• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Ekonomi

Belum Genap Sebulan Status Darurat Siaga Covid-19 di Kota Dumai, Tapi Dampak Ekonomi sudah Dirasakan Kalangan Usaha

Redaksi

Senin, 06 April 2020 12:33:00 WIB
Cetak


Dumai (PantauNews.co.id) – Pasca status darurat siaga antisipasi wabah virus corona (Covid-19) di Kota Dumai, sesuai dengan surat edaran dan himbauan Pemerintah Kota Dumai sangat berdampak kepada ekonomi masyarakat.

Baik pemerintah pusat dan maupun pemerintah daerah yang sudah menggalakan pemutusan mata rantai penyebaran virus yang mengancam kelangsungan hidup manusia ini, namun imbasnya sangat berdampak dengan terjadinya penurunan  daya beli masyarakat.

Pantauan dilapangan, hampir seluruh elemen usaha yang ada di Kota Dumai terjadi penurunan yang signifikan dan bahkan ada yang terancam gulung tikar. Penurunan omzet yang berkisar diatas 50%, Hal ini diakui Manager Plaza Ramayana Dept Store Dumai Aldo, pasca wabah Covid-19 melanda di Kota Dumai.

“Ada sekitar 50% penurunan omzet Ramayana Dumai, pasca melonjaknya wabah corona di Kota Dumai,” ungkap Aldo, Minggu (05/04/2020).

Pemberlakukan dan pembatasan jam operasional di Ramayana Dumai sebagai salah satu langkah pemerintah untuk memutuskan mata rantai Covid-19, Aldo sangat mendukung tindakan pemerintah. Ramayana Dumai yang lazimnya memberlakukan 2 shift, pasca edaran dan himbauan berubah menjadi 1 shift.

“Sejak dua minggu yang lalu, kita hanya memberlakukan satu shift kepada karyawan di Ramayana Dumai. Buka jam 12.00 WIB dan tutup jam 20.00 WIB,” jelas Aldo.

Menurunnya intensites dan aktivitas masyarakat pasca merebaknya Covid-19, hal ini berimbas kepada pendapatan dan daya beli dimasyarakat. Hampir seluruh elemen usaha terimbas dampak penyebaran Covid-19, dengan semakin memburuknya perekonomian masyarakat.

Terlihat hampir seluruh titik-titik usaha terjadi kemacetan perputaran uang pasca meningkatnya status Orang Dalam Pemantauan (ODP) ke tingkat Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Kota Dumai. Hal ini, salah satu menjadi indikator kecemasan dan berdampak kepada psikologis dimasyarakat.

Salah satu pengusaha sepatu di jalan Ombak, Rizam Fajar mengungkap hal serupa. Ia meminta kepada pemerintah juga mencarikan solusi agar dampak ekonomi ini tidak semakin memburuk, Senin (06/04/2020).

“Kami juga takut dengan virus corona dan sangat mendukung sekali arahan pemerintah terkait pemutusan mata rantai wabah virus yang sudah mencekam dimasyarakat. Semoga ada kebijaksaan dari pemerintah dan langkah cepat dalam mengatasi persoalan yang menjadi tendisius dewasa ini,” ucap Rizam seraya berharap.

Seperti dikutip berita sebelumnya, pasca penutupan Taman Bukit Gelanggang bagi pedagang yang lazimnya mencari nafkah dilokasi wisata kuliner aset Pemerintah Kota Dumai tersebut juga terimbas. Akibat dengan desakan kebutuhan dan ekonomi, para pedagang tetap bersikuh dan ingin tetap berjualan dilokasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Setelah dilakukan mediasi, pedagang diperbolehkan berjualan, namun tidak dibenarkan menyediakan tempat duduk bagi pembeli dan bersedia mengikuti arahan pemerintah. Walaupun dibenarkan untuk berjualan, namun diakui terjadi penurunan yang sangat drastis omzet penjualan dari rata-rata perhari.

“Kami takut juga sama virus corona, tapi kami juga lebih takut lagi jika anak dan istri kami mati kelaparan,” pungkas salah satu pedagang di Taman Bukit Gelanggang beberapa waktu lalu.

Penulis: Aan Heru Saputra

Editor: Edriwan


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

80 Tahun OCBC NISP Melaju Jauh Untuk Indonesia

Hutan Mangrove di Rambah Pada kawasan konservasi, Ketua Pecinta Alam Bahari Angkat Bicara

Dibawah Pimpinan Jek Hermanto, UMKM Binaan KADIN Dumai Naik Kelas

Dirut CV.BSI Gandeng Karang Taruna Jaya Mukti Tanam Mangggis dan Pinang Batara

Kao, Apical & Asian Agri Rayakan Pencapaian Sertifikasi RSPO Pertama

Cimory Yogurt Squeeze, Cara Baru Nikmati Yogurt

Jamin Standard Higienis Makanan, Kapolres Rohil Pimpin Langsung Cek Kesehatan Relawan SPPG

Terkait Ekonomi RI Minus 5,3%, Ini Kata Sri Mulyani

Sekitar 200 Produk UKM Riau Dipromosikan Via Jual.Buy.com

Rokan Hilir Peringkat 3 MTQ ke 43 Provinsi Riau, dan Kembali Raih Juara 1 Pawai Ta'aruf Berturut-turut

Pemko Ultimatum Agen Ikan di Kota Dumai, Ini Tanggapan Ketua P3B!

Pantas Ekonomi RI Mentok di 5,02%, Inikah Penyebebnya ?

Terkini +INDEKS

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pasar Murah Bagi 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Dumai

29 April 2026
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadhli Pimpin PWI Rohil Periode 2026-2029
29 April 2026
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
29 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Dugaan Kelalaian Serius PT Ivo Mas Tunggal Resmi dilaporkan, Sikap Tegas Dinantikan
28 April 2026
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Langkah Besar STAI Ar Ridho: SK Inpassing Dibagikan, Dosen Didorong Lebih Produktif
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis
25 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat

Dibaca : 650 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 993 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 377 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1207 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 737 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved