• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

Menumpuknya Guru PNS di Kota, Pengamat Pendidikan: Didesa Tak Ada Mall

Redaksi

Ahad, 02 Februari 2020 20:00:00 WIB
Cetak

Potret Sekolah terpencil didaerah pendalaman (Net)
Pekanbaru (PantauNews.co.id) - Keberadaan tenaga pengajar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Riau belum tersebar merata hingga pelosok desa. Guru PNS lebih memilih bertugas di kota-kota. Akibatnya banyak guru PNS yang menumpuk di kota.Sementara sekolah yang berada di pelosok desa masih kekurangan guru.

Khususnya guru yang telah berstatus PNS.Fenomena ini diungkapkan langsung Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya, Minggu (02/02/2020). Ia mengatakan bahwa potret pendidikan di Riau masih banyak yang perlu diperbaiki.Terutama terkait pemerataan guru, banyak daerah di Riau yang masih kekurangan guru PNS.

Padahal dari sisi jumlah guru PNS di Riau sudah memadai, namun keberadaan mereka belum merata tersebar ke semua daerah. Kondisi ini terjadi karena banyak guru PNS yang tidak mau pindah ke daerah dan hanya menetap pada satu sekolah atau lokasi yang sama seperti di pusat kota.

"Ini salah satu masalah di Riau, mau tidak mau akan kita lakukan pemetaan secepatnya," katanya.

Ia menambahkan, kasus tersebut juga berdampak pada penambahan guru honorer.Akibatnya, banyak guru honorer yang digaji tidak sesuai dengan kinerja dan kemampuannya.

"Kita sudah berusaha untuk tidak menerima honorer apalagi di Pemda. Tapi kondisi di lapangan seperti itu. Anggaran yang dihabiskan besar," ucapnya.

Pihaknya berharap agar tenaga honorer yang sudah lama mengabdi segera diangkat jadi PNS.Meskipun faktanya untuk mengangkat guru honorer menjadi PNS tidak mudah.

Namun dirinya berharap kepada seluruh tenaga pendidik yang ada di Provinsi Riau supaya menjadi guru inspiratif yang kehadirannya dirindukan banyak orang.

Sehingga memotivasi dan menginspirasi para siswa untuk lebih giat belajar dan berprestasi supaya melahirkan generasi yang cerdas dan unggul.

"Sosok guru adalah orang luar biasa. Teruslah memberikan pelayan yang terbaik kepada siswa sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Riau, Soemardi Taher menilai, menumpuknya guru di daerah kota merupakan persoalan lama yang terus berlanjut tanpa ada ketegasan dari pengambil kebijakan. Padahal jumlah guru yang ada di Indonesia termasuk di Riau sudah memadai dengan jumlah sekolah dan siswa yang ada.Hanya saja para guru ini tidak merata sebarannya hingga ke pelosok desa.

Banyak guru apalagi yang PNS itu lebih memilih bertugas di kota. Alasanya bermacam-macam,ada yang alasan karena ingin dekat dengan keluarga, karena sudah punya rumah di kota. Atau alasan lain, misalnya soal fasilitas yang jauh lebih lengkap di kota.

"Sementara di desa, tidak ada tempat hiburan, tidak ada mal," katanya.

Akibat tidak meratanya sebaran guru, tentu berdampak terhadap efektivitas belajar mengajar di sekolah yang ujung-ujungnya berdampak terhadap kualitas pendidikan. Agar persoalan ini bisa diatasi, harus ada ketegasan dari pengambil kebijakan.Harus ada kesempatan antara pemerintah dengan guru khususnya yang PNS agar mau bertugas di desa-desa.

"Kalau ada penerimaan guru PNS yang baru, jangan lagi mereka ditempatkan di kota. Tempatkan mereka di desa-desa yang sekolahnya masih kekurangan guru. Jadi tidak menumpuk semua di kota," katanya.

Menjadi seorang guru adalah panggilan hari dan panggilan tugas untuk mencerdaskan anak bangsa.Sehingga tidak ada alasan bagi guru untuk tidak mau mengajar di desa dan pelosok terpencil.Sebab disanalah sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru.

"Kalau di kota ini sudah banyak guru, tidak perlu ditambah lagi," katanya.

Sumber: Tribun Pekanbaru


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

FORUM KITA Diskusi Komplikasi Persoalan dalam PPDB Online di Dumai

Pentingnya Ketahanan Pangan, Wamenhan: Kita Harus Punya Cadangan Pangan

Disahkan DPRD, Riza Patria Resmi Jadi Wakil Anies Baswedan

Busyett..!! Siswi SMA ini Seperti 'Piala Bergilir' 17 Temannya

Anak Elvy Sukaesih Sempat Stroke 3 Kali, Ini Hubungannya dengan Skizofrenia

Anggota DPRD Kota Tangerang Dedi Fitriadi Kawal Aspirasi Warga Terdampak

Datuk Bandar Bakau: Debu Coke Dapat Merusak Habitat Biota Timbul

Gelar Musda dan Pelantikan DPD serta DPC PJS Se- Banten, Timan : Jurnalis PJS Wajib Kompeten dan Profesional

PDIP: Dinamika Internal Ingin Gibran Jadi Cawalkot Solo

Kapolsek Karawaci Kota Tangerang Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim

Sosialisasi Pengembangan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019

Ketum IPPMI M Rafik Apresiasi Kinerja Kanwilkumham Sumbar

Terkini +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Langkah Besar STAI Ar Ridho: SK Inpassing Dibagikan, Dosen Didorong Lebih Produktif
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis
25 April 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
24 April 2026
Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan
23 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyata Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis di Seluruh Proses Produksi Kilang
22 April 2026
Wakil Ketua DPRD Rohil Maston Gelar Reses di Desa Bagan Sinembah Barat
21 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

Dibaca : 872 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 364 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1192 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 722 Kali
Erwin Sitompul Disambut Hangat PLT Gubernur Riau dalam Open House Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Dibaca : 933 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved