Terkait Pasien Yang Pulang Dengan Menggunakan Becak Barang
Berikut Klarifikasi Humas RSUD Dumai
Dumai, PantauNews.co.id - Pertemuan pagi hari sekitar pukul 9 pagi bertempat di Gerai Gedang yang ikut dihadiri humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai Supriyanto untuk dapat memberikan keterangan melalui coffe morning di Kota Dumai.
Hal ini terkait salah satu keluarga pasien berinisial Y yang dimintai ongkos jasa ambulance sebesar 100 ribu rupiah untuk mengantarkan ke rumah pasien yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman, belakang SPBU.
Adanya pertemuan pada hari Jumat (10/7/2020) pagi saat coffe morning tersebut dihadiri suami dari pasien berinisial Y tersebut untuk menceritakan peristiwa yang sebetulnya kepada pihak media.
Kejadian ini bermula ketika pasien Y yang menderita penyakit gula ini bermula pada hari Senin malam (6/7/2020) akan pulang ke rumahnya karena belum siap untuk dirawat sebagai langkah pengobatan berikutnya, namun pasien tersebut memutuskan untuk dirawat dirumah.
Kemudian saat pihak keluarga pasien tersebut akan membawa pulang, pihak keluarga pasien mendengar dari salah seorang security RSUD yang menawarkan pengantaran dengan dimintai biaya pengantaran 100 ribu.
Selanjutnya pihak keluarga memutuskan segera pulang dengan menggunakan becak barang, yang akhirnya photo pasien tersebut menjadi viral di sosial media.
Viralnya photo kejadian tersebut direspon oleh komunitas penggiat sosial media Dumai Kompak untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya. Pada hari Selasa (7/7/2020) siang diadakan pertemuan antara Dumai Kompak dan humas RSUD Kota Dumai, Supriyanto.
Ketika hal tersebut dipertanyakan oleh Dumai Kompak dan juga pihak media kepada Humas RSUD Dumai dan juga suami dari pasien berinisial Y, Supriyanto mengatakan akan cross check internal dulu, kemudian pada hari Jumat (10/7/2020) diadakan coffe morning yang mana dalam pertemuan itu terungkap bahwa tidak terbukti terjadi permintaan ongkos untuk jasa ambulance.
Isu adanya uang 100 ribu itu tidak benar dan hal ini dikatakan langsung oleh suami dari pasien Y dalam coffe morning tersebut. "Kabar itu tidak benar yang terjadi pada istri saya, kepulangan Y di karenakan permintaan sendiri, karena tidak mau mengikuti saran dokter untuk di lakukan tindakan selanjutnya dengan penyembuhan penyakit yang di deritanya," ujar suami Y (*)
Penulis: Erwin Komeng


Berita Lainnya
Keterangan Kades Tapos Diduga Ada Kejanggalan
Jalankan Strategi Inisiatif Pemanfaatan Bahan Bakar Ownused, PT KPI Unit Dumai Hemat Biaya Hingga Rp 14,4 Miliar
Rio Husin Nahkodai Barisan Muda LAMR Dumai
KPK Panggil Bupati Bengkalis Tersangka Suap Proyek Jalan
Pemerhati Minta Usut Dugaan Penggelapan Aset di Kantor Kelurahan Teluk Binjai, Jangan Ada Praduga Negatif Ditengah Masyarakat
BEMD Adakan Arisan Pertama di Hutan Wisata Bandar Bakau
Bantu Program Pembangunan Desa, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah akan KKN Di Rawa Rengas
Baderhood TKP Tangerang Raya Peduli Korban Banjir
GAMARI 'Endus' Aroma Busuk PT TAL, Larshen Yunus: Dugaan Ada yang 'Membeking'
Personil Polres Dumai Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Berkala Tahun 2020
Plt. Camat Lamba Leda Utara Pantau Pelaksanaan Ujian Try Out Siswa SMPN 1 Lamba Leda
Masjid Raudatul Jannah Sembilah 4 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing