• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

10 Preman Legendaris di Indonesia, Begini Sepak Terjangnya

PantauNews

Kamis, 25 Juni 2020 01:13:55 WIB
Cetak
foto ilustrasi, sumber: Net

Riau, PantauNews.co.id - Aksi premanisme di Indonesia sudah ada sejak masa penjajahan. Kata preman yang berasal dari bahasa Belanda, vrijman yang artinya orang bebas. Akibat lilitan ekonomi sekelompok orang melakukan aksi pemerasan.

Hingga akhirnya kata 'preman' sangat identik dengan dunia kriminal dan kekerasan. Ternyata ada banyak preman di Indonesia. Ingin tahu para preman legendaris tersebut? Simak informasinya berikut ini.

1. Sosok legenda preman yang pernah mencekam Tanah Air, dialah Hercules. Pria yang sempat berjaya dan ditakuti, sampai menerima julukan 'kepala preman dari timur'.

TERKAIT
  • LSM Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal Kota Dumai Beri Data Keanggotaan Ke Disnakertrans
  • Lapor Struktur Baru, DPC GANN Kota Dumai Silaturahmi Ke Kesbangpol
  • Minang Marentak!

Terlahir dengan nama Rosario de Marshall saat Timor Leste masih bergejolak, kala itu bernama Timor Portugal sekitar tahun 1960-an.

Sejak kecil hidup di masa penjajahan dari Portugal dan menjadi saksi kematian kedua orang tua akibat bom pada 1978. Nama Hercules disematkan sejak dirinya tergabung dalam Korps Baret Merah, dulu dikenal Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda).

Sesuai dengan mitologi Yunani, sosok Hercules yang terkenal sangar dan bernyali besar. Tak disangka seiring berjalannya waktu, dia memilih jalannya sendiri dan menjadi preman paling ditakuti di Tanah Abang, Jakarta.

Kekuatan Hercules begitu melegenda, tangan kanannya telah putus dan digantikan tangan palsu. Bola mata kanan kini palsu, usai menerima timah panas dari lawan, serta pernah menerima bacokan sebanyak 16 kali namun masih selamat.


2. Aktor sekaligus penjahat pernah disematkan pada Johny Indo. Belum lama ini dirinya kembali pada pangkuan Sang Pencipta pada Minggu (26/1/2020).

Sekian kali dirinya lolos dari perampokan dan menjadi salah satu preman dengan tindak kejahatan yang kejam. Bersama anak buahnya, Johny Indo tega membunuh korban.

Akibat kecerobohan salah seorang anak buahnya, Johny Indo beserta seluruh anggota dapat tertangkap dan dijebloskan di penjara.

Akhirnya Johny memilih taubat dan mengubah nama menjadi Umar Billah. Sosok yang menjadi tokoh utama dakam film 'Johny Indo' tahun 1987 tersebut membagikan hasil rampokannya pada masyarakat miskin, dan memilih hidup sederhana di masa tua.

3. Sosok penjahat legendaris Indonesia yang terkenal sebab perjudian dan sifat filantropinya. Pria yang akrab disapa Olo ini menjalankan bisnis debt collector, tak beda jauh dengan John Kei.

Selain itu, dia mengelola sebuah perjudian besar di Medan. Hingga menyeret Olo Panggabean sebagai penyulut insiden di kawasan Petisah. Pria yang berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara itu meninggal pada April 2009.

4. Kusni Kasdut merupakan preman, penjahat, serta perampok kelas kakap di masa revolusi Indonesia. Kasus terbesar yang pernah menyeret namanya sebab perampokan 11 permata di Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah) pada 31 Mei 1961, melalui penyamarannya sebagai polisi.

Pemilik nama asli Waluyo asal Blitar, Jawa Timur tersebut sampai memiliki julukan penjahat berdarah dingin. Sebagian besar kasus perampokannya, bisa memakan satu korban tewas.

Mendekati hari hukuman mati, Kusni Kasdut bertobat dan memeluk Katolik. Dia meminta diberi waktu sembilan jam di ruang kebaktian Katolik LP Kalisosok bersama seluruh keluarga.

5. Julukan Anton Medan disematkan pada pria kelahiran Tebing Tinggi, Sumatera Utara tahun 1957. Seorang pemuda dengan nama asli Tan Hok Liang pertama kali melakukan aksi premanisme saat usianya masih belasan tahun.

Pada awal tahun 1990-an, Anton Medan terkenal sebagai penjahat kelas kakap, perampok, sekaligus bandar judi. Hingga diduga terlibat dalam kerusuhan Mei 1998.

Meski perjalanan hidup Anton Medan begitu kelam, dia memutuskan untuk bertaubat dan menjadi pendakwah. Dia memeluk Islam pada 1992, serta membangun masjid bernama Tan Hok Liang di areal Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.

6. ulukan Bos LP Cipinang menghiasi nama Slamet Gundul selama mendekam di balik jeruji besi. Dia merupakan pelaku dari 55 perampokan di Surabaya dan Jakarta. Kerap kali dirinya berhasil lolos dari kejaran polisi dan membuat khawatir ibu kota.

7. Gembong preman legendaris selanjutnya ialah Dicky Ambon. Terlahir dengan nama Hendrik Benyamin Sahetapy Engel itu terkenal ganas. Banyak catatan kriminal melekat atas aksi kejinya, yakni perampokan, pencurian, dan pembunuhan. Namanya semakin mencuat sejak melakukan pengeroyokan terhadap seorang prajurit TNI.

8. Preman intelek yang pernah mendekam bersama Kusni Kasdut, dialah Johny Sembiring. Di era 1950-an namanya terkenal sebagai preman dan sudah berulang kali dirinya masuk bui.
Selain itu, Johny Sembiring juga dikenal cerdas dan menguasai banyak bahasa, seperti Sunda, Jawa, Tapanuli, Belanda, Inggris, Jerman, dan Mandarin.

9. John Refra Kei muda menyelinap masuk kapal dari Maluku menuju Surabaya dan merantau ke Jakarta tahun 1990. Namanya begitu ditakuti sebagai narapidana kelas kakap.

Bisnis debt collector yang dijalankan John Kei, berulang kali menyeret namanya pada berbagai kasus kriminal, baik dari penganiayaan hingga pembunuhan.

10. Pemilik nama asli Ronny Syaifudin pernah menjadi preman paling ditakuti di Jakarta. Dirinya sangat erat hubungannya dengan gunia gelap. Berbagai kasus menyelimutinya, seperti perampokan, narkoba dan minuman keras, pencurian, hingga pembunuhan.

Sosok yang pernah mencekam ibu kota tersebut akhirnya memilih jalan kebaikan dan bertaubat. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, Ronny bekerja seadanya.

Sumber: Merdeka.com

 


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman Secara Simbolis Terima Penghargaan Proper Emas langsung dari Wakil Presiden

SPN Berbagi Berkah Dibulan Ramadhan, Mhd Alfien: Dikhususkan Buat Warga Becak Motor dan Becak Sepeda Dayung

Kontraktor: Revitalisasi Monas Tetap Berjalan Sampai Selesai

GRIB Jaya Dumai Hadir di Debat Pertama Calon Walikota Dumai, Dorong Pemilu Damai dan Netralitas ASN

Gelar Muscab Hanura Dumai, Ujang Alwi 'Tantang' Jufrida Rebut Kursi Pimpinan

Ditanggapi Tuntutan, FAP TEKAL Batal Lakukan Aksi Damai ke Pertamina

Akses DPRD Pekanbaru Tertutup Gara-gara Dua Anggota Dewan Terkonfirmasi Positif COVID-19

Peringati Hari Lahir Pancasila, PAC PP Dumai Timur Adakan Gotong Royong Akbar

Dugaan Adanya 'Permainan' PPDB Online Disalah Satu SMAN Kota Tangerang Selatan Mulai Terkuak

Anies Sudah Ajukan Desain Sirkuit Formula E, Tetap Masuk Monas

Kakanwil Ditjenpas Riau Tegaskan Komitmen Perang Lawan Narkoba Dalam Lapas-Rutan

20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong

Terkini +INDEKS

21 Mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Ikuti Sidang Seminar Proposal

12 Maret 2026
Dirut Agrinas Absen Rapat DPR, Polemik Program Koperasi Desa Merah Putih Menguat
12 Maret 2026
Sah..Usai Terima SK DPC Pekanbaru S Hondro Siap Berbenah
12 Maret 2026
Warga Israel Berebut Keluar Negeri, Bandara Ben Gurion Kacau Usai Rudal Iran Hujani Tel Aviv
11 Maret 2026
Guru Karawang Gugat Negara ke MK, Anggaran Pendidikan Diduga Tergerus Program Makan Bergizi Gratis
11 Maret 2026
252 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Dihentikan Sementara, BGN Temukan Pelanggaran
10 Maret 2026
Safari Ramadan di Dumai, PT Krakatau Bandar Samudra Santuni Yatim dan Pererat Kolaborasi Stakeholder Pelabuhan
06 Maret 2026
Bea Cukai Dumai Tegaskan Kooperatif dan Transparan, Serahkan Dokumen Lengkap kepada Kejagung dalam Penyidikan Kasus CPO
05 Maret 2026
Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
05 Maret 2026
Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan
05 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan

Dibaca : 255 Kali
Kasus Laka Maut Bukit Datuk Dumai, Anak Korban Resmi Gandeng Pengacara, Proses Hukum Dikawal Ketat
Dibaca : 302 Kali
Aktivis dan Pengamat pendidikan Riau, Minta PLT Gubernur Riau Segera Copot Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau
Dibaca : 1504 Kali
kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai: Insan Pers Terus Menjadi Mitra Dalam Menyebarluaskan Informasi
Dibaca : 223 Kali
Dua Bersaudara Harumkan Dumai di Kejuaraan Karate Piala Dandim 0320, Deretan Prestasi Nasional Ikut Mengiringi
Dibaca : 313 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved