Kepala Desa di Aceh Tengah Mengaku Dipaksa Ikut Bimtek, Haji Uma Minta Kapolda Aceh Turun Tangan
JAKARTA, PANTAUNEWS.CO.ID - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma meminta agar Kapolda Aceh Turun tangan melakukan penindakan hukum terhadap oknum instansi tertentu yang terlibat menekan kepala desa di Aceh terkait bimbingan teknis (bimtek) keluar daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Haji Uma menyikapi beredarnya pernyataan salah satu kepala desa atau reje kampung di Aceh Tengah yang mengaku ditekan atau di ancam oknum yang mengaku dari instansi tertentu untuk harus ikut bimtek ke Yogjakarta.
Menurut Haji Uma, selaku anggota Komite IV DPD RI yang salah satunya membidangi APBN termasuk realisasi dana desa, dirinya telah sejak lama menyoroti pelaksanaan bimtek aparatur desa ke luar Aceh .
Pada dasarnya semangat dana desa ini lahir berangkat dari Undang Undang No 6 Tahun 2014 bertujuan supaya dapat meningkatkan ekonomi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat bukan kesejahteraan para oknum yang sudah di gaji oleh Negara,apa lagi dengan dalih Bimtek yang banyak outputnya tidak bisa di rasionalkan
"Selalu anggota Komite IV DPD RI yang membidangi APBN, saya telah lama menyoroti dan menyuarakan perihal bimtek keluar daerah, termasuk adanya pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam mendorong kepala desa di Aceh untuk mengikuti bimtek keluar Aceh", ujar Haji Uma, Senin, (15/05/23).
Haji Uma menambahkan, informasi soal keterlibatan sejumlah pihak tertentu itu diperoleh dari hasil penyerapan aspirasi dengan kepala desa. Bahkan itu sudah menjadi rahasia umum ditingkat desa.
Namun tidak ada yang berani untuk menyuarakan ke ruang publik karena berbagai pertimbangan. Oleh sebab itu, Haji Uma mengapresiasi salah satu reje di Aceh Tengah yang mengangkat hal ini ke media.
"Saya telah pernah menyuarakan ini ke media jauh sebelumnya. Karena itu saya mengapresiasi kepala desa yang mulai berani bersuara. Harapannya ini menjadi inspirasi bagi seluruh kepala desa di Aceh untuk kritis dan berani menolak berbagai intervensi pihak lain dalam tata kelola dana desa di Aceh demi menjaga sasaran anggaran Negara tepat sasaran", pungkas Haji Uma.
"Selain Kapolda Aceh dalam hal proses penindakan hukum, kita juga meminta Pangdam dan Kajati Aceh untuk dapat bersinergi mengawal dana desa dengan menindak tegas setiap oknum dari instansi masing-masing yang terlibat dalam hal pelaksanaan bimtek aparatur desa keluar daerah", pinta senator yang juga menjabat sebagai Pimpinan Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI saat ini
Sebagaimana diketahui, Seorang Kepala Desa atau disebut Reje Kampung di Kabupaten Aceh Tengah mengaku mendapat tekanan atau ancaman dari oknum yang mengaku dari instansi tertentu.
Oknum tersebut mendesak agar Reje Kampung tersebut ikut kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan di Jogjakarta. Bimtek tersebut diselenggarakan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat.
Hal itu kemudian disampaikannya kepada wartawan dari salah satu media pada Kamis (11/5/2023), hingga berita tersebut menyebar dan menjadi bahan pembicaraan publik di Aceh. (Rls/Juliadi)


Berita Lainnya
Yayasan Naga Sakti Aceh Selatan Gelar Kenduri Raya
1.600 Masyarakat Longkib Telah Divaksin
Istri Ketua DPRD Tanah Datar Bersama Tim Aksi Nyata Gerindra Berikan Bantuan
Kapolres Rohil Hadiri Pembukaan Pacu Sampan dan Pacu Boat di Pulau Tilan, Rantau Bais
Isu Maju di Pilgub, Ini Kata Muslim Ayub
Tol Pekanbaru - Rengat Dimulai September 2020
Cegah Illegal Logging dan Karhutla, Dua Kapolres Tanam Pohon
YARA Temui Pj Bupati Aceh Singkil, Sampaikan 4 Catatan Termasuk Putusan PTUN
Zakaria Terpilih Menjadi Kepala Kampong Lae Oram
Personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor Ikuti Donor Darah di Kodim 0118/Subulussalam
Menyandang Lisensi ISO 27001,Telkomsel Masih Kebocoran Data
AKBP Werdha Susetyo: Amar Maruf Nahi Munkar Tugas Semua Komponen Masyarakat