Safran: Tim Pansel KIP Subulussalam Harus Independen, Jangan Menerima Titipan
SUBULUSSALAM, PANTAUNEWS.CO.ID - Berjalannya pendaftaran Calon Komisioner Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam yang saat ini sangat di dambakan para peserta ke independenan dari Panitia Seleksi (Pansel), yang telah di sahkan beberapa waktu lalu oleh Komisi A DPR Kota Subulussalam.
Disamping itu, Safran Kombih SH.MH meminta agar para Panitia Seleksi (Pansel) calon Komisioner Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam melakukan seleksi yang ketat, tanpa adanya pesanan dari lembaga DPR Kota Subulussalam.
"Pansel harus bekerja sesuai dengan amanat undang-undang, jangan menerima pesanan dari pihak manapun, termasuk pesanan dari lembaga DPR Kota Subulussalam untuk meloloskan jagoannya ke 10 (Sepuluh) besar," sampai, Safran Kombih, Minggu, (30/04/23).
Menurutnya, Proses seleksi yang ketat sejak awal menjadi kunci agar calon komisoner yang diloloskan untuk diuji di DPRK merupakan calon-calon terbaik nantinya tanpa adanya titipan dari pihak manapun, untuk masa jabatan 2023 sampai 2028.
Sehingga, lanjutnya, seleksi di DPR Kota Subulussalam nantinya tidak akan mempengaruhi kualitas calon anggota Komisioner Independen Pemilihan (KIP) yang akan datang.
Siapapun yang terpilih memang berasal dari calon-calon terbaik. Sebaliknya, Safran mengkhawatirkan seleksi di DPRK akan lebih berat jika tim Pansel tidak menjaring calon komisioner dengan rekam jejak yang baik.
Masih dengan Safran, belum lagi jika calon yang diloloskan ke DPRK nantinya memiliki hubungan dekat dengan fraksi tertentu tanpa peduli dengan kualitasnya.
"Kami berharap besar pada kualitas seleksi pertama tersebut. Mudah-mudahan mayoritas tim pansel yang duduk di sana memang hadir untuk memilih calon yang terbaik," kata, Safran Kombih, yang selaku eks politikus NasDem.
Diapun, berharap kepada tim Pansel untuk memperhatikan unsur keterwakilan perempuan dalam komposisi calon komisioner yang diseleksi. Anggota KIP nanti harus ditambah yang perempuan. Janganlah seperti yg sekarang tidak ada satupun dari kaum Perempuan yang melahirkan manusia di dunia ini termasuk tim pansel dan 20 anggota DPRK khusus di komisi A.
"Minimal harus adalah satu anggota KIP Subulussalam dari kaum Hawa, seperti awal Pemko Subulussalam ini lahir," tutup, Safran Kombih. (Juliadi)


Berita Lainnya
Teuku Riefky Harsya Kembali Salurkan Beasiswa PIP di Kota Subulussalam
Rapor Merah dari KPK, AMPES Desak DPRK Segera Lakukan RDP
Selama Dua Pekan, Lomba SUMDARSIN Antar Instansi Forkopimda Wilayah Sumatera Barat
Pastikan Pengelolaan Sampah Berjalan Optimal, Kadis LH Rohil Suwandi Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah dari Jalur Pujud Sampai Bagan Batu
Wako Subulussalam Lantik Dua Kepala Kampong
Polres Lampung Utara Berhasil Ungkap 38 Kasus Tindak Pidana
Lucu! Seorang Warga Mancing di Jalan yang Tergenangi Air
Soal Rapor Merah dari KPK, Begini Penjelasan Sekda Kota Subulussalam
Sarifuddin Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Desa Krueng Batee
Gantikan Mulyani Siregar, H Abdullah Jabat Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat
Cek Pos Pengamanan, Kapolda Sumbar Berikan Paket Lebaran
Kakankemenag Mentawai Gelar Itsbat Nikah Terpadu Di Islamic Center Siberut Selatan Mentawai