PILIHAN
Gubernur Riau Tetapkan Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober 2020
Pekanbaru (PantauNews.co.id) - Gubernur Riau Syamsuar menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Penetapan status ini dilakukan untuk mengantisipasi karhutla di tahun 2020.
"Tiga kabupaten yang menetapkan siaga darurat itu Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai. Karenanya kita di provinsi hari ini menetapkan siaga darurat untuk lebih cepat penanggulangan agar tidak terjadi bencana kebakaran lahan yang dapat menimbulkan bencana asap," kata Syamsuar, Selasa (11/02/2020).
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau tahun 2020 di Gedung Daerah Riau, Jl Diponegoro Pekanbaru. Acara ini juga dihadiri Kapolda Riau, Danrem Wira Bima, Danlanud Roesmin Nurjadin, BNPB dan forum rektor.
Status siaga darurat ditetapkan terhitung 11 Februari hingga 31 Oktober 2020. Status siaga darurat karhutla ditetapkan setelah ditemukan karhutla di tiga kabupaten tersebut.
Menurut Syamsuar, berdasarkan data BMKG terhitung Januari-Maret 2020 Riau memasuki musim kemarau tahap pertama. Selanjutnya terhitung bulan Juli-September musim kemarau tahap kedua.
"Luas kebakaran terhitung Januari-Februari sudah mencapai 271 ribu hektare. Sedangkan penegakan hukum di jajaran Polda Riau ada 21 kasus karhutla yang tengah diproses lebih lanjut," katanya.
Syamsuar menyebutkan, luas lahan gambut di Riau ada 4,9 juta hektare atau 54 persen dari luas wilayah Riau. Selain itu masalah yang dihadapi di lapangan, titik kebakaran sulit terjangkau dan kadang petugas kesulitan mendapatkan air untuk memadamkan karhutla.
"Hal ini menunjukkan bencana tidak bisa ditangani secara parsial masing-masing pihak. Perlu kerja sama semua pihak," kata Syamsuar.
Karena itu Pemprov Riau tahun ini lebih cepat menetapkan siaga darurat karhutla agar penanggulangan lebih cepat dilakukan.
"Pada data tahun 2018 lalu ada 178 desa di Riau rawan bencana karhutla. Data tahun 2019 bertambah menjadi 246 desa rawan karhutla. Ini yang perlu kita antisipasi bersama di tahun 2020. Semua pihak harus berkomitmen menanggulangi karhutla agar Riau tahun 2020 ini terbebas dari bencana asap," tutup Syamsuar.
Sumber: Detik.com



Berita Lainnya
Seorang Pria Diringkus Personil Satreskrim Polres Rohul
Ratusan Warga Tuntut Plt Bupati Rohil, Mutasi Penghulu Picu Kegaduhan
Wako Paisal Berharap KMP Tirus Meranti Dapat Menghidupkan Pariwisata Dumai
Seperti Kebal Hukum, Diduga TBS Milik PT SWP Kembali Dijarah oleh Kelompok yang Sama
Polsek Peranap Bekuk Pelaku Cabul ABU
Percepatan Penanganan Banjir di Dumai, Pemko Gandeng BBKSDA Riau
Pagar Besi Kantor Dinas PUPR Dumai Raib, Berikut Tanggapan Riau Satrya Alamsyah
Polda Riau Gerak Cepat Lakukan Penegakan Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Dilakukan Oknum Polwan
Polres Bersama Pemkab Kuansing Lakukan Peninjauan Pedagang Pemasok Bapokmas
Edison: Aspirasi Masyarakat Akan Kita Perjuangkan Dalam Rapat Paripurna
Sapma PP Minta Pemkab Inhu Tutup Operasional PT KAS
Wagubri Tinjau Pekerjaan Aspal dan Jalan Provinsi