• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Menumpuknya Guru PNS di Kota, Pengamat Pendidikan: Didesa Tak Ada Mall

Redaksi

Ahad, 02 Februari 2020 20:00:00 WIB
Cetak

Potret Sekolah terpencil didaerah pendalaman (Net)
Pekanbaru (PantauNews.co.id) - Keberadaan tenaga pengajar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Riau belum tersebar merata hingga pelosok desa. Guru PNS lebih memilih bertugas di kota-kota. Akibatnya banyak guru PNS yang menumpuk di kota.Sementara sekolah yang berada di pelosok desa masih kekurangan guru.

Khususnya guru yang telah berstatus PNS.Fenomena ini diungkapkan langsung Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya, Minggu (02/02/2020). Ia mengatakan bahwa potret pendidikan di Riau masih banyak yang perlu diperbaiki.Terutama terkait pemerataan guru, banyak daerah di Riau yang masih kekurangan guru PNS.

Padahal dari sisi jumlah guru PNS di Riau sudah memadai, namun keberadaan mereka belum merata tersebar ke semua daerah. Kondisi ini terjadi karena banyak guru PNS yang tidak mau pindah ke daerah dan hanya menetap pada satu sekolah atau lokasi yang sama seperti di pusat kota.

"Ini salah satu masalah di Riau, mau tidak mau akan kita lakukan pemetaan secepatnya," katanya.

Ia menambahkan, kasus tersebut juga berdampak pada penambahan guru honorer.Akibatnya, banyak guru honorer yang digaji tidak sesuai dengan kinerja dan kemampuannya.

"Kita sudah berusaha untuk tidak menerima honorer apalagi di Pemda. Tapi kondisi di lapangan seperti itu. Anggaran yang dihabiskan besar," ucapnya.

Pihaknya berharap agar tenaga honorer yang sudah lama mengabdi segera diangkat jadi PNS.Meskipun faktanya untuk mengangkat guru honorer menjadi PNS tidak mudah.

Namun dirinya berharap kepada seluruh tenaga pendidik yang ada di Provinsi Riau supaya menjadi guru inspiratif yang kehadirannya dirindukan banyak orang.

Sehingga memotivasi dan menginspirasi para siswa untuk lebih giat belajar dan berprestasi supaya melahirkan generasi yang cerdas dan unggul.

"Sosok guru adalah orang luar biasa. Teruslah memberikan pelayan yang terbaik kepada siswa sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Riau, Soemardi Taher menilai, menumpuknya guru di daerah kota merupakan persoalan lama yang terus berlanjut tanpa ada ketegasan dari pengambil kebijakan. Padahal jumlah guru yang ada di Indonesia termasuk di Riau sudah memadai dengan jumlah sekolah dan siswa yang ada.Hanya saja para guru ini tidak merata sebarannya hingga ke pelosok desa.

Banyak guru apalagi yang PNS itu lebih memilih bertugas di kota. Alasanya bermacam-macam,ada yang alasan karena ingin dekat dengan keluarga, karena sudah punya rumah di kota. Atau alasan lain, misalnya soal fasilitas yang jauh lebih lengkap di kota.

"Sementara di desa, tidak ada tempat hiburan, tidak ada mal," katanya.

Akibat tidak meratanya sebaran guru, tentu berdampak terhadap efektivitas belajar mengajar di sekolah yang ujung-ujungnya berdampak terhadap kualitas pendidikan. Agar persoalan ini bisa diatasi, harus ada ketegasan dari pengambil kebijakan.Harus ada kesempatan antara pemerintah dengan guru khususnya yang PNS agar mau bertugas di desa-desa.

"Kalau ada penerimaan guru PNS yang baru, jangan lagi mereka ditempatkan di kota. Tempatkan mereka di desa-desa yang sekolahnya masih kekurangan guru. Jadi tidak menumpuk semua di kota," katanya.

Menjadi seorang guru adalah panggilan hari dan panggilan tugas untuk mencerdaskan anak bangsa.Sehingga tidak ada alasan bagi guru untuk tidak mau mengajar di desa dan pelosok terpencil.Sebab disanalah sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru.

"Kalau di kota ini sudah banyak guru, tidak perlu ditambah lagi," katanya.

Sumber: Tribun Pekanbaru


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

GAMARI: Sesama Sejawat Jangan Saling Memijak, Ngakunya Senior Wartawan!

Pemuda Tani HKTI Kendal Berbagi Ke Panti Asuhan

Wako Dumai Tagih Janji Gubernur Riau, Edison Sebut Tak Pernah Dengar Terkait Proposal 30 M Diajukan di APBD Provinsi

DPD PKS Dumai Segera Buka Pendaftaran Penjaringan untuk Pilwako Dumai 2020

DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kepulauan Seribu Gelar Muscab I

Secara Berturut-turut Kota Bagansiapiapi Kabupaten Rohil Kembali Meraih Juara l Kota Bersih SE Provinsi Riau

Ketua ORSOS SMPS: Fakir Miskin dan Orang Terlantar Menjadi Atensi Kita Bersama

Selama Operasi Seulawah 2020, 693 Kendaraan Ditilang

Viral Tugu Gerbang Tol Madiun yang Dikaitkan dengan Palu Arit PKI

Terkait Adanya Pungli, Camat Ciledug Sudah Tindak Tegas Oknum Lurah

Ulama Karismatik Abuya Uci Turtusi Wafat

Ganja Bisa Diekspor, Berikut Pernyataan Menteri Perdagangan!

Terkini +INDEKS

Sari Dumai Oleo Tingkatkan Akses Jalan bagi Masyarakat Lubuk Gaung

27 Juli 2026
Merasa Bahagia dan Bangga diIkut Sertakan Tarian Zapin Bagan, Pengawas Dlh Rohil Berikan Klarifikasi
24 Juli 2026
STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Gandeng Guru Besar UIN Suska Riau
24 Juli 2026
Melebihi Standar, Kabupaten Rohil Berhasil Pecahkan Rekor MURI Melalui Tari Sapin Bagan
24 Juli 2026
Jawaban Bupati Rohil Atas Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Pandangan Umum Fraksi -Fraksi DPRD Rohil Atas Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Rapat Paripurna DPRD Rohil Dengan Agenda Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Oleh Bupati
21 Juli 2026
Aisya Fhatih Az Zahra, Dara Berbakat Rohil 2026, Kunjungi STAI Ar Ridho Bagansiapiapi
20 Juli 2026
STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Gelar Pembekalan Dosen dan Mahasiswa KKN-PPL Angkatan XIV
20 Juli 2026
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
20 Juli 2026

Terpopuler +INDEKS

PT KIMI Berdarah Ketua PWRI Kabupaten Siak desak Seluruh Pihak yang Melanggar Hukum Dipidana Biar Ada Efek Jera

Dibaca : 315 Kali
Dituding Alihkan Pokir ke Luar Dapil, Anggota DPRD Dumai Muhammad Al Ichwan Hadi Beri Klarifikasi
Dibaca : 306 Kali
Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, JMSI Kota Dumai Berbagi Rezeki untuk Masyarakat
Dibaca : 241 Kali
Erwin Sitompul Sebut Data Kemendagri Membuktikan Program MBG Tidak Menurunkan PAD Riau, Justru Menghemat APBD Rp45 Miliar
Dibaca : 355 Kali
Dua Perusahaan Galangan Kapal di Siak Riau Kebanggan Bupati Afni.z di Hentikan, Dugaan Memanfaatkan Ruang Laut Tanpa Izin
Dibaca : 390 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved