PILIHAN
Pelantikan Jokowi-Ma'ruf akan Dihadiri 17 Negara
Jakarta (PantauNews.co.id) - Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Eko Margiyono, mengatakan, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dihadiri 17 perwakilan negara di luar duta besar.
Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat bisa menghormati hasil pemilihan umum (pemilu) dengan menyingkirkan perbedaan dan menyaksikan pelantikan pada tanggal 20 Oktober 2019 dengan hikmat.
"Mari kita saksikan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih secara hikmat. Adapun perbedaan, kita singkirkan dahulu. Kita hormati hasil pemilu yang lalu. Ini adalah gongnya," ujar Eko di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin.
Ia menyampaikan, sampai saat ini ada 17 negara asing di antaranya delapan kepala negara atau kepala pemerintahan dan sembilan utusan khusus negara tetangga yang hadir menyaksikan prosesi pelantikan tersebut.
Pangdam Jaya berpesan kalau pelantikan nanti adalah pekerjaan besar bangsa Indonesia yang akan ditonton banyak orang dari penjuru dunia.
Sumber: Warta Ekonomi



Berita Lainnya
Srikandi PP Kecamatan Periuk Rayakan HUT RI Dengan Aneka Lomba
Diminta Berbohong dan Dijanjikan akan Dibantu, Tiga Siswa SMAN Binsus Dumai Dikembalikan ke Orangtuanya
Cek Keamanan Pipa Minyak SKK Migas, Babinsa Koramil 02/BK Lakukan Peninjauan
Empat Pengurus DPC PJS Se Sumatera Utara Dilantik, Ini Respon Ketua Umum
PT Timah Tbk Gelar Pekan Sehat di Empat Wilayah Dalam Memperingati HUT Ke 47
Berikan Himbauan Tidak Mudik, Forkopimda Pekanbaru Kontrol Posko PSBB & Pospam Ops Ketupat
Berhasil Kembangkan Produk Bernilai Jual Lebih Tinggi, Perwira PT KPI RU Dumai Sabet Penghargaan Internasional
Miliki Segera dan Dapatkan Harga Perdana, Royal Property Tawarkan Pasar Tradisional Berkonsep Modern
Tim Gabungan TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Regdam, Masyarakat Peduli Api Lakukan Upaya Pendinginan di Lokasi Karhutla
DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kepulauan Seribu Gelar Muscab I
Sikapi Green Coke Milik Pertamina Dumai, Johannes: Pertamina Harus Peka
Terekam CCTV, Suami Bakar Diri dan Keluarga Sempat Beli Bensin di SPBU