Politik Uang atau Bantuan Sosial? , Bazar Pasar Murah di Kampanye Paslon Walikota Dumai Menuai Kritik
PANTAUNEWS, DUMAI – Salah satu pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Dumai tengah menjadi sorotan setelah menggelar kampanye yang dibarengi dengan bazar pasar murah. Di bazar tersebut, minyak makan kemasan 1 kg/Liter dijual dengan harga yang sangat rendah, yakni hanya Rp2.000. Padahal, harga minyak di pasaran saat ini berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, menjadikan selisih harga tersebut terlalu signifikan untuk dianggap wajar.
Bazar pasar murah ini, yang secara jelas menarik minat masyarakat untuk hadir, memicu keCurigaan di tengah publik. Banyak yang mempertanyakan motif di balik strategi ini, apakah murni bagian dari kepedulian sosial atau upaya terselubung untuk menarik dukungan suara dengan cara yang kurang etis.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinannya terkait taktik ini. “Itu modus saja sebenarnya, mana ada harga minyak makan seharga Rp.2.000/kg di Indonesia ini. Tentu sangat tidak masuk akal. Janganlah para Paslon ini membodohi masyarakat di masa kampanye seperti ini,” katanya dengan nada kecewa.
Ia menegaskan pentingnya pendidikan politik yang sehat dalam setiap kampanye, bukan sekadar memainkan emosi dan kebutuhan dasar masyarakat dengan cara-cara yang tidak masuk akal. “Masyarakat kita juga harus lebih cerdas. Jangan mau dibodoh-bodohi hanya karena minyak murah saat kampanye, lalu memilih paslon yang hanya modal jualan minyak Rp.2.000,” lanjutnya.
Warga ini juga menekankan bahwa seharusnya paslon lebih fokus pada penyampaian visi, misi, dan program nyata yang akan membawa perubahan positif bagi Kota Dumai jika mereka terpilih.
"Ini bukan soal minyak murah, tapi soal masa depan kota kita. Kalau pilih hanya karena iming-iming sesaat, Dumai bisa saja terjebak dalam kepemimpinan yang tidak membawa kemajuan," tegasnya.
Fenomena ini membuka diskusi lebih luas tentang etika kampanye politik dan bagaimana paslon seharusnya bertanggung jawab dalam membangun kesadaran politik yang benar, bukan dengan pendekatan yang terkesan manipulatif. Masyarakat Dumai diimbau untuk lebih bijak dalam memilih pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan jangka panjang, bukan sekadar tergiur janji-janji kampanye yang tidak realistis.
Bersama untuk Kota Dumai yang Lebih Baik.


Berita Lainnya
Gelombang Politik Baru, Raffi Ahmad Calon Pilkada Jateng?
Uwo Amris Nyatakan Siap Maju di Pilkada Dumai
Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di Kantor Demokrat
Hengkang dari Partai NasDem, Mukhtar Optimis dan Yakin 'Berlayar' bersama PKS Dumai
Paisal Menerima SK B1KWK dari Partai Nasdem: Insyaallah Partai Lain Menyusul
DPR RI Dorong Pemerintah Gandeng Kelompok Buruh Bahas Aturan Turunan UU Cipta Kerja
Menjelang Kongres PDIP 2025, Ales Saprijon Serukan Kader Dumai Siaga Hadapi Upaya Perusakan Partai
Rencananya Akan Diumumkan SK Dukungan DPP Demokrat di 4 Kabupaten/ Kota, Roni Bakara: Intinya Kita Dengar Saja Besok
Dianggap Ramah dan Peduli, Himpunan Waria Solo Dukung Gibran Maju Pilkada
Indra Gunawan Dikabarkan akan Dilantik Wali Kota Dumai sebagai Sekdako
Pencalonan Paruntungan Pane ke DPRD Riau Dapil V Ditanggapi Politisi Senior PDI Perjuangan Kota Dumai
Dalam Pelaksanaan Pilkada Desember Mendatang,KPU Riau Belum Mengajukan Penambahan Anggaran