• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Riau
  • Pekanbaru

Meliput Isu Imigran dan Pengungsi Perlu Komprehensif

PantauNews

Ahad, 18 Juni 2023 20:28:16 WIB
Cetak

PEKANBARU, PANTAUNEWS.CO.ID - Persoalan migran dan pengungsi yang ada di Indonesia dan Pekanbaru khususnya, tidak bisa digeneralisir.

Jurnalis perlu komprehensif memahami isu sehingga lebih jernih dalam melihat persoalan.

Justifikasi dan stigma terhadap migran dan pengungsi sering terjadi. Ini adalah akibat dari jurnalis melihat persoalan tidak menyeluruh. Kelompok ini merupakan kemlompok rentan yang perlu empati dalam menulis.

Demikian ditegaskan salah satu trainer Nani Afrida dalam Workshop Meliput Isu Migran dan Pengungsi yang berlangsung selama dua hari di Hotel Grand Suka Pekanbaru, Jumat - Sabtu (16-17/6).

“Persoalan imigran dan pengungsi merupakan persoalan global. Mereka datang ke suatu negara dengan rasa ketakutan dan berharap mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman. Kita harus melihat semuanya tanpa adanya prasangka,” kata Nani.

Dia mengatakan adanya persoalan sosial yang dilakukan oknum pengungsi memang terjadi. Namun tidak berarti jurnalis mengeneralisasi semua pengungsi melakukan hal yang sama.

“Sebagai jurnalis harus objektif, dan menulis bukan berdasarkan informasi tanpa dasar karena akan menimbulkan diskriminasi kemudian kebencian,” kata Nani lagi.

Selain pemateri dari AJI Indonesia, hadir juga pembicara dari International Organisation for Migration (IOM), Josephine Imelda dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru, Inang Tati Dewi.

Indonesia termasuk negara yang tidak meratifikasi Konvensi 1951 tentang Kasus Pengungsi dan Protokol 1967. 
Saat ini sebanyak 13.175 orang pengungsi dan pencari suaka di Indonesia. Jumlah itu terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Diantara jumlah itu ada pula pula pendatang dari Rohingya yang statusnya stateless dan anak-anak tanpa pendamping.

Dasar hukum yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam menangani pengungsi adalah Undang-Undang No.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang No.37 tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri serta Perpres No.125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri. 

Jumlah pengungsi luar negeri di Pekanbaru per Juni 2023 dicatat Kesbangpol Kota Pekanbaru sebanyak 861 orang yang sebagian besar berasal dari negara Afganistan.

“Pengungsi yang ada di Pekanbaru berasal dari Afganistan, Myanmar, Sudan, Iran, Irak, Pakistan, Palestina dan Somalia. Pemerintah daerah bersama IOM telah menentukan 8 tempat penampungan bagi pengungsi tersebut yang layak huni. Selama mereka berada di Pekanbaru, IOM telah memberikan fasilitas hidup seperti biaya untuk kebutuhan dasar, kesehatan dan pendidikan,” kata Inang di hadapan 22 jurnalis peserta workshop.

Menurutnya, anak usia sekolah bisa mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah negeri. Mereka dititipkan untuk belajar, namun tidak mendapatkan surat tanda tamat belajar dari sekolah bersangkutan.

Menurut IOM, karakteristik migrasi pada umumnya sangat komplek dan dinamis. Penyebab orang bermigrasi dikarenakan beberapa hal, antara lain, keadaan yang memaksa mereka untuk berpindah negara, ada pula yang pergi meninggalkan negaranya secara suka rela.

“Alasan mereka melakukan migrasi banyak, diantaranya karena perang, situasi politik, bencana alam, faktor ekonomi dan lain sebagainya,” kata Imelda.

Tidak hanya workshop untuk jurnalis, AJI bersama IOM juga melakukan rountable meeting yang diikuti oleh lima editor atau pemimpin redaksi dari lima media di Pekanbaru pada 15 Juni 2023 kemarin.

Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang perkembangan isu pengungsi, hak-hak pengungsi dan tanggung jawab jurnalistik terhadap isu-isu tersebut.

Ketua AJI Pekanbaru, Eko Faizin dalam kata sambutannya saat membuka workshop menjelaskan, kegiatan AJI dan IOM ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan di Pekanbaru.

Pada tahun lalu agenda serupa juga pernah dilakukan dengan peserta berbeda. Selain di Pekanbaru, Rountable dan Media Workshop Tentang Isu Migran dan Pengungsi ini juga dilaksanakan di 7 AJI Kota lain di Indonesia.

“Peserta yang mengikuti Rountable dan Media Workshop Isu Migran dan Pengungsi kali ini berjumlah 25 orang. Sebagian besar belum pernah mengikuti acara serupa tahun sebelumnya. AJI berharap peserta mendapatkan perspektif terkait isu migran dan pengungsi,” kata Eko.

Fernando, peserta workshop dari Tribun Pekanbaru berharap ada workshop lanjutan yang mengangkat isu spesifik dan langsung mempraktekannnya dengan turun ke lapangan. “Materinya sudah baik dan cukup interaktif workshopnya. Kedepan saya berharap ke depan wokshopnya ada ada praktek menulis agar kami lebih paham dan mendapat isu lebih banyak,” kata Fernando. (stone/rls)


 Editor : Pepen Prengky

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Gandeng Polda Riau, Cipayung Plus Peduli Gelar Mudik Kebangsaan

Peduli Pada Wartawan, Bantuan Presiden Jokowi Disalurkan Ketum Santan NU

PWMOI Dumai: DUFEST 2025 Bukan Sekadar Festival, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat

Ultimatum Buruh: Jika PT. SJIO Mangkir , Mayday Jadi Panggung Perlawanan di KID

Petugas KPPS Bangsal Aceh Yang Tersengat Listrik Didatangi Kepolisian Dumai, Ada Apa ?

Enam Mahasiswa Riau di Wuhan Selamat dari Virus Corona

Pengusaha Inhu Bantu Pembangunan TPQ Desa Serai Wangi Peranap

Bersama Forkopimda, Dandim Dumai Laksanakan Shalat Tarawih Perdana di DIC

Bank Riau Kepri Dumai Sumbang 20jt Untuk Bantuan Covid

Pemprov Riau Buka Lelang 12 Jabatan, BKD: Tinggal Menunggu Izin KASN

Eliksander Bantah Gertak Nakes

Kepala BNPB Apresiasi IDI Riau

Terkini +INDEKS

Mandek Dua Tahun, FAP-Tekal Bongkar Dugaan Penghambatan Hukum Kasus Tenaga Kerja

27 Januari 2026
Polres Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
27 Januari 2026
Polres Rohil Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Amankan 3,98 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five
26 Januari 2026
Perkuat Sinergi Polri dan Komunitas Pelari, Polres Rohil Gelar Green Policing Running Club,
25 Januari 2026
Polres Dumai Laksanakan Pengamanan Konser Kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina di Kota Dumai.
24 Januari 2026
Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan
21 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi Pers dan BUMN, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pelindo Regional I
21 Januari 2026
Polres Rohil Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Fakta Integritas Pagu Anggaran 2026
21 Januari 2026
Polres Rohil Laksanakan Giat Analisa dan Evaluasi Bhabinkamtibmas Serta Arahan
20 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi dengan Imigrasi, Dorong Transparansi dan Pelayanan Publik Berkualitas
19 Januari 2026

Terpopuler +INDEKS

Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan

Dibaca : 1257 Kali
Polsek Bukit Kapur Bongkar Aksi Pencurian Kabel PJU di Akses Gerbang Tol Dumai, Sejumlah Pelaku Diburu
Dibaca : 266 Kali
Persatuan Baraya Sunda Tampilkan Tarian Memukau di Penutupan Dufest Idaman 2025
Dibaca : 393 Kali
Warga NU Pelalawan Dan Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Sumatera
Dibaca : 316 Kali
PWMOI Dumai: DUFEST 2025 Bukan Sekadar Festival, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat
Dibaca : 265 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved