Politisi PKS Layangkan Kritikan Pedas ke DPRD Dumai, Edison: "Bak Menapuk Air di Dulang"
DUMAI, PANTAUNEWS.CO.ID - Terkait 'kritik pedas' yang dilayangkan Politisi PKS Dahril Qudni terhadap lemahnya pengawasan DPRD Dumai terhadap Eksekutif, membuat lembaga perwakilan rakyat ini gerah.
Seperti disampaikan Dahril Qudni bahwa sejak beberapa tahun terakhir ini, nyaris tak terdengar suara-suara kritis yang diharapkan menyoroti berbagai persoalan pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah di Kota Dumai seakan tenggelam dimakan zaman, seperti dilansir dari media Riautrust.com, Minggu kemarin (23/7/2023).
Menurut Dahril Qudni, lembaga DPRD itu memiliki fungsi controling, budgeting, dan legislasi. Namun, saat ini fungsi kontrol itu tak tampak. Yang terlihat cuma fungsi budgeting dan legislasi. Padahal, sebenarnya dalam melaksanakan fungsi budgeting itu pun melekat fungsi controling. Anggota dewan yang kritis tentunya tidak asal setuju saja dari rencana anggaran yang diajukan pihak eksekutif.
Kritikan Dahri Qudni yang menyatakan diri sebagai pengamat sosial dan pembangunan Kota Dumai ini disambut hangat salah satu Anggota DPRD Dumai Edison SH, Senin (24/7/2023).
"Secara personal, kita menyambut positif kritikan yang dilayangkan Saudara Dahril Qudni. Tapi, sebagai orang yang pernah duduk dan menjabat, beliau memahami betul, apa tugas dan fungsi lembaga DPRD," kata Edison, yang saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi I DPRD Dumai.
Terkait Wali Kota Dumai Paisal saat ini dinilai seakan berjalan sendiri tanpa hambatan, tanpa kritik yang berarti dari DPRD Dumai, Edison tantang Dahril Qudni untuk membuktikan ucapannya.
Edison juga menyayangkan pernyataan Dahril Qudni menyebutkan semua kebijakan dan program pembangunan yang dibuat eksekutif berjalan mulus tanpa melibatkan lembaga DPRD Dumai dan tanpa protes dari wakil rakyat.
"Tidak semua kegiatan kami (DPRD, red) terekspos dan terpublikasi ke publik. Mohon maaf, ini tahun politik jangan sampai menapuk air didulang, terpercik ke muka sendiri," sindir Edison.
Diketahui, Dahril Qudni merupakan politisi dan saat ini mencalonkan diri sebagai Bacaleg DPRD Dumai pada Pileg 2024 mendatang. Apalagi, PKS Dumai memiliki 4 orang perwakilan di lembaga DPRD dan posisi sebagai wakil ketua atau pimpinan.
"Lembaga DPRD ini kolektif kolegial. Dari 30 Anggota DPRD Dumai, PKS memiliki 4 kursi dan berada pada pucuk pimpinan. Saran saya sebaiknya, pertanyakan dulu hal ini diinternal, baru beri pernyataan," tukas Ketua Fraksi Golkar DPRD Dumai ini tampak lantang.
Selanjutnya, Edison juga tidak menapikan adanya kritikan dari masyarakat terkait kinerja lembaga DPRD Dumai. Sebagai orang yang dipilih rakyat, menurut Edison itu hal yang wajar, selagi tidak konteknya berbaur politis dan menjatuhkan lawan politik.
"Saya senang jika ada masyarakat memberikan kritikan, namun tidak dalam rangka mencari keuntungan pribadi dan berbaur unsur politis. Kita sama - sama mengetahui, bahwa saudara Dahril Qudni ini merupakan politisi di PKS," ungkap Anggota DPRD Dumai 2 periode ini menegaskan.
Terkait sorotan Dahril Qudni, mempersoalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilainya potensial, namun tak ada peningkatkan. Dari tahun ke tahun kisarannya cuma segitu-gitu saja. Edison malah mempertanyakan balik kepada Dahril Qudni.
"Sebenarnya 'peluru yang ditembakkan' saudara Dahril Qudni ini kemana, apakah semua 30 DPRD Dumai," sinisnya seraya mempertanyakan. (*)
Penulis: Edriwan


Berita Lainnya
Paisal - Amris Resmi Gantikan Kepemimpinan Zul AS - Eko
Sendirian Pimpin DPRD Riau, Hardianto: Semakin Cepat Semakin Baik
Wakil Bupati Terpilih Akhmad Marjuki, Tak Kunjung juga Dilantik
Sandiaga Masuk Timses Bobby Nasution di Pilkada Medan, Gerindra Sebut Kewajiban Kader
PKS Usung 65 Kader Internal Bersaing di Pilkada Serentak 2020
Jelang Pemilu 2024, PKB Kota Tangerang Mulai Panaskan Mesin Partai
Resmi Diusung Hanura Bersama Eko Suharjo di Pilkada Dumai 2020, Agus Widayat: Syarifah Siap Kita Jadikan Kader
Ketua Gabpeknas Tangerang Berharap PJ Gubernur Banten Nantinya, Benar-benar Sosok Tempatan yang Memahami Karakter Daerah
Zukri-Nasarudin Pendaftar Pertama ke KPU Pelalawan, Disusul Ridi-Hapri
Ganjar Buka Suara Terkait Spekulasi Gubernur Tak Sambut Puan
Bangun Dumai Lebih Maju, Komisi III DPRD Dalami Sistem Pengawasan di Pekanbaru dan Kampar
AHY Serahkan SK pada Pasangan Husni Thamrin-Tengku Edy Sabli untuk Maju di Pilkada Pelalawan tahun 2020