PILIHAN
Gelontorkan Trillinan Rupiah Subsidi BPJS, Pemerintah Minta Bantuan Sesuai NIK agar Tepat Sasaran
Jakarta (PantauNews.co.id) - Setiap tahunnya, pemerintah memberikan berbagai subsidi untuk masyarakat miskin di Indonesia. Misalnya, Kementerian Pertanian mengucurkan dana bantuan sebesar Rp 36 Triliun untuk memberikan pupuk gratis bagi para petani.
Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp70 Triliun dan Rp25 Triliun untuk memberikan subsidi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Namun sayangnya, dana bantuan sosial tersebut sering kali ditemukan tidak tepat sasaran.
Untuk itu, hari ini Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas-PK) mengundang Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Kepala Badan Statistik Nasional (BPS) Suhariyanto, serta Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fukrulloh untuk mendiskusikan pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai basis data untuk pemberian dana bantuan sosial.
Menurut data BPS, ada 25,14 juta jiwa atau 9,41 persen penduduk Indonesia yang merupakan penduduk miskin. Semua identitas tercatat dengan nomor NIK.
Menurut ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo 9,41 persen penduduk itu merupakan target prioritas dari pemberian dana bantuan sosial.
“Mereka yang seharusnya kita bantu terlebih dahulu,†ujar Agus dalam pertemuan yang dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (22/8).
Dalam kesempatan yang sama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan penggunaan data NIK bisa menjadi salah satu strategi yang tepat agar pemberian dana bantuan sosial bisa tepat sasaran.
Pasalnya NIK merupakan nomer identitas penduduk yang unik dan bersifat khas. Selain itu nomor tersebut bersifat tunggal dan melekat pada setiap penduduk.
“Makna ketunggalan dalam NIK dapat digunakan untuk mengoptimalisasi pemberian bantuan sosial.â€
Sebelumnya, Kementerian Sosial mengandalkan data terpadu yang dikelola oleh Kementerian Sosial. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita sepakat bahwa selanjutnya pihaknya akan menggunakan NIK sebagai basis data dalam memberikan bantuan sosial.
Menurutnya, dengan adanya data yang akurat maka seluruh program bantuan pemerintah bisa tepat sasaran.
“Kami percaya keberhasilan dari berbagai bantuan sosial itu sangat tergantung dari akurasi data.â€
Lewat pertemuan ini seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa data NIK akan digunakan sebagai basis data dalam pemberian dana bantuan sosial.
Sebagai langkah pertama, pihak Stranas PK akan memberikan himbauan kepada semua kementerian yang memberikan dana bantuan untuk memberikan prioritas kepada 9.41 persen penduduk Indonesia yang miskin berdasarkan data BPS tersebut.
Sumber :KPK.go.id



Berita Lainnya
Sari Antoni Kembalikan Uang Rp345 Juta ke Bank Mandiri, Larshen Yunus: Ingat, Korban Anda Ada 6 Orang Pak Dewan!
Anggota DPRD Kota Tangerang, H Jusman Said Lakukan Kunjungan Ke Puskesmas Karawaci Baru
Batu Teritib Dilanda Angin Puting Beliung, Warga Panik dan Berhamburan Keluar Rumah
Menuju Perubahan Desa yang Lebih Baik, Ali Makbud Maju di Pilkades Cikupa
Konsolidasi Internal PB Djarum, KOHATI PB HMI Siap Kawal
Dandim 0715 Dapat Penghargaan dari KPU Kendal
Terkait Surat Edaran, Dedi Saputra Berharap Pemerintah Punya Solusi agar Masyarakat Jangan Miliki Rasa Takut
Walikota Dumai Melepas Kepulangan Pasien 01 Yang Sudah Sembuh
Masyarakat Lamba Leda Selatan Serahkan Tanah ke Pemda Matim
Diduga 'Embat' Bini Tim Sukses, Oknum DPRD Terpilih Disebut 'Biang' Perceraian
Harumkan Nama Dumai Kacah Musik Nasional, Hasan Basri Himbau Dukungan Untuk Havis
Pelayanan Puskesmas Karawaci Baru dan RS Sari Asih Sangat Memuaskan