• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Riau
  • Inhu

Tuntut Pencabutan Izin Ops Tambang Batubara di Batang Peranap

Forum Kades: Jika Pemkab Tidak Mau, Biar Kami Yang Cari Solusinya

PantauNews

Rabu, 08 Maret 2023 19:06:02 WIB
Cetak

INHU PANTAUNEWS CO ID - Forum Kepala Desa (Kades) Kecamatan Batang Peranap mengucapkan terima kasih atas upaya Pemkab Inhu untuk memberikan yang terbaik kepada mereka dengan membangun jalan kabupaten.
Surman, Kades Punti Kayu salah satu dari Forum Kades Kecamatan Batang Peranap menyampaikan hal itu dalam rapat tertutup dengan stageholder diruang rapat kantor Bappeda Inhu, Senin (6/3) kemarin.

Dikatakan Surman, bahwa terima kasih itu disampaikan atas upaya terbaik Pemkab Inhu kepada masyarakat Kecamatan Batang Peranap. Dengan menyerahkan izin pemakaian jalan pemda kepada perusahaan tambang batubara. 

Apakah penyerahan itu dilakukan oleh pendahulu mereka, Surman sebut tidak mengetahuinya. Akan tetapi pihaknya mengucapkan terima kasih atas upaya terbaik dari Pemkab Inhu kepada mereka.

Namun, penyerahan itu sampai saat ini tidak berhasil dan malah kondisi jalan kabupaten semakin parah. Bahkan, mereka para petani kelapa sawit tidak bisa lewat lagi dijalan itu.

"Sawit kami untuk lewat dijalan kabupaten itu, jangankan satu mobil, satu janjang bahkan satu butirpun tidak bisa lagi lewat. Kondisi itu yang harus dipahami oleh si pemberi izin. Upaya Pemkab menyerahkan (izin) jalan itu tidak berhasil," tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Surman, pihaknya mengirim surat ke Pemkab Inhu agar meninjau kembali pemberian izin penggunaan jalan tersebut.

Sebab, mereka (Forum Kades) tidak punya kewenangan untuk melakukan apapum disitu karena jalan itu milik Pemkab Inhu.

"Bahkan ADD kami tidak bisa untuk digunakan di jalan itu. Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan sebelumnya, seperti pertemuan dikantor DInas PUPR Inhu kemarin, seperti apa solusinya. Jika ditanya ke kami, ya kami ingin agar operasional perusahaan tambang batubara itu dihentikan, sebelum ada solusi, sebelum jalan itu bagus, stop batubara itu," pungkasnya.

Surman menegaskan, pihaknya secara tegas menginginkan agar di stop izin operasional tambang batubara itu. Dan yang berhak mencabut izin penggunaan jalan kabupaten itu Pemkab Inhu.

Kebijakan penghentian operasional itu dilakukan seperti yang dilakukan oleh Pemprov Jambi dan atau Pemerintah Kabupaten/Kota tentang pelarangan sementara operasional tambang batubara menjelang jalan diperbaik
"Kami tidak melarang mereka tapi kenyamanan kami jangan diusik. Inikan kami tidak bisa lewat lagi. Cuaca yang tidak menentu dan jika turun hujan, tidak usah cerita lagi, kami tidak akan bisa lawat. Kenapa kami tidak bisa lewat. Karena perawatan jalan, yang katanya mereka lakukan, tidak maksimal," tandasnya.

Ditambahkannya, jika disebelah sini dirawat tapi dibelakang sudah menunggu ratusan mobil maka persoalannya tidak akan pernah selesai. 
Bahkan, mereka untuk bisa keluar dari desanya menggunakan kenderaan pribadi harus antri hingga panjangnya berkilo-kilo meter.

"Ditimbun dipinggir-pinggir, tanah yang dipinggir diangkut ketengah jalan tapi kenderaan mereka yang menunggu untuk jalan ratusan armada banyaknya. Jika kondisi itu terus menerus, kapan selesainya jalan itu bisa bagus dan kami nikmati. Maka dari itu kami datang kesini dan menginginkan adanya solusi dari Pemkab Inhu. Kami ingin solusi terbaik dari Pemkab Inhu. Sebab, kami tidak punya kewenangan," ujarnya.

Jika Pemkab tidak mau lagi mengurusi persoalan masyarakat di Kecamatan Batang Peranap, sementara yang datang hari itu para Kepala Desa, apakah Pemkab Inhu masih kurang percaya atas apa yang terjadi.
Terkait siapa dibelakang dan siapa didepan operasional tambang batubara, lanjut Surman, mereka tidak perlu tahu dan bahkan mereka tidak akan takut.
"Jika ada solusi lain dari Pemkab Inhu untuk mengatasi ini, kami berterima kasih. Jangan sampai kami yang mencari solusinya," tegasnya. (stone)


 Editor : Pepen Prengky

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Lurah Pematangreba Bersama Bhabinkamtibmas Bedah Rumah Janda Tuna Wicara

GRIB JAYA DPC Dumai Jalin Silaturahmi dengan LAMR Kota Dumai: Perkuat Sinergi Budaya dan Organisasi

Kapolda Riau Buka Pelatihan Bagi Personel Yang Akan Masuk Masa Pensiun

Angkat Tajuk 'Riau Atensi Berbagi', Founder RGB: Momentum Pers Sentuh Masyarakat

Ngaku Anggota Polres Inhu, Seorang Warga Japura Diborgol Tanpa Sebab

Meski Sudah Ditertibkan, Pelaku PETI di Peranap Diduga Acuhkan APH

Diduga Belum Memenuhi Prosedur, PT Pertamina Gas Membangun Diatas Lahan Masyarakat yang Belum Diganti Rugi

Ketum LAMR: Hindari Perbedaan, Warna dan Kelompok, Pilkada Sudah Usai!

Wahyudi El Panggabean: Masyarakat Semakin Kesulitan Beroleh Informasi Berkualitas

Begini Cara Kemenkeu Dorong Sektor Kelapa Sawit Di Riau

Terhitung 1 Maret 2021, Pelayanan Berobat Gratis di RSUD Dumai

Pemko Pekanbaru: Kurang Sinkronisasi Reses dan Anggaran

Terkini +INDEKS

Wali Kota Dumai Tegaskan Komitmen Jaga Investasi dan Dorong Penyelesaian Polemik TKBM Secara Kondusif

16 Juni 2026
Konsolidasi Perdana di Dumai, FSPMI Riau Perkuat Barisan dan Strategi Perjuangan Buruh
15 Juni 2026
Sinergi Polisi dan Petani, Kebun Kangkung di Purnama Jadi Penopang Ketahanan Pangan
15 Juni 2026
Sinergi Polisi dan Peternak di Dumai Barat, Ketahanan Pangan Nasional Diperkuat dari Pekarangan Warga
14 Juni 2026
Sambut 1 Muharram 1448 H, KNPI Dumai Gelar Tabligh Akbar Bersama Ustaz Dennis Lim
13 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Bagan Keladi Dampingi Petani, Pekarangan Bergizi Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional
13 Juni 2026
Ibu Muda di Kampung Penyengat Sungai Apit di terkam buaya Saat mandi di Sungai Metas
13 Juni 2026
Sinergi Polisi dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan, Pekarangan Bergizi di Bumi Ayu Tunjukkan Hasil Positif
12 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati
11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 232 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 278 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1923 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1367 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 512 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved