• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Sumatera

Perjalanan Industri Kelapa Kopyor di Labuhan Batu Menghadapi Berbagai Tantangan

PantauNews

Jumat, 14 Oktober 2022 15:23:13 WIB
Cetak

LABUHAN BATU, PANTAUNEWS.CO.ID - Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan negara Indonesia. Tanaman tersebut menduduki peringkat ke-3 didunia dengan produksi 1,1 ton ha. Tanaman kelapa dibagi menjadi tiga yaitu kelapa Dalam, Kelapa Genjah dan kelapa hibrida dengan berbagai varietas.Kelapa kopyor mungkin menjadi salah satu jenis kelapa yang tidak asing bagi penikmat kelapa muda di Labuhan Batu.

Kelapa kopyor secara ilmiah adalah kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah  yang cirikan dengan daging buah yang bertekstur gembujr serta rasa yang gurih pada buah muda. 

Industri kelapa kopyor boleh jadi dianggap remeh dan terpinggirkan dibandingkan dengan industri yang jauh lebih populis di Labuhan Batu semisal kelapa sawit dan karet.

Keberadaan buah kelapa kopyor sangat diminati oleh masyarakat Labuhan Batu karena keunikan dan keaslian buah tersebut, maka perlu adanya pelestarian dan perkembangan budidaya pembibitan kelapa kopyor khususnya di Labuhan Batu.

Persebaran kelapa kopyor masih terbatas di wilayah perkebunan Jawa dan Sumatera Timur dengan perkembangan petani ataupun pekarangan. Daerah yang menjadi titik sentralisasi produksi kelapa antara lain Sei Berombang, Tanjung Harapan, Aek Nabara hingga Populasi tanaman kelapa kopyor di Labuhan Batu tersebar ditiga kecamatan yaitu Bilah Hulu, Bilah Hilir dan Labuhan Bilik yang notabene menjorok kearah Pulau Sikantan.

Tiga kecamatan tersebut merupakan sentra tanaman kelapa kopyor dan umumnya berupa kopyor tipe genjah. Luas area tanaman kelapa kopyor selama 5 tahun mengalami fluktuatif.Pada tahun 2016 total luas area sebesar 1.002,31 ha dengan produjksi sebesar 745.000 butir.Mengalami penurunan pada tahun 2017 dengan luas area 993,27 ha dengan produjksi sebsar 531.327 butir (BPS Labuhan Batu).

Pembibitan kelapa kopyor secara tradisional menhasilkan produk kelapa berupa kopyor yang rendah. Cara perbanyakan yang dilakukan oleh petani yaitu menanam buah normal yang diambil dari tandan buah yang menghasilkan buah kopyor.Peluang mendapatkan tanaman yang jmampu menghasilkan buah kopyor lebih rendah dibandingkan dengan bibit yang dikembangkan dengan jmetode kultur embrio.Presentase tanaman yang mampj menghasilkan buah kopyor akan lebih rendah dikembangkan dari kelapa kopyor tipe Dalam yang ada di petani.Berbeda halnya dengan perbanyakan kelapa kopyor menggunakan metode kultur embrio diharapkan akan diperolehj tanaman kelapa kopyor yang dapat menghasilkan lebihj tinggi 90% buah (IPB, 2020).

Fenomena menurunnya jumlah produksi kelapa kopyor menjadikan harga kopyor dipasaran bersentimen meningkat, dari penjual pasar, penjual buah. Harganya sendiri menjadi Rp 20.000 per buah Hal ini ditandai dengan belum diketahuinya pemahaman tentang kebutuhan pasar, perbaikan kualitas produk kelapa kopyor, hingga pada penjualan diberbagai sektor hulu ke hilir.Petani kopyor sendiri mengalami kerugian yang diestimasi dar berkurangnya kualitas air buah kopyor, menipisnya dinding buah daging, hingga kualitas rasa yang kurang gurih.

Kita berharap pemerintah pertanian melakukan track kebijakan dan tidak menganaktiikan pasar kelapa kopyor dibandingkan dengan segmen industry lain, seperti kelapa sawit maupun karet.Kebjikjan digunakan untuk memulihkan dan mengoptimalisasikan pertanian dan sector produksi kelapa kopyor dari hulu ke hilir. (Halomoan Sirait)


 Editor : Pepen Prengky

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

TBVC Sukses Dilaksanakan, Ini Tanggapan Ketua PBVSI Pengcab Subulussalam

Dolly Cibro Nyatakan Maju Sebagai Calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Subulussalam

Rakernas Senat Mahasiswa PTKIN se-Indonesia Komitmen Mengawal Isu-isu di Indonesia

Bupati Aceh Tamiang: SKPK Harus Fokus dan Terarah

Tuding Pihak BKPSDM Tak Becus, Ratusan Pelamar CPNS di Subulussalam Tak Lulus Seleksi Administrasi

Sairun: Waktu Evaluasi Selama Enam Bulan, Jika Gagal Dicopot

Wahh!! Baru Empat yang Mengantongi SIU Perternakan Ayam Broiler Di Kota Subulussalam

Dugaan Kebocoran Data Pribadi,Denny Siregar Minta Pertanggungjawaban Telkomsel

Apa Benar Semua Mobil Dinas di Plat Hitamkan? Begini Tanggapan YARA Subulussalam

Walikota Subulussalam Putuskan Pilkampong Makmur Jaya Diulang, YARA Menduga Karena Adiknya Kalah

Siswi SLB Negeri Syech Abdur Rauf Kota Subulussalam Raih Juara | di Tingkat Nasional

Gugatan PTUN Terhadap Walikota Subulussalam Masih Berlangsung

Terkini +INDEKS

21 Mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Ikuti Sidang Seminar Proposal

12 Maret 2026
Dirut Agrinas Absen Rapat DPR, Polemik Program Koperasi Desa Merah Putih Menguat
12 Maret 2026
Sah..Usai Terima SK DPC Pekanbaru S Hondro Siap Berbenah
12 Maret 2026
Warga Israel Berebut Keluar Negeri, Bandara Ben Gurion Kacau Usai Rudal Iran Hujani Tel Aviv
11 Maret 2026
Guru Karawang Gugat Negara ke MK, Anggaran Pendidikan Diduga Tergerus Program Makan Bergizi Gratis
11 Maret 2026
252 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Dihentikan Sementara, BGN Temukan Pelanggaran
10 Maret 2026
Safari Ramadan di Dumai, PT Krakatau Bandar Samudra Santuni Yatim dan Pererat Kolaborasi Stakeholder Pelabuhan
06 Maret 2026
Bea Cukai Dumai Tegaskan Kooperatif dan Transparan, Serahkan Dokumen Lengkap kepada Kejagung dalam Penyidikan Kasus CPO
05 Maret 2026
Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
05 Maret 2026
Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan
05 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan

Dibaca : 255 Kali
Kasus Laka Maut Bukit Datuk Dumai, Anak Korban Resmi Gandeng Pengacara, Proses Hukum Dikawal Ketat
Dibaca : 302 Kali
Aktivis dan Pengamat pendidikan Riau, Minta PLT Gubernur Riau Segera Copot Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau
Dibaca : 1504 Kali
kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai: Insan Pers Terus Menjadi Mitra Dalam Menyebarluaskan Informasi
Dibaca : 223 Kali
Dua Bersaudara Harumkan Dumai di Kejuaraan Karate Piala Dandim 0320, Deretan Prestasi Nasional Ikut Mengiringi
Dibaca : 313 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved