• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

Cerita Risma Halaman Rumahnya Dipenuhi Ular Saat Tutup Eks Lokalisasi Dolly

Redaksi

Ahad, 08 Maret 2020 17:23:00 WIB
Cetak


Surabaya (PantauNews.co.id) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berbagi cerita beratnya saat akan menutup kawasan eks Lokalisasi Dolly. Cerita itu ia sampaikan saat memberikan sambutan peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-97.

"Berat sekali saat itu, banyak sekali gangguan saat membubarkan tempat itu," tutur Risma di hadapan ribuan hadirin di Aula Bir Ali Asrama Haji, Sukolilo Surabaya, Minggu (08/03/2020).

Bahkan, menurut Risma, hampir setiap malam halaman kediamannya selalu dipenuhi kiriman ular. Meski begitu, ia tabah dan sabar menghadapinya.

"Tiap malam halaman rumah selalu ada ular, tapi saya kuat," terang wali kota 2 periode itu.

Risma mengaku heran dengan keberadaan kiriman ular-ular yang tiba-tiba memenuhi halaman rumahnya itu. Meski begitu, rumahnya kini sudah aman dari gangguan ular yang entah dari mana datangnya itu.

"Sekarang bapak-bapak kalau lewat sana sudah enggak ada gangguan lagi," terangnya.

Bukan sekali ini Risma bercerita tentang teror yang harus dihadapi saat memutuskan menutup Dolly. Terakhir di di acara d'Yothizen detikcom Goes to Campus di Universitas 11 Maret (UNS) Solo juga Risma membagikan pengalamannya itu.

Saat itu, Risma bercerita tentang dia dan keluarganya diserang teror berupa kiriman-kiriman gaib terkait keputusannya menutup eks Lokalisasi Dolly. Risma menceritakan bahwa sering kali rumahnya tiba-tiba tnampak seperti terbakar atau tiba-tiba ada ular di dalam rumah yang siap menyerang.

Sekelumit cerita Risma seakan membuka tantangan dan penolakan warga saat itu. Lokalisasi Dolly ditutup sejak 2014 lalu. Banyak yang menolak karena dianggap mematikan perekenomian warga, namun sebagian setuju dengan penutupan lokalisasi tersebut.

Bahkan sebagian warga yang tidak setuju Lokalisasi Dolly ditutup melakukan class action Rp 270 Miliar ke Pemkot Surabaya. Meski akhirnya gugatan itu ditolak Pengadilan Negeri (PN) karena salah alamat, namun Risma mengaku tidak ikhlas.

Risma mengaku siap dibunuh, jika masih ada yang ingin mengusik kawasan eks Lokalisasi Dolly-Jarak agar permasalahan di tempat tersebut cepat selesai.

"Kalau memang mau itu (terus berulah), bunuh saya biar selesai. Tapi saya tidak ikhlas kalau anak-anak Surabaya hancur," ucap Risma dengan nada tinggi usai memberikan kuliah umum di Universitas Surabaya (Ubaya) 2018 lalu.

Risma sempat menjelaskan salah satu alasan menutup lokalisasi terbesar se-asia tenggara itu demi masa depan anak-anak di tempat tersebut.

"Kalau tahu ceritanya mengerikan sekali, tapi saya tidak ingin cerita itu. Yang sudah ya sudah, ayo kita mulai bersama sama, masalah mari kita selesaikan. Kita harus tahu ada yang harus diselamatkan, karena masa depan bangsa ini, kota ini ada di tangan anak-anak termasuk anak di Dolly," tegasnya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengungkapkan tidak ingin namanya dikenang maupun disebut karena dianggap berhasil melakukan penutupan lokalisasi.

Kini, warga kawasan eks Lokalisasi Dolly patut dibanggakan. Sebab, warganya ada yang sukses membuat usaha sendiri dibantu pelatihan dari Pemkot Surabaya. Mereka ada yang sukses membuat sepatu, sandal, batik, penjahit, jadi pengusaha tempe dan keripik tempe dan lain-lain.

Sumber: Detik.com


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Kepala BPBD Jelaskan Soal Penolakan Bantuan dari Pemprov DKI

Video Ucapan Anies Baswedan Hebohkan Jagad Maya, Ada Apa dengan Kota Dumai?

Pawai dan Tablig Akbar di Kuantan

PDIP: Dinamika Internal Ingin Gibran Jadi Cawalkot Solo

Masyarakat Apresiasi Pejuang Pemadam Karhutla Riau

Bulog Beberkan Penyebab Harga Gula Tinggi dan Langka

Aparat TNI Berhasil Evakuasi Nakes Korban Kekejaman KST Dari Distrik Kiwirok

DPD I KNPI Riau Buka Sayembara Rp500 Juta, Larshen Yunus: Bagi Siapa yang Mengetahui Lokasi Toko Ritz-Carlton

Operasi Bina Kesuma Muara Takus 2018 Di Kota Dumai

Walhi: Pemda Harus Prediksi Bencana Banjir Kurangi Kerugian Besar

Suka Kunyah Buah Pinang? Manfaatnya Tidak Hanya untuk Gigi

Mantan Bendahara Bapenda Riau akan Jual Aset untuk Ganti Dana Zakat yang 'Disunat' Rp1,1 Miliar

Terkini +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Langkah Besar STAI Ar Ridho: SK Inpassing Dibagikan, Dosen Didorong Lebih Produktif
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis
25 April 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
24 April 2026
Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan
23 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyata Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis di Seluruh Proses Produksi Kilang
22 April 2026
Wakil Ketua DPRD Rohil Maston Gelar Reses di Desa Bagan Sinembah Barat
21 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

Dibaca : 616 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 358 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1183 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 722 Kali
Erwin Sitompul Disambut Hangat PLT Gubernur Riau dalam Open House Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Dibaca : 928 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved