• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Olahraga

Mantan Pesepakbola Jual Medali Juara, Uangnya buat Beli Narkoba

PantauNews

Kamis, 28 Mei 2020 15:58:00 WIB
Cetak

 

Jakarta (PantauNews.co.id) - Tak semua pesepakbola bisa dapat medali juara Piala Dunia Antarklub. Tapi seorang mantan pemain yang meraihnya malah menjual medali itu demi narkoba jenis kokain.

Menilik dari sejarahnya, Piala Dunia Antarklub baru digelar sejak tahun 2000. Yang tampil adalah enam klub jawara konfederasi, plus satu tim tuan rumah. Sejauh ini ada 10 klub yang berhasil menjuarainya.

Flavio Donizete adalah salah satu pesepakbola yang pernah menggondol medali juara Piala Dunia Antarklub. Ia merupakan mantan pemain Sao Paulo yang menang 1-0 atas Liverpool dalam partai final di Jepang tahun 2005.

Dikisahkan Sport Bible, saat itu Donizete cuma masuk skuad akibat cederanya Leandro Bonfim. Pria Brasil yang kini berusia 36 tahun itu pun tidak bermain dalam partai final di Yokohama, walaupun tetap berhak dapat medali juara.

Namun, dua tahun setelah itu Flavio Donizete terjebak narkoba. Akibat narkoba, ia sampai menjual medali juara Piala Dunia Antarklub demi bisa menikmati barang haram tersebut selama dua hari tanpa keluar rumah.

"Aku menjualnya untuk beli narkoba. Aku menjualnya seharga 7.000 reais (sekitar Rp 19,6 juta)," katanya kepada Globoesporte.

"Aku menghabiskan seluruh uang penjualan untuk kokain. Pengiriman pertama adalah kokain senilai 1.000 reais. Aku terus memakainya selama dua tahun. Semakin banyak uang yang aku dapat, kian banyak narkoba yang aku inginkan."

Selama lebih dari satu dekade, tepatnya 13 tahun, Flavio Donizete berkutat dengan masalah narkoba. Barang dan uang tabungan pun perlahan habis terkuras.

"Aku kehilangan segalanya usai mengenal kokain karena awalnya aku adalah pengguna biasa. Saat kokain menjadi bagian penting dalam hidup, aku mulai kehilangan segalanya," ucapnya.

"Aku menghabiskan uang simpananku, aku tidak bisa hidup tanpa narkoba. Pagi, siang, malam, aku harus pakai kokain. Uang di rekening, barang-barang milikku, semua mulai habis," tutur Flavio Donizete.

Saat ini Flavio Donizete berprofesi selama tukang kebun, setelah sempat mencoba peruntungan di sejumlah klub. Ia sudah bersih sama sekali paling tidak selama 18 bulan terakhir.

"Aku kehilangan segalanya, terkecuali istri, putri, dan keluarga, yang sampai hari ini masih bersamaku. Penyesalan terbesarku adalah mencoba kokain. Itu menghancurkan diriku."

Sumber: Detik.com


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Semarak HUT PIPAS ke-21, PIPAS Rutan Dumai Ikuti Pertandingan Bola Volley

PT LIB Indikasikan Shopee Liga 1 2020 Dimulai Awal Oktober

Memprihatinkan, 9 Atlit Panahan Dumai Tak Punya Biaya Untuk Ikut Kejurprov di Kuansing

Saat Asnawi Dimarahi Ayahnya, Gegara Penalti Singapura yang Gagal

Adriamus Jabat Ketua PBSI Kota Subulussalam Periode 2021-2025

INKAI Dumai Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus Baru, Hamzah Ajak Seluruh Anggota Sukseskan Agenda Besar

Kejurprov PBSI Riau 2025 Resmi Dibuka Wakil Bupati Inhu

Momen HUT RI ke-78, PT KPI Unit Dumai Gelar Funbike Bersama Forkopimda serta Sambangi Patra Seroja Eco-Edupark

Kelurahan Sukajadi Gelar Jalan Santai Semarakkan HUT RI ke-80

Pembukaan Turnamen PBB CUP U-21, Paruntungan Pane: Bermainlah dengan Sportivitas

Liga Ditangguhkan sejak Maret, Kerugian Ditaksir hingga Rp 3 Triliun

Memprihatinkan, 9 Atlit Panahan Dumai Tak Punya Biaya Untuk Ikut Kejurprov di Kuansing

Terkini +INDEKS

Sinergi Polisi dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan, Pekarangan Bergizi di Bumi Ayu Tunjukkan Hasil Positif

12 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati
11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026
Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang
09 Juni 2026
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun, Bhabinkamtibmas Cek Langsung Perkebunan Alpukat Warga
09 Juni 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 427 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia, Lima Kru KM Bintang Mas 88 Jadi Tersangka
08 Juni 2026
DPRD Dumai Turun Langsung ke Batam, Jemput Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci
07 Juni 2026
PeHR dan Polres Dumai Bersatu, Mangrove Ditanam untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
06 Juni 2026
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
06 Juni 2026
Kapolda Riau, Wako Dumai dan DPRD Turun Langsung Tanam Mangrove, Perkuat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
05 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 227 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 273 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1888 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1356 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 503 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved