• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

Sukmawati Dituding Menista Agama, Ini Kisah Sukarno Agungkan Nabi Muhammad

Redaksi

Sabtu, 16 November 2019 10:00:00 WIB
Cetak


Jakarta (PantauNews.co.id) - Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan Koordinator Bela Islam (Korlabi) ke polisi atas dugaan penistaan agama karena membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno. Ini sedikit cerita Sukarno mengagungkan Nabi Muhammad.

Sukarno ternyata merupakan sosok yang religius. Dia memegang teguh keyakinannya terhadap Islam.

Paling tidak, kematangan Soekarno dalam hal beragama teruji saat dirinya benar-benar menjadi sosok nomor satu di negeri ini. Menjadi orang hebat tak membuat dia lupa kepada keyakinannya. Suatu saat, dia pernah dipanggil sebagai nabi oleh rakyat biasa.

Cerita ini disampaikan Soekarno saat berpidato memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta, pada tahun 1963 silam.
Rekaman pidato Bung Karno dalam acara ini diunggah di YouTube oleh akun Zakirin Nabiy pada 31 Desember 2014 dengan judul 'Maulid Nabi Muhammad SAW ~ Presiden RI - Ir. Soekarno'.

Kisah ini bermula saat Soekarno mengunjungi daerah Jawa Barat. "Duka (entah) di Sukabumi, duka di Garut, saya ini mau dinamakan nabi," kata Soekarno di hadapan kaum Muslim yang merayakan hari ulang tahun Nabi Muhammad SAW.

Pada masa-masa itu, kharisma Soekarno memang melebihi rock star manapun. Setiap pidatonya bisa membuat rakyat bengong, terpesona, bersemangat, dan perasaan lainnya. Tak hearan bila orang-orang menjadi kelewat fanatik dan mengira dia adalah nabi.

"Apa sebab (saya dipanggil Nabi)? Karena Bung Karno adalah nabi yang telah menemukan Pancasila," kisah Soekarno di acara yang dihadiri oleh Menteri Agama Saifuddin Zuhri ini.

Jadi orang yang ingin menyebut Soekarno sebagai nabi itu mengira Pancasila adalah agama yang dibawa oleh 'nabi' Soekarno. Pemahaman demikian jelas salah.

Soekarno menegaskan kepada orang-orang yang fanatik itu, bahwa dia bukan nabi. Pada titik inilah Soekarno berpegang teguh kepada keimanan Islamnya.

"Stop! Saya bukan nabi. Nabi Muhammad adalah yang terakhir!" kata Soekarno tegas disambut tepuk tangan orang-orang di Istana Negara.

Lebih lanjut, Soekarno menjelaskan Pancasila bukanlah agama melainkan ajaran, ideologi, dan falsafah negara. Dan Soekarno juga tak menyebut dirinya sebagai penemu Pancasila, melainkan hanya penggali Pancasila. Karena sejatinya Pancasila sudah dijiwai oleh orang Indonesia sejak dulu jauh sebelum Soekano lahir.

Pada pidato ini, Soekarno menyebut nama-nama orang besar dari berbagai negara. Orang besar itu adalah pemimpin bagi setiap bangsanya. Di hadapan kaum Muslim, dia menyebut nama Gamal Abdul Nasser, Rosa Luxemburg, Otto von Bismarck, Mao Tse Tung (Mao Zedong), Sun Yat Sen, Plekhanov, Stalin, Garibaldi, George Washington, dan sebagainya.

"Siapa berani berkata Gandhi (Mao Tse Tung, Stalin, Garibaldi, Washington) tidak pernah bersalah? Tetapi nabi, rasul, tidak pernah bersalah! Muhammad tidak pernah bersalah!" kata Soekarno disambut riuh tepuk tangan.

Sebelumnya, Korlabi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi atas dugaan penistaan agama. Anak keempat Sukarno dan Fatmawati itu dilaporkan atas ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno.

"Kami Korlabi mendampingi Ibu Ratih atas nama pribadi/muslimah dengan melaporkan Sukmawati atas dugaan penghinaan kepada Nabi Muhammad dengan apa yang dikatakan oleh Sukmawati, yaitu membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad," jelas Sekjen Korlabi Novel Bamukmin dalam keterangannya, Sabtu (16/11/2019).

Laporan Ratih itu tertuang dalam nomor LP/7363/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 15 November 2019. Sukmawati dilaporkan atas tuduhan penistaan agama Pasal 156a KUHP.

Sumber: Detik.com


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pemuda Gonjong Limo Dumai Potong Hewan Qurban Perdana

Beberapa Perusahaan Media Bentuk LBH Perisai guna Pendampingan Hukum Kepada Wartawan

Jokowi: AS Punya New York-Washington DC, RI Punya Jakarta-Ibu Kota Baru

Anak Durhaka Bunuh Ibu Kandung Lalu Bakar Rumah Sendiri Minta Maaf

Kodim Boven Digoel Bangun 8 Rumah Program TMMD di Tiga Kampung Distrik Kawagit

Nita Ariani bersama BEMD Bagi-bagi Takjil Ditengah Badai Corona

Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah Lakukan Kunjungan Kerja Ke Makodim 0320/Dumai

Terima Pengurus DPC PJS Kota Pagaralam, Walikota Siap Sukseskan Rakernas di Bumi Sriwijaya

Ketum Perangkap: Sekda Kota Tangerang Tak Maksimal Jalankan Pelayanan dengan Baik

Gauli Pacarnya yang Masih Dibawah Umur Sampai Hamil, Pemuda di Kampar Dijemput Polisi di Rumahnya

Kunjungan DPD KNPI Riau Ke Negara Jiran Malaysia

Novel Baswedan: Lucu dan Aneh Kalau Motif Penyerangan Dendam Pribadi

Terkini +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Langkah Besar STAI Ar Ridho: SK Inpassing Dibagikan, Dosen Didorong Lebih Produktif
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis
25 April 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
24 April 2026
Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan
23 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyata Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis di Seluruh Proses Produksi Kilang
22 April 2026
Wakil Ketua DPRD Rohil Maston Gelar Reses di Desa Bagan Sinembah Barat
21 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

Dibaca : 663 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 358 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1187 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 722 Kali
Erwin Sitompul Disambut Hangat PLT Gubernur Riau dalam Open House Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Dibaca : 928 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved