Gas LPG 3 Kg Mahal dan Langka, YARA Pertanyakan Kinerja Disperindag Kota Subulussalam
SUBULUSSALAM, PANTAUNEWS.CO.ID - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Perwakilan Kota Subulussalam Edi Sahputra Bako, mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kota Subulussalam.
Terkait dengan persoalan langkanya, dan tingginya harga Gas melon LPG 3 kg dengan Harga Enceran Tertinggi (HET), yang ditetapkan Pemerintah Kota Subulussalam.
Menurut ketua YARA perwakilan kota Subulussalam, dengan hasil investigasi Tim nya di beberapa tempat daerah kecamatan Simpang Kiri. dipangkalan resmi gas LPG 3 kg tersebut sering kosong, sehingga warga harus membeli di warung eceran yang tidak resmi dan harga berkisar Rp. 30.000 sampai Rp 35.000.
"Dengan harga segitupun masyarakat sulit untuk mendapatkan LPG 3kg," kata Edi ketua Yara perwakilan subulussalam. Sabtu, (17/10/21).
Masih kata Edi. Sejauh ini kita melihat lemahnya peran Disperindagkop dan ukm kota Subulussalam dalam persoalan gas LPG 3 kg, di kota Subulussalam.
Di tambahkan Edi. Terkait ini kita menduga kuat adanya praktek nakal dibeberapa pangkalan resmi di Kota Subulussalam, dimana kita melihat pendistribusian barang terlihat lancar, dan selalu masuk dengan jumlah yang banyak dipangkalan pengecer resmi. namun barang yang masuk macam disulap hilang seketika.
"ketika warga datang membeli sering mendapati pangkalan dengan stok kosong, namun di warung eceran tidak resmi barang terlihat ada dengan harga jual diatas HET," tambah Edi.
Ketua Yara itu juga berharap Pemerintah Kota Subulussalam, melalui dinas terkait, menertibkan harga, dan kelangkaan gas lpg 3 kg, agar instansi tersebut segera memanggil agent atau pemilik pangkalan resmi yang ada di Kota Subulussalam ini.
"jika ada pihak yang bermain jangan ragu untuk ditindak, dan bila ada pangkalan yang nakal jangan segan-segan untuk disurati dan adukan ke Pertamina agr diberi sanksi tegas dan jika perlu ditutup dan dicabut izinnya," harap Edi.
"Terlebih lagi sulitnya perekonomian akibat dampak pandemi covid-19 ini, kiranya Hal ini menjadi sangat serius untuk perhatian pemko Subulussalam, mengingat persoalan ini tidak pernah tuntas dari dulu, padahal ini untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat banyak, kita berharap tidak bertambah beban masyarakat, karena mahal dan langkanya gas LPG 3 kg," jelas Edi. (Juliadi)


Berita Lainnya
Tabrak Mobil Sawit Parkir Di Pinggir Jalan, Kades Gunong Kapho Meninggal Di TKP
Keberagamam Budaya Dalam Seni Tari Tulo-Tulo di Aceh
Polda Sumbar Berhasil Ungkap Tempat Praktik Dokter Palsu
Dandim 0115/Simeulue Berikan Piagam Penghargaan Kepada Babinsa Terbaik
Peringatan Hari Jadi Subulussalam, Walikota Bintang Pimpin Doa Untuk Alm H Merah Sakti
Jumat Berkah, Seorang Anggota DPRK Subulussalam Bagi-bagi Rezeki
SD Tualang Berantakan, Ini Penjelasan Kepseknya
Kepala Kampong Panji Bantah Gandakan Cap Stempel BPK
Dongkrak Perekonomian, Warga Gampong Padang Beurahan Bentuk Koperasi
Kajari Subulussalam: Bimtek Di Masa Pandemi Covid-19 Bisa Secara Virtual
Ratusan Guru Honorer Mengadu Nasib ke DPRK Subulussalam
Tekan Penularan Covid-19, Bupati Bireun Keluarkan Perbup No 35 Tahun 2020