

Sentil KPI, Deddy Corbuzier Bandingkan Aturan Bermasker di Talkshow-Sinetron

Banteng Patah Tanduk, Amin Tutup Mata

SEMANGAT || TETAP OPTIMIS

Minang Marentak!

Kirim Surat Tebuka ke Presiden RI, Riski Kurniawan Soroti Netralitas ASN Dimasa Suksesi

Ketua DPD PJS Riau Berikan Mandat Pembentukan PJS Rohil

Umat Akhir Zaman

Pancasila dan Pembumian Sikap Toleransi Beragama

Semakin Di Benturkan, Semakin Bergerak Maju Ke Depan

GM Pelindo Dumai: Kawasan Pelabuhan Dilakukan, Kita Upayakan Tidak Ada yang Tersumbat

Terkini +INDEKS

Lurah Bagan Barat Siti Zuhra Bersama Staf dan Ketua RT Kembali Laksanakan Goro Bersama (Rutin)

30 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tegaskan Komitmen Pelaksanaan TA Sesuai Prosedur dan Beri Dampak Ekonomi
30 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pasar Murah Bagi 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Dumai
29 April 2026
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadhli Pimpin PWI Rohil Periode 2026-2029
29 April 2026
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
29 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Dugaan Kelalaian Serius PT Ivo Mas Tunggal Resmi dilaporkan, Sikap Tegas Dinantikan
28 April 2026
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat

Dibaca : 1157 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1053 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 387 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1224 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 738 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved