• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Nasional

Kekhawatiran Indonesia Soal Potensi Konflik Tiongkok-Taiwan Karena Campur Tangan AS

PantauNews

Senin, 18 Desember 2023 14:07:54 WIB
Cetak
Sukron Makmun (Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Analis Geopolitik Internasional

PANTAUNEWS.CO.ID, JAKARTA: Konflik antara China dan Taiwan menjadi salah satu isu geopolitik yang paling kompleks dan bergejolak di Asia. Konflik ini bisa berpotensi terjadi kembali dan dapat menjadi hal yang mengkhawatirkan Indonesia. Taiwan akan mengadakan pemilu pada tanggal 13 Januari 2024. 

Sukron Makmun (Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Analis Geopolitik Internasional mengakatan, kekhawatiran ini juga bisa datang dari campur tangan Amerika Serikat. 

“Karena selama ini Taiwan memiliki hubungan khusus dengan AS, dan terus meyakinkan AS untuk membangun hubungan lebih dalam, terutama dalam bidang ekonomi dan militer,” jelasnya, Senin 18 Desember 2023. 

Jika perseteruan antara AS dan Tiongkok yang dipicu perseteruan selat Taiwan–terjadi, yang kebetulan Indonesia ada di tengah-tengah, maka di Indonesia akan rawan konflik dalam negeri. 

“Apalagi Indonesia adalah negara demokrasi yang punya banyak potensi konflik terutama karena faktor SARA. Ini mudah dimanfaatkan oleh proxy AS untuk menciptakan instabilitas, sedangkan Kebijakan One China Policy secara tegas dan lugas selalu disampaikan oleh delegasi Indonesia pada setiap forum internasional dan forum bilateral. Indonesia dan Tiongkok merupakan dua negara besar yang saling bersahabat.” sambungnya. 

Menurutnya, AS juga telah memendam perseteruan dengan Tiongkok, dan Taiwan hanya sebagai alasan AS untuk menyerang Tiongkok. Konflik perseteruan AS versus Tiongkok sangat terkait dengan faktor sejarah. Partai politik Taiwan dikelompokkan berdasarkan latar belakang ideologinya menjadi koalisi Pan-Green dan koalisi Pan-Blue. Koalisi Pan-Green dipimpin oleh the Democratic Progressive Party (DPP) yang mendukung Taiwanisasi dan gerakan kemerdekaan Taiwan/ untuk mendirikan Taiwan sebagai negara yang berdaulat penuh. Sedangkan Koalisi Pan-Blue dipimpin oleh Kuomintang (KMT) yang cenderung lebih menyukai identitas nasionalis Tiongkok ketimbang identitas Taiwan yang terpisah dan lebih menyukai kebijakan lebih lembut dan hubungan ekonomi lebih besar dengan RRT. 

Konsensus politik mengenai prinsip Satu China telah diakui kembali sebagai pijakan utama. Pengakuan terhadap Konsensus 1992( prinsip Satu China) yang tidak diakui oleh otoritas DPP, sedangkan diakui KMT. Yang penting, pengakuan tersebut harus dinyatakan secara jelas tanpa keraguan, tanpa ambiguitas, dan tidak menimbulkan berbagai persepsi negatif yang bisa dianggap sebagai taktik politik abu-abu. 

Kolaborasi antara DPP (Taiwan) dan AS dalam upaya mencapai kemerdekaan Taiwan dapat mengancam kepentingan nasional Tiongkok, dan dapat menyebabkan ketegangan yang luar biasa antara Taiwan dan Tiongkok. Sejak Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik (DPP) mengambil alih kekuasaan, situasi di Selat Taiwan mengalami eskalasi yang cukup signifikan. 

Konflik kawasan belahan Timur jauh dengan potensi konflik Laut China Selatan, wilayah perairan yang memanjang dari Barat Daya ke arah Timur Laut, berbatasan di sebelah Selatan dengan 3 derajat Lintang Selatan antara pulau Sumatera dan pulau Kalimantan (Selat Karimata) dan sebelah Utara dibatasi oleh Selat Taiwan dari ujung Utara ke arah pantai Fukein. 

“Mungkinkah terjadi perang militer di Selat Taiwan, sementara Tiongkok adalah mitra ekspor utamanya Taiwan? Apakah mungkin terjadi konflik senjata antara AS-Tiongkok, jika secara perdagangan AS masih bergantung pada Tiongkok? Dalam hal ekspor, Tiongkok merupakan partner ranking ke-2, dan partner nomor wahid dalam impor. AS dan sekutunya yang seolah musuhan, justru menjadi partner dagang terbesarnya Tiongkok,” katanya.  

Sukron berpendapat, calon pemimpin Taiwan harus lebih realistis bahwa upaya disintegrasi dari Tiongkok lebih banyak minus ketimbang positifnya. Perpecahan semakin melemahkan, sebaliknya, reunifikasi justru semakin saling menguatkan dan mempercepat kesejahteraan. Kedua sisi selat sama-sama diuntungkan. Isu keamanan regional harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai salah langkah. Sekali salah pilih pemimpin bisa berakibat fatal. Prinsip-prinsip dasar yang diperlukan untuk memelihara stabilitas harus konsisten, dan tidak bergantung pada partai/ kekuatan politik mana pun yang akan memegang kekuasaan pada tahun 2024, karena, Tiongkok –sesuai dengan prinsip Satu China– tidak akan mengubah pendekatannya atau mendorong proses reunifikasi semata-mata karena pergeseran kekuasaan politik di Taiwan. Harus ada upaya untuk menjaga perdamaian di Selat Taiwan dari kedua belah pihak. Kedua, masyarakat Taiwan perlu menyadari –lebih dini– bahwa apa yang dikatakan AS sebagai “kepedulian dan pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan” adalah isapan jempol belaka. Faktanya, AS mengesampingkan kepentingan geo-politik, geo-strategi, nilai-nilai dan sejarah Tiongkok-Taiwan. AS hanya fokus pada kepentingannya sendiri yaitu, dominasi global dan penjualan senjata. Konflik di Timur Tengah bisa dijadikan pelajaran. 

Agenda reunifikasi merupakan tujuan utama Tiongkok. Tiongkok juga memberi alternatif lebih lunak berupa tawaran “satu negara dua sistem” kepada Taiwan, seperti yang sudah berlaku di Hongkong dan Macau. 

“Calon pemimpin Taiwan harus sadar bahwa Tiongkok telah menjelma menjadi kekuatan adidaya baru dunia, bahkan diprediksi akan segera melampaui AS dan sekutunya dalam waktu tidak terlalu lama. Lebih baik bergabung dengan kekuatan besar yang –secara geografis– lebih dekat ketimbang berharap pada yang jauh, apalagi yang jauh itu, secara riil kekuatan dan pengaruhnya semakin menurun,” paparnya. 

***


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Kapolri Paparkan Dua Hal yang Harus Diantisipasi Hadapi Libur Nataru

Pertamina Berambisi Menjadi Perusahaan Energi Global Terkemuka Dengan Reputasi Baik, Diakui Sebagai Environmentally Friendly

Pocari Sweat Run Indonesia 2022 Kembali Hadir

Kapolri: Kita Butuh Bersatu Melawan Covid-19

Susunan Direksi Pelindo 1

Potensi Kerugian Pertamina Akibat Sengketa Hukum Kontrak LNG CCL

Bangun Sinergitas Penguatan Kelembagaan KI Babel Kunjungi Kejati Babel

Bakamla RI Salurkan Bansos Korban Erupsi Semeru dan Percepatan Vaksinasi

Ketum PJS Kutuk Aksi Penganiayaan Jurnalis di Kawarang

Amien Rais Jawab Isu Kritik Jokowi agar Anak Jadi Menteri: Gundulmu!

Panglima TNI Terima Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi TNI AL

Jubir Luhut: 500 TKA China Dibutuhkan untuk Mempercepat Pembangunan Smelter

Terkini +INDEKS

Sari Dumai Oleo Tingkatkan Akses Jalan bagi Masyarakat Lubuk Gaung

27 Juli 2026
Merasa Bahagia dan Bangga diIkut Sertakan Tarian Zapin Bagan, Pengawas Dlh Rohil Berikan Klarifikasi
24 Juli 2026
STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Gandeng Guru Besar UIN Suska Riau
24 Juli 2026
Melebihi Standar, Kabupaten Rohil Berhasil Pecahkan Rekor MURI Melalui Tari Sapin Bagan
24 Juli 2026
Jawaban Bupati Rohil Atas Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Pandangan Umum Fraksi -Fraksi DPRD Rohil Atas Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Rapat Paripurna DPRD Rohil Dengan Agenda Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Oleh Bupati
21 Juli 2026
Aisya Fhatih Az Zahra, Dara Berbakat Rohil 2026, Kunjungi STAI Ar Ridho Bagansiapiapi
20 Juli 2026
STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Gelar Pembekalan Dosen dan Mahasiswa KKN-PPL Angkatan XIV
20 Juli 2026
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
20 Juli 2026

Terpopuler +INDEKS

PT KIMI Berdarah Ketua PWRI Kabupaten Siak desak Seluruh Pihak yang Melanggar Hukum Dipidana Biar Ada Efek Jera

Dibaca : 309 Kali
Dituding Alihkan Pokir ke Luar Dapil, Anggota DPRD Dumai Muhammad Al Ichwan Hadi Beri Klarifikasi
Dibaca : 306 Kali
Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, JMSI Kota Dumai Berbagi Rezeki untuk Masyarakat
Dibaca : 240 Kali
Erwin Sitompul Sebut Data Kemendagri Membuktikan Program MBG Tidak Menurunkan PAD Riau, Justru Menghemat APBD Rp45 Miliar
Dibaca : 354 Kali
Dua Perusahaan Galangan Kapal di Siak Riau Kebanggan Bupati Afni.z di Hentikan, Dugaan Memanfaatkan Ruang Laut Tanpa Izin
Dibaca : 389 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved