• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Sumatera

Perjalanan Industri Kelapa Kopyor di Labuhan Batu Menghadapi Berbagai Tantangan

PantauNews

Jumat, 14 Oktober 2022 15:23:13 WIB
Cetak

LABUHAN BATU, PANTAUNEWS.CO.ID - Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan negara Indonesia. Tanaman tersebut menduduki peringkat ke-3 didunia dengan produksi 1,1 ton ha. Tanaman kelapa dibagi menjadi tiga yaitu kelapa Dalam, Kelapa Genjah dan kelapa hibrida dengan berbagai varietas.Kelapa kopyor mungkin menjadi salah satu jenis kelapa yang tidak asing bagi penikmat kelapa muda di Labuhan Batu.

Kelapa kopyor secara ilmiah adalah kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah  yang cirikan dengan daging buah yang bertekstur gembujr serta rasa yang gurih pada buah muda. 

Industri kelapa kopyor boleh jadi dianggap remeh dan terpinggirkan dibandingkan dengan industri yang jauh lebih populis di Labuhan Batu semisal kelapa sawit dan karet.

Keberadaan buah kelapa kopyor sangat diminati oleh masyarakat Labuhan Batu karena keunikan dan keaslian buah tersebut, maka perlu adanya pelestarian dan perkembangan budidaya pembibitan kelapa kopyor khususnya di Labuhan Batu.

Persebaran kelapa kopyor masih terbatas di wilayah perkebunan Jawa dan Sumatera Timur dengan perkembangan petani ataupun pekarangan. Daerah yang menjadi titik sentralisasi produksi kelapa antara lain Sei Berombang, Tanjung Harapan, Aek Nabara hingga Populasi tanaman kelapa kopyor di Labuhan Batu tersebar ditiga kecamatan yaitu Bilah Hulu, Bilah Hilir dan Labuhan Bilik yang notabene menjorok kearah Pulau Sikantan.

Tiga kecamatan tersebut merupakan sentra tanaman kelapa kopyor dan umumnya berupa kopyor tipe genjah. Luas area tanaman kelapa kopyor selama 5 tahun mengalami fluktuatif.Pada tahun 2016 total luas area sebesar 1.002,31 ha dengan produjksi sebesar 745.000 butir.Mengalami penurunan pada tahun 2017 dengan luas area 993,27 ha dengan produjksi sebsar 531.327 butir (BPS Labuhan Batu).

Pembibitan kelapa kopyor secara tradisional menhasilkan produk kelapa berupa kopyor yang rendah. Cara perbanyakan yang dilakukan oleh petani yaitu menanam buah normal yang diambil dari tandan buah yang menghasilkan buah kopyor.Peluang mendapatkan tanaman yang jmampu menghasilkan buah kopyor lebih rendah dibandingkan dengan bibit yang dikembangkan dengan jmetode kultur embrio.Presentase tanaman yang mampj menghasilkan buah kopyor akan lebih rendah dikembangkan dari kelapa kopyor tipe Dalam yang ada di petani.Berbeda halnya dengan perbanyakan kelapa kopyor menggunakan metode kultur embrio diharapkan akan diperolehj tanaman kelapa kopyor yang dapat menghasilkan lebihj tinggi 90% buah (IPB, 2020).

Fenomena menurunnya jumlah produksi kelapa kopyor menjadikan harga kopyor dipasaran bersentimen meningkat, dari penjual pasar, penjual buah. Harganya sendiri menjadi Rp 20.000 per buah Hal ini ditandai dengan belum diketahuinya pemahaman tentang kebutuhan pasar, perbaikan kualitas produk kelapa kopyor, hingga pada penjualan diberbagai sektor hulu ke hilir.Petani kopyor sendiri mengalami kerugian yang diestimasi dar berkurangnya kualitas air buah kopyor, menipisnya dinding buah daging, hingga kualitas rasa yang kurang gurih.

Kita berharap pemerintah pertanian melakukan track kebijakan dan tidak menganaktiikan pasar kelapa kopyor dibandingkan dengan segmen industry lain, seperti kelapa sawit maupun karet.Kebjikjan digunakan untuk memulihkan dan mengoptimalisasikan pertanian dan sector produksi kelapa kopyor dari hulu ke hilir. (Halomoan Sirait)


 Editor : Pepen Prengky

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Unit Intel Kodim 0311/Pessel Amankan Kurang Lebih 10 Kubik Kayu

H. Afrizen: Asrama Haji Padang Siap Sukseskan Kongres ke-4 AGPAII

Petugas Polairud Polda Sumbar Sambangi Wisatawan Pantai Padang

Ingatkan Wako Subulussalam, Dolly S Cibro: Jangan Gunakan Mobil Dinas Untuk Mudik Bagi ASN

Anggota DPRK Ini Minta Dishub Perbanyak Rambu Lalulintas

Personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor Ikuti Donor Darah di Kodim 0118/Subulussalam

Operasi Kepolisian Terpusat, Kapolres Rohil Isa Imam Syahroni Lakukan Kunjungan dan Supervisi Pos Pengamanan Balam KM.8

Tindaklanjuti Laporan Warga, Haji Uma Kunjungi Lokasi Kemunculan Harimau di Aceh Timur

Sah!! Ramadhan Fair II Resmi Dibuka Walikota Subulussalam

KASN Layangkan Surat Penegasan ke Pj Bupati Singkil

4 Pelajar SMAN 2 Padang Panjang Dilaporkan Tersesat di X Koto Tanah Datar

Merasa Haru dengan Jamaah MPTT-I, Malim Sabar Meneteskan Air Mata

Terkini +INDEKS

Sinergi Polisi dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan, Pekarangan Bergizi di Bumi Ayu Tunjukkan Hasil Positif

12 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati
11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026
Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang
09 Juni 2026
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun, Bhabinkamtibmas Cek Langsung Perkebunan Alpukat Warga
09 Juni 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 427 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia, Lima Kru KM Bintang Mas 88 Jadi Tersangka
08 Juni 2026
DPRD Dumai Turun Langsung ke Batam, Jemput Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci
07 Juni 2026
PeHR dan Polres Dumai Bersatu, Mangrove Ditanam untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
06 Juni 2026
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
06 Juni 2026
Kapolda Riau, Wako Dumai dan DPRD Turun Langsung Tanam Mangrove, Perkuat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
05 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 225 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 273 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1886 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1356 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 500 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved