• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Sukmawati Dituding Menista Agama, Ini Kisah Sukarno Agungkan Nabi Muhammad

Redaksi

Sabtu, 16 November 2019 10:00:00 WIB
Cetak


Jakarta (PantauNews.co.id) - Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan Koordinator Bela Islam (Korlabi) ke polisi atas dugaan penistaan agama karena membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno. Ini sedikit cerita Sukarno mengagungkan Nabi Muhammad.

Sukarno ternyata merupakan sosok yang religius. Dia memegang teguh keyakinannya terhadap Islam.

Paling tidak, kematangan Soekarno dalam hal beragama teruji saat dirinya benar-benar menjadi sosok nomor satu di negeri ini. Menjadi orang hebat tak membuat dia lupa kepada keyakinannya. Suatu saat, dia pernah dipanggil sebagai nabi oleh rakyat biasa.

Cerita ini disampaikan Soekarno saat berpidato memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta, pada tahun 1963 silam.
Rekaman pidato Bung Karno dalam acara ini diunggah di YouTube oleh akun Zakirin Nabiy pada 31 Desember 2014 dengan judul 'Maulid Nabi Muhammad SAW ~ Presiden RI - Ir. Soekarno'.

Kisah ini bermula saat Soekarno mengunjungi daerah Jawa Barat. "Duka (entah) di Sukabumi, duka di Garut, saya ini mau dinamakan nabi," kata Soekarno di hadapan kaum Muslim yang merayakan hari ulang tahun Nabi Muhammad SAW.

Pada masa-masa itu, kharisma Soekarno memang melebihi rock star manapun. Setiap pidatonya bisa membuat rakyat bengong, terpesona, bersemangat, dan perasaan lainnya. Tak hearan bila orang-orang menjadi kelewat fanatik dan mengira dia adalah nabi.

"Apa sebab (saya dipanggil Nabi)? Karena Bung Karno adalah nabi yang telah menemukan Pancasila," kisah Soekarno di acara yang dihadiri oleh Menteri Agama Saifuddin Zuhri ini.

Jadi orang yang ingin menyebut Soekarno sebagai nabi itu mengira Pancasila adalah agama yang dibawa oleh 'nabi' Soekarno. Pemahaman demikian jelas salah.

Soekarno menegaskan kepada orang-orang yang fanatik itu, bahwa dia bukan nabi. Pada titik inilah Soekarno berpegang teguh kepada keimanan Islamnya.

"Stop! Saya bukan nabi. Nabi Muhammad adalah yang terakhir!" kata Soekarno tegas disambut tepuk tangan orang-orang di Istana Negara.

Lebih lanjut, Soekarno menjelaskan Pancasila bukanlah agama melainkan ajaran, ideologi, dan falsafah negara. Dan Soekarno juga tak menyebut dirinya sebagai penemu Pancasila, melainkan hanya penggali Pancasila. Karena sejatinya Pancasila sudah dijiwai oleh orang Indonesia sejak dulu jauh sebelum Soekano lahir.

Pada pidato ini, Soekarno menyebut nama-nama orang besar dari berbagai negara. Orang besar itu adalah pemimpin bagi setiap bangsanya. Di hadapan kaum Muslim, dia menyebut nama Gamal Abdul Nasser, Rosa Luxemburg, Otto von Bismarck, Mao Tse Tung (Mao Zedong), Sun Yat Sen, Plekhanov, Stalin, Garibaldi, George Washington, dan sebagainya.

"Siapa berani berkata Gandhi (Mao Tse Tung, Stalin, Garibaldi, Washington) tidak pernah bersalah? Tetapi nabi, rasul, tidak pernah bersalah! Muhammad tidak pernah bersalah!" kata Soekarno disambut riuh tepuk tangan.

Sebelumnya, Korlabi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi atas dugaan penistaan agama. Anak keempat Sukarno dan Fatmawati itu dilaporkan atas ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno.

"Kami Korlabi mendampingi Ibu Ratih atas nama pribadi/muslimah dengan melaporkan Sukmawati atas dugaan penghinaan kepada Nabi Muhammad dengan apa yang dikatakan oleh Sukmawati, yaitu membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad," jelas Sekjen Korlabi Novel Bamukmin dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2019).

Laporan Ratih itu tertuang dalam nomor LP/7363/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 15 November 2019. Sukmawati dilaporkan atas tuduhan penistaan agama Pasal 156a KUHP.

Sumber: Detik.com


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pedestrian Untuk Pejalan Kaki Akan Dibangun, Ini Penjelasan Walikota Dumai

Setelah Negatif Covid-19, Anak Ny. Marta Diberikan Surat Keterangan

Ketua SPN Kota Dumai Serahkan SK Kepada PUK PT STA, Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

Peringatan 10 November, PMII dan IPMM Kota Dumai Ziarahi Makam Pahlawan

Uniknya Desa Jonggrangan di Klaten, Banyak Warga Terlahir Kembar

Polwan Jajaran Polres Dumai Salurkan Bantuan Sembako

Klarifikasi Pemilik PAUD di Jakbar yang Diviralkan 'Kedok Prostitusi'

Bakti Sosial Bantuan Covid 19 Kejari Dumai

PPP Siapkan Evaluasi untuk Meningkatkan Elektabilitas Ganjar-Mahfud

Peningkatan Jalan Wan Dahlan Ibrahim Diduga Asal-asalan, Besi Beton Berhamburan

Pemilihan Ketua RT/RW Di Cimone Jaya, Kota Tangerang Berlangsung Demokratis dan Guyub

LAMR Dumai Melakukan pemotongan 2 ekor Sapi Qurban.

Terkini +INDEKS

JMSI Dumai Resmi Dilantik, Ahmad Dahlan Tekankan Profesionalisme dan Integritas Media Siber

10 September 2026
Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit
10 September 2026
Siap Melahirkan Generasi Akademis Baru. Ketua STAI Ar Ridho Resmi Tutup Sidang Skripsi
09 September 2026
Usbu Ta aruf STAI Ar Ridho Ditutup, Dr. Budi Setiawan Titip Pesan untuk 38 Mahasiswa Baru
09 September 2026
37 Mahasiswa Baru Siap Menapaki Dunia Kampus, STAI Ar Ridho Gelar Usbu Ta aruf 2026
09 September 2026
Ketua Tim Penggerak PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam Lantik Bd Marini Winawan Sebagai Ketua TP KK dan Bunda Paud Pekaitan
08 September 2026
Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026 melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp
08 September 2026
DPRD Rohil Gunakan Hak Inisiatif Ajukan Rokan Hilir Hijau
07 September 2026
Karmila Sari Minta Kepala Sekolah Siapkan Data untuk Program Revitalisasi
06 September 2026
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu

Dibaca : 365 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 603 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 258 Kali
Aktivis Minta Pers Kawal Pengusutan Dugaan Korupsi Dana CSR BI
Dibaca : 599 Kali
Atlet Taekwondo Kota Dumai Siap menunjukkan Kemampuan Terbaiknya Dalam Riau Challenge 2026
Dibaca : 233 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved