Dugaan Usaha Hiburan Melebihi Jam Operasional
Satpol PP Dumai Minim Penindakan, 'Tajam Ke bawah dan Tumpul Ke atas'
DUMAI, PANTAUNEWS.CO.ID – `Dugaan adanya ‘main mata’ antara oknum pengusaha dengan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai, pantas dicurigai dengan beraninya salah satu usaha hiburan buka melebihi jam operasional. Patroli rutin yang dilaksanakan Satpol PP Kota Dumai hampir setiap hari, tampaknya sekedar formalitas.
Razia masker ditengah pandemi Covid-19 yang sedang dilaksanakan Satpol PP Dumai sempat menjadi cemooh dikalangan masyarakat. Tindakan yang dilakukan Satpol PP Dumai terkesan tajam ke bawah, namun tumpul ke atas.
Sempat diberitakan sebelumnya, salah satu usaha hiburan karaoke Star KTV yang berada di Jalan Merdeka, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Dumai Kota, Jumat, 23/10/2020 dini hari, sekitar pukul 00.15 WIB, tampak masih membuka usahanya walaupun edaran pemerintah Kota Dumai membatasi jam operasional hingga pukul 22.00 WIB.
Pantauan dilapangan, usaha hiburan karoeke tersebut yang masih membuka diluar jam operasional, Minggu, 15/11/2020 dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, tampak acuh dan terkesan tak tersentuh hukum.
Sempat diinformasikan kepada Kepala Satpol PP Kota Dumai H.R Bambang Wardoyo SH, Sabtu, 7/11/2020, terkait bukanya salah satu usaha hiburan diluar jam operasional. Bambang Wardoyo yang mengerahkan personilnya ke TKP, namun karaoke dan pub KTV tersebut digembok dari luar.
“Modus meteran PLN digembok dan patroli sudah singgah tadi,” ungkap Bambang Wardoyo waktu itu.
Dugaan usaha hiburan yang sebenarnya masih buka, waktu itu awak media sempat mendengar musik terdengar keras dan ada beberapa orang masuk ketika patroli bubar. Investigasi kembali yang dilakukan awak media, Minggu, 15/11/2020 dini hari, terlihat beberapa mobil dan sepeda motor berjejer parkir berdekatan dengan lokasi Star KTV.
Awak media mencoba mencari keterangan, berhasil mewawancarai salah satu tukang beca motor yang sedang tampak menunggu penumpang. Ia mengakui, bahwa Star KTV masih buka dan sengaja ditutup dari luar.
“Masih buka kok, saya sedang nunggu sewa,” ungkap penarik beca motor yang tidak mengetahui bahwa sedang ditanyai awak media.
Kesan garang dan tegas kepada kalangan masyarakat bawah, tampaknya dugaan tebang pilih dalam setiap penindakan. Padahal tugas dan fungsi Satpol PP adalah melaksanakan pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah.
Sering kita lihat dilapangan, pedagang kaki lima yang diusir untuk berdagang. Kedai kopi yang di razia karena tidak membayar retribusi PPN 10%, dan bahkan razia –razia di tempat yang mayoritas kalangan pengusaha menengah.
Bahkan, saat ini Satpol PP Dumai gencar-gencarnya melakukan razia masker melaksanakan Perwako dalam rangka pencegahan serta penanggulangi virus corona (covid-19). Namun sangat disayangkan, biaya operasional Satpol PP Dumai yang dibiayai APBD terkesan mubazir dalam setiap penugasan. ***
Penulis: A Sandika Putra


Berita Lainnya
PJS Gelar Rakorsus, Siapkan Strategi Menuju Dewan Pers
Hanafi Dinilai Sebagai Sosok Pemimpin Idola
Membangun Kota Dumai Melalui Kolaborasi: Kisah Perjuangan H Indra Gunawan S.IP, MSi dalam Meningkatkan Kinerja Pemerintah
ABPD 2020 Sudah Rampung, Wako Perintahkan Seluruh Kepala OPD Anggaran Harus Dapat Dirasakan Oleh Masyarakat
Warga Sentil 'Sang Penadah' CPO Beroperasi Tak Jauh dari Lokasi Mapolsek Bukit Kapur
Pimpin Komnas Perlindungan Anak Dumai, Benny Akbar: Cari Solusi Terbaik Terkait Hak Anak
TPQ AL-Ansor Kota Tangerang akan Menggelar Lomba Prakarya 3 Dimensi
Silaturahmi dan Peduli Bersama Zero 42 Sepolwan 30 Serahkan Bantuan Ke Anak Yatim Dan Dhuafa
Jelang Musda I PJS Riau Panitia Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus
Melawan Diskriminasi, Mengukir Masa Depan Jurnalis Kompeten
Dilantiknya Himarohu-Riau 2020 - 2022, Bupati Rohul Berharap Mahasiswa Memberikan Sumbangsih dan Pemikirannya
Kemlu Maklumi China Rayu Ormas Islam RI soal Uighur