Gaji Honorer Petugas Kebersihan Toba Dipotong , Ketua PJS Toba: Human Error atau Penyalahgunaan Wewenang
PANTAUNEWS.CO.ID, TOBA - 103 Tenaga Honorer Petugas Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Toba harus menerima kenyataan pahit. Gaji mereka untuk bulan Mei 2024 dipotong Rp 500 Ribu.
Pemotongan ini sontak menuai protes dari para Honorer dan menimbulkan pertanyaan besar: Apakah ini murni "Human Error" atau ada "Penyalahgunaan Wewenang"?
Kekecewaan Honorer dan Protes Ketua PJS Toba
Salah satu Honorer, ST, mengungkapkan kekecewaannya. "Saya hanya terima gaji Rp 1.250.000, padahal seharusnya Rp 1.750.000. Pekerjaan kami berat, berjemur di panas dan bersentuhan dengan sampah," keluhnya.
Kekecewaan ini diamini oleh Ketua PJS Toba, Berlin Yebe Marpaung. Ia menyayangkan pemotongan gaji tersebut dan mempertanyakan logika di baliknya.
"Bagaimana mungkin bagian kesejahteraan yang diperjuangkan dengan susah payah bisa salah input oleh stafnya?" tanya Berlin dengan nada geram, Rabu (12/06/2024).
Klarifikasi dari Kabid dan Bendahara DLH
Saat dikonfirmasi, Bendahara DLH, Lasmauli Sinambela, membenarkan adanya pemotongan tersebut. Ia menjelaskan bahwa hal ini berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2024.
"Uang Rp 500 Ribu tersebut akan dibayarkan di bulan Juli dengan sistem rapel," ungkap Lasmauli.
Kabid PPLB3PP, Rina Sondang, mengakui kesalahannya dalam menginput data. Ia menyebutnya sebagai "Human Error" dan perubahan sistem penginputan dari Kementerian.
Kecurigaan "Penyalahgunaan Wewenang"
Meskipun Kabid Rina telah meminta maaf dan berjanji untuk menyelesaikan masalah ini, Berlin Yebe masih memiliki keraguan.
"Alasan Human Error tidak masuk akal," tegasnya. Ia menduga ada "Penyalahgunaan Wewenang" di balik pemotongan gaji ini.
Berlin pun mendesak Kadis DLH, Rajaipan Sinurat, untuk memberikan klarifikasi dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.
"Ini bukan hanya soal Human Error, tapi juga penyalahgunaan wewenang," tegasnya penuh geram.
Kasus ini menjadi sorotan tajam terhadap pengelolaan anggaran di DLH Toba. Masyarakat berharap agar kasus ini diusut tuntas dan keadilan ditegakkan.**


Berita Lainnya
Kapolri Perintahkan Polisi Humanis Sikapi Warga Sampaikan Aspirasi
Ketua DPC PJS Tanjung Jabung Barat Dikeroyok, Ketum PJS Minta Kapores Utus Tuntas
SPKKL Bali Bakamla RI Tingkatkan Koordinasi Stakeholder Terkait
Ketum PWRI Dr. Suriyanto PD: Momentum HPN 2023 Tingkatkan Kualitas Insan Pers
Hadiri Rakernas di Jakarta, DPC PJS Waykanan Adakan Rapat Pengurus dan Anggota
Peserta Nggak Perlu Cetak Lagi Kartu JKN-KIS, Tinggal Pakai NIK
Kepala Bakamla RI Lepas Kendaran Pengangkut Bantuan Peduli Semeru
Kasus Djoko Tjandra, Propam Masih Periksa 2 Jenderal Polisi
Prabowo-Gibran Umumkan Kabinet Merah Putih, Kolaborasi Pengalaman dan Inovasi
Polri Gelar Bakti Kesehatan Bagi Masyarakat Rempang
Debby Susanto Bantah Kedekatannya dengan Mantan Menteri Edhy Prabowo
Kapolri Paparkan 5 Manajemen Kontijensi Tangani Zona Merah Covid-19