Aktivis 98 Erwin Sitompul Ungkap Keharmonisan Pemimpin Adalah Cermin Pendidikan yang Berkarakter
PANTAUNEWS, PEKANBARU - Kehangatan hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur Riau itu turut mendapat tanggapan positif dari Erwin Sitompul, S.Pd, seorang aktivis pejuang guru dan mantan aktivis 98 yang kini fokus memperjuangkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru di Riau.
?
?Menurut Erwin, keharmonisan di pucuk kepemimpinan daerah adalah teladan penting bagi semua lini kehidupan, terutama di dunia pendidikan yang sedang berjuang membangun karakter generasi muda.
?
?“Kita patut bersyukur melihat dua pemimpin yang berjalan beriringan tanpa ego. Inilah pelajaran berharga bagi dunia pendidikan, bahwa kemajuan tidak lahir dari persaingan, tetapi dari kebersamaan dan saling menghargai,” ujar Erwin penuh makna.
?
?Sebagai seorang pendidik, Erwin menilai bahwa komunikasi yang baik antara Gubernur dan Wakil Gubernur akan berdampak langsung terhadap keberlanjutan kebijakan daerah, termasuk program yang menyentuh guru dan siswa.
?
?“Ketika pucuk pimpinan kompak dan saling mendukung, maka tidak akan ada program yang terputus di tengah jalan. Dunia pendidikan akan berjalan stabil, dan kesejahteraan guru bisa lebih terjamin,” jelasnya.
?
?Erwin Sitompul juga menyampaikan harapannya agar visi dan misi Gubernur Abdul Wahid dan Wakilnya SF Harianto yakni membangun Riau yang sejahtera, berdaya saing, dan berkarakter bisa benar-benar diwujudkan melalui kebijakan nyata di bidang pendidikan.
?
?“Saya berharap visi besar Pak Wahid dan Pak Harianto bisa diwujudkan dengan memperkuat pendidikan karakter, pemerataan fasilitas sekolah, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh kabupaten dan kota,” ucap Erwin.
?
?Ia menambahkan, keharmonisan dua pemimpin ini semestinya menjadi contoh bagi para kepala sekolah, guru, dan pengelola pendidikan agar bekerja dalam semangat yang sama yaitu sinergi, empati, dan tanggung jawab bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
?
?“Kita ingin melihat semangat kebersamaan itu menular ke ruang-ruang kelas, ke rapat sekolah, ke setiap kebijakan pendidikan. Karena seperti halnya kepemimpinan Wahid–Harianto, pendidikan juga harus dibangun atas dasar kolaborasi dan hati yang tulus,” tambahnya.
?
?Bagi masyarakat Riau, pemandangan dua pemimpin yang berjalan beriringan ini membawa rasa optimis baru.
?
?Di tengah situasi politik yang sering diwarnai perbedaan, keharmonisan Abdul Wahid dan SF Harianto menjadi contoh kepemimpinan yang membumi dan menyejukkan.
?
?“Pemimpin yang saling menghargai akan melahirkan rakyat yang saling percaya. Dari kehangatan inilah lahir kebijakan yang berpihak kepada rakyat, terutama untuk pendidikan yang memerdekakan dan masa depan Riau yang lebih beradab.” katanya kembali
?
?Erwin juga menilai dengan langkah seirama dan semangat gotong royong, Abdul Wahid dan SF Harianto kini tidak hanya memimpin Riau, mereka sedang menanamkan nilai-nilai harmoni dan kebersamaan yang akan menjadi dasar kuat bagi masa depan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Riau.


Berita Lainnya
3 Anggota DPRD Dumai Beberkan Kronologisnya, Achi: Mohon Pahami Apa Itu Mosi dan Kewenangan Partai
Menjadi Bupati Bengkalis Terpilih, Kasmarni: Hari Ini Hilangkan Perbedaan
Kepentingan Politik Menjadi "berhala" Pada Akhirnya Akan Menyisakan Kejahatan Moral Berlapis-Lapis
Dr Dede Farhan Gelar Bimtek Teknik Pemetaan Lumbung Suara dalam Pemasaran Politik
Diduga Lakukan Kampanye Hitam, Relawan Paslon Pilkada Dumai Diamankan Warga
Warga Batak Antusias Dukung Paslon 03 untuk Dua Periode
Imbas Kericuhan, Musda Golkar Inhu Diambil Alih DPD I Golkar Riau
Diskusi Bersama Tokoh Muda Dumai, Ketua SPN Dumai Komitmen Kan Dukungan Untuk Pemenangan Paslon 03
H Syaiful Milah, Anggota DPRD Kota Tangerang Bicara Anak 'Haram' Demokrasi
Pencalonan Paruntungan Pane ke DPRD Riau Dapil V Ditanggapi Politisi Senior PDI Perjuangan Kota Dumai
Menangkan Paisal-Amris , Iktab Dumai Rapatkan Barisan
Syaiful Amri Datuk Domo 'Diatas Angin', Kehadiran Ketua PPP Riau 'Sinyal Keras' Terkait Kekosongan Kursi Wawako Dumai