Kuat Dugaan Pemodal dan Oknum Aparat di Inhu Main Mata Terkait Tambang Emas Ilegal dan Berjalan Massive
INHU, PANTAUNEWS.CO.ID - Miris, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang jelas dan terang-terangan dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab tapi tidak ada tindakan berarti dari yang berwenang.
Massive pola yang dilakukan oleh segelintir oknum aparat yang bertugas diwilayah Kabupaten Inhu, Riau sehingga dengan mudahnya mengelabui warga masyarakat yang selama ini resah akibat air Sungai Indragiri tercemar.
Dari hasil investigasi media ini dilapangan pada hari ini, Kamis (3/8) diperoleh informasi bahwa oknum penadah biji emas muda dari kegiatan ilegal itu memiliki banyak kaki tangan (jaringan) diwilayah Kabupaten Inhu.
Konon, oknum penadah emas ilegal itu berdomisili di Kecamatan Peranap. Selain berperan sebagai penadah, oknum berduit itu juga memiliki Pocae dengan jumlah puluhan.
"Ada lobi-lobi 'menggairahkan' antara oknum penadah dengan oknum aparat. Sehingga aktivitas PETI langgeng selama ini. Kami warga yang bermukim dipinggiran aliran Sungai Indragiri resah dan takut karena melibatkan oknum aparat. Orang kecil seperti kami tidak apa-apa. Kami takut pak. Kami minta Bapak Kapolda Riau untuk memerintahkan anggotanya turun ke Inhu tertibkan PETI," kata Sayuti warga Kelayang kepada media ini, Kamis (3/8).
Dikatakanya, sebagai yang dia dengar dari mulut ke mulut, penadah emas ilegal warga Peranap itu juga sebagai pemodal utama bagi segelintir warga masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Peranap, Rakit Kulim, Kelayang, Pasir Penyu dan Lirik yang selama ini mengeruk besi mulia dari Sungai Indragiri.
Untuk mengamankan usaha ilegal itu, oknum pemodal diduga kuat telah kongkalikong dengan oknum aparat.
Jika setoran lancar maka aktivitas PETI ikut lancar. Kabarnya nilai setoran dari pemodal (penadah) ke oknum aparat mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan," tambah Sayuti.
Sementara itu, pada hari ini personel Kodim 0302/Inhu jajaran melakukan razia PETI didua lokasi yakni di Kecamatan Kelayang dan Rakit Kulim.
Anehnya, cuma 4 unit Pocar yang ditertibkan dan dibakar dilokasi penambangan. Dua unit di Kelayang dan dua unit di Rakit Kulim.
Kata sumber kepada media ini, sebelum razia PETI dilakukan sudah bocor sejak tadi malam. Cukup beralasan razia sudah bocor karena dari ratusan jumlah unit Pocae hanya 4 empat yang dibakar.
Jika razia benar-benar dilakukan, hasilnya akan aignifikan. Sebab, aktivitas PETI berada di Kecamatan Peranap, Rakit Kulim, Kelayang, Pasir Penyu dan Lirik.
Tapi razia hari ini hanya dilakukan didua lokasi, yakni di Kecamatan Kelayang dan Rakit Kulim.
Masyarakat mempertanyakan keseriusan pihak terkait didalam penegakan hukum kepada para pelaku PETI. (stone)


Berita Lainnya
Doa Syukur dan Harapan, YBM PLN Memberikan Santunan
Tingkatkan Pemahaman Pekerja Terhadap Gizi, PT KPI RU Dumai Gelar Seminar
LPMK Kelurahan Kampung Baru Gelar Khitanan Massal
PAS Berikan Kejutan di Pilkada Dumai, Amris Terima SK DPP Golkar
Ultimatum Buruh: Jika PT. SJIO Mangkir , Mayday Jadi Panggung Perlawanan di KID
Kapitra Ampera: Bubarkan Saja Forkom DPR RI Dapil Riau!
Rian Dwi Al Faroq, S.T Dilantik Sebagai Ketua DPD KNPI Kota Dumai
Seperti Kebal Hukum, Diduga TBS Milik PT SWP Kembali Dijarah oleh Kelompok yang Sama
Paska Hearing Proses Perpanjangan HGU Dengan Komisi II DPRD Rohul, Masyarakat Rokan IV Koto Menolak HGU 2 PT SAI
Objek Retribusi Sampah Jadi 42 Jenis, Warga Pekanbaru Diminta Bayar Sesuai Klasifikasi
Aklamasi, Budiman Nakhodai Karang Taruna Kecamatan Bukit Kapur
Pemilu 2019 Aman,Damai,Sejuk dan Kondusif:Tema Deklarasi yg diusung Polda Riau