Ditengah Pandemi Covid-19
Biaya Tagihan Listrik Membengkak, Masyarakat Bireuen Kecewa
Bireuen, PantauNews.co.id - Kenaikan tagihan pembayaran listrik di Kabupaten Bireuen, ditengah pandemi Covid-19 membengkak, membuat masyarakat merasa kecewa,kenaikan tarif listrik dari perbulan Rp 500 ribu lebih, kini mencapai hampir Rp 800 ribu disetiap bulannya. Hal ini dikatakan Udin, salah seorang masyarakat di Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen kepada wartawan pantaunews.co.id, Selasa (28/7/2020).
Menurut Udin, seharusnya kenaikan tagihan pembayaran rekening listrik ini tidak terjadi, apalagi ditengah pandemi Covid-19, disaat masyarakat mengalami kesulitan untuk mencari nafkah.
Selaku masyarakat Bireuen, dia berharap pihak PLN segera mencari solusinya supaya tagihan pembayaran listrik tidak terlalu tinggi, dugaan kemungkinan besar ada kesalahan dalam perhitungan, meskipun saat ini dilakukan pemotretan meteran oleh oleh petugas PLN.
Tinggi pembayaran listrik di Kabupaten Bireuen bagi pemakaian 4 ampere keatas menyebabkan masyarakat merasa tertekan. Terkait kasus ini, pimpinann PLN Bireuen melalui stafnya saat dikonfirmasi sebelumnya oleh awak media ini, kemungkinan besar membengkaknya tagihan pembayaran rekening listrik ada kemungkinan tergantung kepada pemakaian alat elektronik yang bermerek dan berkualitas tinggi sehingga mampu menyerap listrik cukup besar.
Sementara Kepala PLN Bireuen yang baru bertugas belum bisa ditemui awak media ini untuk dikonfirmasi dan masih dalam keadaan sibuk. (*)
Penulis: Hendra


Berita Lainnya
Perkumpulan PERANGKAP Akan Adukan Beberapa Sekolah Di Tangerang Ke KI Banten
Aktivis GAMARI Soroti Proyek Green House Pekanbaru, Yunus: Sebelum Kami Layangkan Laporan, Mohon Ditindak
Gelper Dan Masalah Kehadirannya di Bengkalis: Apa Yang Harus Dilakukan?
Presiden Joko Widodo Mengaku Kaget, Saat Mengetahui Hasil Olahan Kayu Bisa Menjadi Kain
Peningkatan Jalan Wan Dahlan Ibrahim Diduga Asal-asalan, Besi Beton Berhamburan
Komunitas Grup FB Info Pariaman dan Padang Pariaman Taja 'Nobar' LIDA Indonesia
Banyak Bupati/Walikota Tidak Hadir Rakor, Pengamat: Komunikasi Politik Syamsuar Kurang Bagus
Instruksi presiden di keluarkan guna mempercepat Perbaikan di NTB
Dugaan Tata Kelola Management Keuangan RSUD Dumai 'Gali Lobang Tutup Lobang'
Serbuan Vaksin Kogabwilhan I Dapat Apresiasi Gubernur Kepri
Hasil Monitoring di Lapangan, Bustaman Keluarkan 5 Edaran Himbauan
Gelar Baksos, PP GAMARI juga Peduli Kegiatan Sosial Masyarakat