Baliho Hadie Hartanto Terpampang di Pusat Keramaian, Apakah ini Bukti Walikota Dumai Minta Dukungan?
DUMAI, PANTAUNEWS.CO.ID – Hampir genap setahun Walikota H Paisal SKM MARS memimpin Kota Dumai tanpa didampingi ‘sang wakil’. Berbadai presepsi dan asumsi ditengah tengah masyarakat bahkan ada yang menduga Walikota dan sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kota Dumai ini tak menginginkan adanya wakil walikota hingga berakhirnya jabatan.
Pantauan dilapangan, tampaknya Walikota Dumai masih leluasa menjalankan roda pemerintahan tanpa didampingi adanya sang wakil. Padahal, anggaran untuk pembiayaan pemilihan dan sekaligus pelantikan wakil walikota Dumai ini sudah disiapkan. Namun tampaknya jika tak digunakan akan dikembalikan lagi ke kas APBD atau alias SILPA.
Sejak memasuki bulan suci Ramadhan, ada pemandangan unik dipusat keramaian dan terpasang baliho megah tepatnya di Jalan Jendral Sudirman. Sosok calon wawako dari Partai NasDem Hadie Hartanto yang banyak belum diketahui profilnya ini mengucapkan kepada umat muslim menunaikan ibadah puasa pada baliho.
Hadie Hartanto merupakan salah satu calon wawako yang diusulkan oleh Partai NasDem Dumai saat itu masih dijabat Yusman sebagai ketua. Seiring waktu, nama nama kandidat dari Partai NasDem ini sempat tergerus dengan munculnya pernyataan Ketua DPW PPP Provinsi Riau H Syamsurizal bahwa kursi wawako Dumai milik partai berlambang Kabah. Apalagi saat diketahui, Walikota H Paisal akan memimpin Partai NasDem Dumai.
Pemerhati publik di Kota Dumai Irwan menyebutkan bahwa saat ini Walikota H Paisal dirundung dilema sangat berat. Dalam satu sisi, H Paisal harus mengambil keputusan cermat dan ancamannya tahun 2024 mendatang.
“Asumsi publik dengan gestur Walikota Dumai saat ini, tampak kelihatan ia menginginkan wakilnya dari sesama kader parpol yakni NasDem atau tidak ada wakil sama sekali,” ucap Irwan memprediksikan, Rabu (13/4/2022).
Dugaan kata Irwan, bahwa H Paisal tidak tertarik kandidat dari PPP. Irwan tidak ingin menjelaskan secara detail, kenapa alasan Walikota Dumai Paisal tidak tertarik calon yang diusung dari PPP. Informasi terangkum, ada 3 sosok kandidat dari PPP Dumai yakni Samsul Bahri, Syaiful Amri Datuk Domo dan Hj Jufrida.
“Ini bahasa dugaan, ayo kita buka lembaran ketika Paisal – Almarum Amris mendapatkan dukungan PPP di Pilkada 2020 lalu,” katanya memberikan dengan bahasa kiasan.
Selanjutnya kata Irwan, jika H Paisal memaksakan sesama kader internal untuk mendampinginya memimpin Kota Dumai, dugaan ini akan menjadi ancaman terberatnya untuk memang atau bahkan maju kembali di Pilkada 2024 mendatang.
Nama Hadie Hartanto sempat digadang-gadangkan sebelumnya menjadi kandidat kuat untuk mendampingi Walikota Dumai H Paisal. Namun, entah kenapa sosok Cawawako Dumai yang diinginkan H Paisal ini tiba tiba menghilang dan kembali mengibarkan sayap.
“Baliho itu merupakan kode keras,” tukasnya lagi.
Diketahui ada 4 kandidat wawako dari Partai NasDem Dumai yakni H Abdul Gafar, Hj Haslinar, Yulia Putra dan Hadie Hartanto yang nama namanya sudah dikantongi DPW. Namun seperti dikabarkan sebelumnya, keempat nama nama tersebut belum dikirimkan ke DPP. (*)
Penulis: Edriwan


Berita Lainnya
Pencalonan Paruntungan Pane ke DPRD Riau Dapil V Ditanggapi Politisi Senior PDI Perjuangan Kota Dumai
Kesal Ditanya Kapan Menikah, Pria di Kampar ini Tega Bunuh Kekasihnya
Sempat Senyap Sejumlah Balon Akibat Covid-19, Ujang Alwi Menyatakan Maju di Pilkada Dumai 2020
Diiringi Ratusan Massa Pendukung, Pasangan Sukiman-Indra Gunawan Resmi Daftar ke KPU Rohul
Ketua DPC Gerindra : Sampai Saat ini Hanya Nita Ariani yang Serius Mengikuti Prosesi Pilkada 2020 Dumai
DPW Partai Perindo Riau Tegaskan Instiawati Ayus Belum Kembalikan Aset ke DPP
H Suherman TRD Siap Maju DPR RI Dapil Sumbar 1
Anies dan Tim Kecil Koalisi Perubahan Sambangi AHY di Kantor Demokrat
Hipemarohi Pertanyakan Ketegasan Bawaslu
Demokrat dan Nasdem di DPRD Bengkalis Pecah Kongsi Gara-gara Klaim Pokir, Emi Sebut Lumrah Terjadi
Soal Pemberhentian Hamdani, Ketua dan Wakil Punya Hak Sama Menjalankan Administrasi
Jansen Sitindaon Ajukan Diri Sebagai Pihak Terkait ke MK Melalui BHPP Partai Demokrat