• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Riau
  • Pekanbaru

Terkait Kekerasan Terhadap Wartawan Di Bengkalis, Ketua DPD PWRI RIAU Angkat Bicara

PantauNews

Jumat, 13 Agustus 2021 00:08:30 WIB
Cetak

PEKANBARU, PANTAUNEWS.CO.ID - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD PWRI) Provinsi Riau Feri Windria sangat menyayangkan terjadinya peristiwa kekerasan terhadap tiga Wartawan saat melaksanakan tugas peliputan atas proses pelaksanaan kegiatan pembangunan pengaman tebing pulau terluar di Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, sekitar pukul 14.30 Minggu (08/08/2021) lalu.

Ia pun meminta aparat kepolisian setempat dan Polda Riau menangkap pelaku, dan otak intelektual dibalik penyerangan itu diusut hingga mendapat hukuman yang setimpal, agar kasus serupa maupun teror lainnya terhadap Wartawan tak terulang di masa-masa mendatang disana dan didaerah lain juga," kata Feri Windria, Kamis (12/08/2021) 
 
Ketua DPD PWRI Provinsi Riau Feri Windria mengingatkan, Wartawan dalam menjalankan profesinya mendapat perlindungan hukum sebagaimana ketentuan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kerja-kerja Wartawan itu meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyajikannya pada publik melalui media massa. Selain itu, pelaku bisa dijerat dengan pasal berlapis sebagaimana rujukan hukum pidana pada KUHPidana, dan pada Pasal 18 undang-undang pokok Pers Nomor: 40 tahun 1999 tentang Pers.

Ke tiga nama Wartawan yang mengalami kekerasan ancaman menggunakan sebilah parang tersebut, Zul Azmi dari Media Pers suaralira.com, Sofyan (bekawan.com) dan Mulyadi (Cibernews.com)

Sofyan bersama dua rekannya telah melaporkan kejadian yang dialami ke Kepolisian Resor Bengkalis Provinsi Riau. Laporan tersebut dibenarkan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan ketika dikonfirmasi Wartawan melalui Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi.

“Memang benar, laporan dari kawan-kawan Wartawan atas pengancaman tersebut sudah dibuat laporannya,” kata AKP Meki Wahyudi.

Sebelumnya, viral dibeberapa gruop tak terkecuali pada tiga GWA resmi media pers berita Harian Berantas, www.harianberantas dan Harianberantas di Kota Pekanbaru-Riau, dilaporkan ada tiga Wartawan yang sedang bertugas di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis diserang oleh salah seorang warga menggunakan parang ketika melakukan tugas peliputan terhadap proyek pengaman pantai pulau terluar di Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, Minggu (08/08/21) lalu.

Dimana dalam proses pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan PT. Paku Bangun Jaya itu dilapangan atau lokasi, diduga ada yang janggal yang berpotensi tidak sesuai kontrak kerja dan rancangan anggaran biaya (RAB).

"Iya benar. Kami bertiga diserang oleh pekerja bernama Is menggunakan parang dan nyaris terkena sabetan ketika melakukan liputan terhadap pekerjaan proyek pengaman pantai disana. Kasus yang kami alami tersebut sudah kami lapor ke Polres Bengkalis," ujar Mulyadi saat ditanya Wartawan.

Kejadian itu berawal sebutnya (Mulyadi), ketika ia bersama dua rekannya Wartawan sampai dilokasi sekitar pukul 12.00 wib. Yang mana saat hendak turun lokasi, pihaknya bersama rekannya telah menginformasikan kepihak Kepala Desa Pambang Pesisir

"Saat Kami sampai dilokasi, kami melakukan pemantauan dan mengambil dokumentasi atas hasil pekerjaan kegiatan milik Pemprov Riau itu. Celakanya, tidak berselang lama datang yang namanya Ishak langsung melontarkan kata-kata yang bernada tinggi terhadap kami yang sedang melakukan peliputan," sebut Mulyadi.

Setelah itu kata Mulyadi, ia bersama dua rekannya mencoba menemui pengawas lapangan bernama Agus Salim untuk menghasilkan wawancara. Karena sebelumnya, Sofyan (Wartawan), sudah menghubungi bersangkutan, dan Agus Salim sendiri meminta untuk datang kerumahnya.

"Ternyata Agus Salim ketika Kami datang dirumahnya tidak muncul. Ketika  dipanggil beberapa kali, akhirnya datang salah seorang warga bernama Anwar mengatakan bahwa Agus Salim tidak berada dirumah," jelas Mulyadi.

Anehnya sambung Mulyadi, “Tak berselang lama, Ishak muncul didepan rumah Agus Salim dengan membawa sebilah parang dan langsung mengayunkannya (Parang) ke arah Saya (Mulyadi) yang waktu itu Saya sedang duduk” kata Mulyadi. 

Karena Saya merasa terancam kata Mulyadi, “Saya pindah duduk ke arah motor. Kemudian Ishak menghampiri Sofyan yang saat itu juga sedang duduk diatas motor dan langsung mengayunkan parangnya ke arah Sofyan. Namun aksi tebasan tersebut cepat dielak Sofyan dan hanya mengenai motor dan tas yang berada di stang sepeda motor.

Karena melihat tebasan tersebut, Sofyan langsung meloncat dari motor namun Ishak tetap mengejar Sofyan dengan mengayunkan parangnya. Sehingga Sofian meminta agar tidak melakukan aksi brutalnya itu," kata Mulyadi.

Setelah mendengar adanya keributan, Agus Salim pun langsung keluar dari dalam rumahnya dan mencoba melerai dan meminta Kami untuk segera pergi dari pekarangan rumahnya.

"Kami menduga Agus Salim sengaja tidak keluar ketika panggil, karena saat kejadian tiba-tiba ia muncul keluar dan melerai Ishak yang brutal mengayunkan parang kepada rekan kami," kata Mulyadi.

Himpunan informasi yang diterima sejumlah pewarta di Pekanbaru, Kamis (12/08/2021) pagi, setelah peristiwa brutal terhadap tiga Jurnalis (korban) di daerah Kabupaten Bengkalis tersebut dilapor ke Polisi, pelaku  telah menyembunyikan diri ke tempat lain.

“Iya Bang. Ishak itu dalam dua hari dan tiga hari sama hari ini tak pernah terlihat lagi. Karena minggu kemaren, dia dikampung sini heboh ada mau bunuh Wartawan pakai parang” kata salah seorang warga Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, Bengkalis saat dihubungi dari Pekanbaru-Riau.(rls)


 Editor : Admin

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Anto Rachman Kembali Terpilih Menjadi Ketua Ikasmansa

Update Perkembangan Covid-19 Kota Dumai, Terjadi Penambahan 1 Pasien Positif Hari Ini

Sijago Merah Mengamuk, Lahap Bangunan SMP Muhammadiyah Ujungbatu

Mengenang Almarhum Affan Kurniawan, Polres Dumai Sampaikan Rasa Duka Cita Mendalam

Agar Jalan Tidak Hancur dan Demi Keselamatan Pengendara, FPAN Pasang Rambu

Dihadiri Bupati Rohil, Yayasan Multi Marga Tionghoa Bagikan 2000 Paket Sembako

Babinsa dan Perangkat Kelurahan Kampung Baru Tinjau Lokasi Diduga Galian Pasir

Ngopi Bareng PLN Bersama Awak Media Inhu

Terkait Calon Sekdaprov Riau, Ini Tiga Nama Diusulkan ke Kemendagri

Oknum Karyawan Indopalm Ribut dengan Pembuat Video, ini Penyebabnya

Satlantas Polres Dumai Bersama Instansi Terkait Bagikan Sembako, Maker, Stiker dan Leaflet

Polres Inhu Ungkap Kasus Pembunuhan IRT di Seberida

Terkini +INDEKS

Club Bola Rajawali United Raih Juara 3 Turnamen Bhutas Cup III

13 September 2026
Erwin Sitompul Desak KPK Turun ke Dumai, Legalitas Tanah Urug Stadion Dipertanyakan
13 September 2026
Jadi Keynote Speaker Workshop UIR, Karmila Sari Bicara Masa Depan Riset di Era AI
12 September 2026
Rutan Dumai Bagikan Hadiah Lomba Hari Kemerdekaan kepada Warga Binaan dan Petugas
12 September 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Plt Gubernur Segera Ambil Alih Unilak
12 September 2026
Siswa SMA N 2 Tanah Putih Gali Ilmu Budaya di Sekretariat Lembaga Tepak Sirih
11 September 2026
Lestarikan Budaya, Rahmat Pantun Terima Dukungan Penerbitan Buku Pantun dari PHR
11 September 2026
Dari Sungai Pakning ke Pune India: Pertamina Patra Perkenalkan Tata Kelola Ekosistem Gambut Berkelanjutan
11 September 2026
JMSI Dumai Resmi Dilantik, Ahmad Dahlan Tekankan Profesionalisme dan Integritas Media Siber
10 September 2026
Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit
10 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Erwin Sitompul Desak KPK Turun ke Dumai, Legalitas Tanah Urug Stadion Dipertanyakan

Dibaca : 298 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Plt Gubernur Segera Ambil Alih Unilak
Dibaca : 207 Kali
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
Dibaca : 393 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 632 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 262 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved