• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Pesona Wisata Alam Pulau Kelor Yang Masih Perawan Nan Sensual

PantauNews

Sabtu, 23 Januari 2021 21:31:14 WIB
Cetak

LABUAN BAJO, PANTAUNEWS.CO.ID - Pulau Kelor merupakan salah satu dari gugusan pulau yang terletak tidak jauh dari Kota Labuan Bajo dan dari wilayah kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Secara administratif, pulau ini termasuk ke dalam daerah Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perjalanan dari Kota Labuan Bajo ke pulau mungil dan eksotik ini hanya memakan waktu 30 menit (one way), menggunakan transportasi laut yang disewakan di Labuan Bajo, karena fasilitas seperti transportasi umum ke tempat ini belum tersedia. 

Dalam perjalanan, anda pasti disuguhkan dengan panorama alam Pulau Flores yang sangat mengagumkan, pesona Kota Labuan Bajo yang indah serta gugusan pulau mungil nan cantik lainnya yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan menuju spot wisata ini.

Ketika anda beruntung, anda dikejutkan semacam pertunjukan alam di sekitar perairan Laut Flores, karena kadang Ikan Lumba-Lumba akan muncul ke permukaan, bahkan kadang mereka melompat-lompat di bagian depan anjungan kapal wisata yang ditumpangi para wisatawan. Bila moment ini dapat, tentu menambah sensasi perjalanan wisata anda ke tempat ini.

Kerap kali, para pelancong yang datang ke tempat ini, karena keasikannya menikmati keindahan pesona alam yang sangat atraktif nan eksotis sepanjang perjalanan, waktu pun kadang tak terasa, ternyata mereka telah tiba dan menginjakkan kaki-nya di surga kecil nan elok, yang oleh penduduk setempat menamakannya Pulau Kelor. 

Kelor adalah sejenis tanaman liar sekaligus dibudidaya warga NTT, karena banyak manfaatnya. Dikisahkan bahwa di tempat ini dulu ditumbuhi banyak tanaman ini. Sehingga warga lokal menamakannya Pulau Kelor atau 'pulau yang ditumbuhi banyak tanaman Kelor'.

Walaupun spot wisata ini tak sepopuler pulau-pulau lain yang terdapat di kawasan Taman Nasional Komodo, seperti Pulau Komodo, Padar, Kanawa, dan lain-lain, namun pulau ini juga menyimpan sejuta pesona wisata alam yang masih perawan nan sensual.

Pulau ini memiliki sebuah bukit setinggi 50 meter di atas permukaan air laut. Bagi pengunjung, tentu tidak afdol bila mereka belum melakukan trekking ke puncak bukit tersebut. Karena ini marupakan salah satu highlight dari spot wisata ini. Kondisi pendakian yang agak menantang akan sedikit menguras stamina anda selama 15-25 menit.

Namun rasa letih sesaat yang anda alami selama trekking, tentu akan sirna seketika, karena terobati oleh pancaran panorama alam yang sangat menggodakan hati. 

Dari puncak pulau mungil nan cantik ini, Anda dapat menikmati hamparan pesona Pulau Flores berupa jejeran gunung yang banyak ditumbuhi rumput ilalang serta dibaluti air laut berwarna biru turkuois. Selain itu Anda dapat menikmati keasrian gugusan pulau mungil yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo yang sudah go-global. Para pengunjung juga dapat melihat keindahan kota pariwisata super premium Labuan Bajo dan sekitarnya. 

Di bukit ini, Anda dapat mengambil foto dan ber-selfie ria yang menggabungkan pesona alam pantai berpasir putih mulus dengan air laut berwarna biru torkuois serta dibaluti bentangan alam landskap Pulau Flores berupa jejeran bukit dan gunung bak berbaris apik dan rapih. 

Dijamin hasil jepretan Anda tak akan mengecewakan, dan niscaya akan terpesona bagi siapa saja yang mengintip foto Anda yang tersimpan di setiap beranda media sosial milik Anda. 

Selain trekking ke puncak bukit untuk berfoto-ria dengan sentuhan pesona alam yang khas, Anda juga dapat bersantai dan jalan-jalan di hamparan pantai berpasir putih sambil menikmati nuansa alam berupa hempasan ombak ringan bak mencium bibir pantai berpasir halus dan putih mulus.

Atmosfir alam lainnya, Anda akan merasakan nikmatnya tiupan angin pantai sepoi-sepoi yang berhembus dari lautan lepas yang disatu-padukan dengan desiran angin segar dari alam pegunungan Pulau Flores, hingga membuat jiwa dan raga Anda jatuh ke dalam indahnya pelukan mesra pulau mungil yang masih perawan nan eksotis itu.

Bila Anda gemar dengan kegiatan snorkeling, jangan lupa membawa peralatan renang dan perlengkapan snorkeling, karena tempat ini juga menjadi surga tersembunyi bagi hewan bawah laut yang dapat ditemukan selama aktivitas snorkeling. Hewan bawah laut tersebut seperti: Terumbuk karang, Sponges (bunga karang), Nemo, berbagi jenis Ikan beraneka warna, Kerang laut, Bintang Laut, dan pelbagai jenis Flora-Fauna laut lain yang sangat unik dan asri.

Anda dapat ber-snorkeling mengelilingi pulau ini. Dijamin pasti Anda terpukau dengan keindahan bawah lautnya. Air lautnya juga cukup tenang serta arusnya tidak sederas seperti di spot snorkeling lain di seputaran wilayah Taman Nasional Komodo, karena di sekitar tempat ini terdapat beberapa pulau kecil lain, sehingga terpaan gelombang dan arus kencang dari Laut Flores dapat dihalau oleh pulau-pulau tersebut.

Visibilitas air laut di tempat ini juga sangat jelas, jernih dan bening. Saking bersih dan beningnya kerap kali pengunjung dapat melihat langsung dengan mata telanjang sekumpulan ikan kecil beraneka warna bermain di tepi air dangkal. Jika Anda beruntung, Anda bahkan dapat melihat sekelompok anak Ikan Hiu juga ikut menepi ke pantai, seakan ingin menyapa para pengunjung ke tempat ini dengan sapaan akrabnya “welcome to our paradise”.

Karena keunikan dan keasriannya, banyak wisatawan memasukan pulau ini dalam skema perjalanan wisatanya sebelum mereka mengeksplorasi spot-spot wisata lain di seputaran wilayah Taman Nasional Komodo.

Nah, asyik kan? Ayo! Jangan ketinggalan. Mari berwisata ke Pulau Kelor agar Anda merasakan sensasinya. Akhir kata penulis ingin mengucapkan "Welcome to Labuan Bajo", NTT.(*)

Penulis: Richard Bon
 


 Editor : Pepen Prengky

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Antisipasi Penyebaran Corona,Seluruh Lurah Dumai Timur adakan Sosialisasi Di Bukit Gelanggang Dumai

Rumah Sakit Awal Bros Abaikan Keselamatan Pekerja (K3), Pihak Wasnaker Provinsi Riau Diminta Turun ke Proyek Pembangunan

LBH PMBI Siap Dampingi Masyarakat Menengah Ke Bawah Terkait Persoalan Hukum

Terkait Tumpahan CPO PT. SDS dan Limbah PT. Ivo Mas Tunggal, Komisi III DPRD Dumai Raker Bersama DLH

PT Torganda Segera Dilaporkan, Larshen Yunus: Semoga Tidak Ada yang 'Menetek' dengan Pihak Perusahaan

PDI-P Dumai Gandeng Ormas MPI Perangi Covid-19, Andi Silitongga: Ikuti Protokol Kesehatan dan Anjuran Pemerintah

Berkhidmat di Dunia Pendidikan Jurnalistik, PJC Dumai Gelar Wisuda Akbar Angkatan Pertama

BJ Habibie Akan Dimakamkan di Samping Makam Ainun

Diprediksi H-1, Puncak Arus Mudik dari Kota Tangerang

Pedestrian Untuk Pejalan Kaki Akan Dibangun, Ini Penjelasan Walikota Dumai

Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih

DR YK Desak Polda Riau Netral Periksa Perkara Aktivis Larshen Yunus

Terkini +INDEKS

Sinergi Polisi dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan, Pekarangan Bergizi di Bumi Ayu Tunjukkan Hasil Positif

12 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati
11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026
Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang
09 Juni 2026
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun, Bhabinkamtibmas Cek Langsung Perkebunan Alpukat Warga
09 Juni 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 427 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia, Lima Kru KM Bintang Mas 88 Jadi Tersangka
08 Juni 2026
DPRD Dumai Turun Langsung ke Batam, Jemput Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci
07 Juni 2026
PeHR dan Polres Dumai Bersatu, Mangrove Ditanam untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
06 Juni 2026
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
06 Juni 2026
Kapolda Riau, Wako Dumai dan DPRD Turun Langsung Tanam Mangrove, Perkuat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
05 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 227 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 273 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1888 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1356 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 503 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved