• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

Alami Banjir Puluhan Tahun Sampai Ada Korban Jiwa

Warga Sukanegara Minta Perhatian Dari Pemerintah Desa

PantauNews

Rabu, 14 Juli 2021 10:57:36 WIB
Cetak

TANGERANG, PANTAUNEWS.CO.ID - Banjir yang terjadi selama berpuluh tahun, tepatnya dari tahun 1998 sampai 2021, warga kampung Tari Kolot RT 11/02 Desa Sukanegara, kecamatan Cikupa, kabupaten Tangerang, belum mendapat perhatian yang maksimal, baik dari Pemerintah Desa Sukanegara, pihak kecamatan Cikupa maupun dari pemerintah kabupaten Tangerang, sehingga, masih mengalami kebanjiran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Indrayana dan Wanto, warga RT 11/02, yang menjadi korban banjir. Menurut Indrayana, saat berjumpa dengan Pantaunews, mengatakan, " kami sudah berpuluh puluh tahun mengalami kebanjira dan saya juga sudah laporkan adanya musibah banjir ini langsung kepada kepala desa, kemudian ke Ketua RW dan RT, tapi tidak ada tanggapan yang serius, memang,  saya pernah dikasih 2 zak semen, tapi saya anggap percuma kalau ga dikasih pasir, mana cukup hanya pakai semen, jalan itu saja saya habis dana sampai Rp 2.000.000,- karena jalan itu sempat ambruk,  bahkan musibah banjir disini sudah memakan korban jiwa sebanyak 4 orang, 1 orang dapat diselamatkan dan  yang 3 orang, meninggal dunia,  akibat terseret arus banjir, tapi tetap saja tidak ada penanganan, baik dari tingkat RT sampai kecamatan dan kemaren  Minggu malam tanggal 11 Juli 2021, kami  mengalami musibah banjir lagi ", ungkap Indrayana.

Ditambahkan oleh Wanto, " peristiwa banjir yang sudah terjadi berpuluh tahun ini, sudah sering kami laporkan, tapi tetap  belum pernah ada tanggapan atau respon, sehingga kami bingung harus melapor kemana, maka nya kami minta kepada Media, untuk menyampaikan hal ini kepada Pemerintah Desa, kecamatan atau pemda kabupaten Tangerang ", tutur Wanto. 

" Harapan kami, semoga kami dapat terbantu untuk bisa  menjembatani, antara kami dengan  Pemerintah daerah, mudah mudahan,  keluhan kami dapat diketahui, didengar dan mendapat respon dari pemerintah daerah,  dan musibah banjir yang kami alami dapat ditanggulangi sehingga kami tidak kebanjiran lagi dan juga saya mohon  supaya kepala desa, RW dan RT dapat  memberikan perhatian dan  kasihanlah sama warga yang terkena banjir, apalagi saya punya anak kecil, kasihan kalau pas malam hari, mengalami kebanjiran, kami ingin supaya kami tidak kena banjir lagi ", harap Indrayana.

Saat akan dikonfirmasi terkait adanya banjir, pada Selasa, (13/7/2021)  Sekretaris desa Sukanegara, tidak bersedia diminta konfirmasinya dan  meminta awak  Pantaunews, untuk minta konfirmasi ke Kasie Pemerintahan Desa, yakni, Yosep.

Menurut Kasie Pemerintahan Desa Sukanegara, " permasalahan banjir, sudah dilaporkan, sama RT dan sama anggota Dewan, memang belum ada tanggapan, dan memang dikarenakan saluran air disana berasal dari desa Bojong dan dari mana mana, mengalirnya kesana, tapi sekarang, banjirnya tidak lama, hanya sepintas, kalau dulu, lebih parah lagi, dan memang debit airnya besar, jadi tidak bisa tertampung ", jelas Yosep.

Ditambahkan oleh Yosep, " kan jalan yang dibelakang ditutup, tadinya dibuka, dan  dibelakang itu, kalau tidak salah, ada Bintang Cikupa (BC), dulu itu saluran airnya besar, mungkin saat ini ada penyimpitan, tapi sekarang ketika hujan reda, air cepat surut, yang jelas, kita sudah mengupayakan dan  laporkan ke kecamatan, lalu dari kecamatan sudah dilaporkan ke pusat, dan melalui musrenbang juga sudah diusulkan, memang belum ada tanggapan, tapi kita selalu mengusulkan saat musrenbang, agar ada penanganan, supaya tidak banjir lagi ", tutur Kasie Pemerintahan.

Saat diminta konfirmasi, Plt Kepala Desa Sukanegara, Suhendi, yang dijumpai dikantor kecamatan Cikupa,  mengatakan, " saya kebetulan baru menjabat Plt Kades, baru kemaren saya dilantik dan saya juga bukan orang sana, jadi belum faham kronologis  terjadinya banjir, hanya tahu memang disana pernah banjir dan memang, untuk saat ini, pemerintah juga belum bisa bergerak, mengingat kondisinya begini,  tapi akan saya upayakan untuk menangani banjir dan akan saya laporkan hal ini ke pak camat, agar ada solusi dalam mengatasi banjir disana ", kata pak Eeng, sapaan akrabnya. (*)

Penulis : Soleh


 Editor : Redaksi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

PLN Lakukan Pemeliharaan dan Pergantian KWH, Ini yang Harus Diketahui Pelanggan

Kejagung Taksir Negara Rugi Rp 13,7 Triliun Akibat Korupsi di PT Jiwasraya

Bapenda Riau Kembali Hapuskan Denda Pajak Kendaraan, Ini Jadwalnya

Pendaftaran Online Peserta Didik Baru SMA/SMK di Riau Resmi Dimulai Hari Ini

Warga Kelurahan Bukit Batrem Indikasi Terkena DBD.

Togar Situmorang Gelar 'Futsal Sehat Bersama Artis Dangdut Jakarta'

Suratman Terima Mandat Kepemimpinan PAC GRIB Jaya Dumai Timur, Siap Besarkan Organisasi di Dumai

Ojek Gerobak, Memetik Rezeki di Tengah Banjir Jakarta

Jubir Luhut Tuntut Said Didu Minta Maaf karena Komentar Penanganan Corona

D.Supriyanto: DPP PWRI Akan Gelar UKW Massal

MAS adalah Jembatan dalam Meraih Ridho Allah

51.2 Persen Saham Freeport Sudah Di kuasai Negara.

Terkini +INDEKS

21 Mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Ikuti Sidang Seminar Proposal

12 Maret 2026
Dirut Agrinas Absen Rapat DPR, Polemik Program Koperasi Desa Merah Putih Menguat
12 Maret 2026
Sah..Usai Terima SK DPC Pekanbaru S Hondro Siap Berbenah
12 Maret 2026
Warga Israel Berebut Keluar Negeri, Bandara Ben Gurion Kacau Usai Rudal Iran Hujani Tel Aviv
11 Maret 2026
Guru Karawang Gugat Negara ke MK, Anggaran Pendidikan Diduga Tergerus Program Makan Bergizi Gratis
11 Maret 2026
252 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Dihentikan Sementara, BGN Temukan Pelanggaran
10 Maret 2026
Safari Ramadan di Dumai, PT Krakatau Bandar Samudra Santuni Yatim dan Pererat Kolaborasi Stakeholder Pelabuhan
06 Maret 2026
Bea Cukai Dumai Tegaskan Kooperatif dan Transparan, Serahkan Dokumen Lengkap kepada Kejagung dalam Penyidikan Kasus CPO
05 Maret 2026
Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
05 Maret 2026
Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan
05 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan

Dibaca : 255 Kali
Kasus Laka Maut Bukit Datuk Dumai, Anak Korban Resmi Gandeng Pengacara, Proses Hukum Dikawal Ketat
Dibaca : 302 Kali
Aktivis dan Pengamat pendidikan Riau, Minta PLT Gubernur Riau Segera Copot Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau
Dibaca : 1504 Kali
kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai: Insan Pers Terus Menjadi Mitra Dalam Menyebarluaskan Informasi
Dibaca : 223 Kali
Dua Bersaudara Harumkan Dumai di Kejuaraan Karate Piala Dandim 0320, Deretan Prestasi Nasional Ikut Mengiringi
Dibaca : 313 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved