Pekerja Bongkar Muat PT NHR Geram, Akses Jalan Ditutup Ormas
INHU, PANTAUNEWS.CO.ID - Para pekerja (buruh) bongkar muat mempertanyakan penutupan akses jalan masuk ke PT Nikmat Halona Reksa (NHR) oleh sejumlah oknum dari salah satu Ormas di Kabupaten Inhu, Riau hari ini, Sabtu (17/12) sekira pukul 15.00 WIB.
Akibat dari penutupan jalan tersebut para pekerja bongkar muat (buruh) PT NHR tidak bisa bekerja seperti hari-hari biasanya.
Salah seorang pekerja dilingkungan PT NHR berinisial HS (35) kepada media ini menuturkan, bahwa keberadaan oknum Ormas berseragam loreng itu tidak mencerminkan itikad baik.
"Jelas-jelas jalan itu adalah sumber mata pencarian kami kok bisa-bisanya ditutup. Apa salah jalan itu dengan oknum Ormas yang arogan ini," kata HS dengan nada tinggi, Sabtu (17/12).
Ditambahkan HS, jika ada permasalahan antara pihak pemilik perusahaan mengapa Ormas itu yang ikut campur.
"Apakah mereka, Ormas arogan itu, ikut dirugikan dalam hal ini. Sementara kami jelas-jelas penduduk tempatan dan mencari makan diperusahaan itu, tidak pernah ikut campur dalam masalah managemen. Kami melihatnya ada yang aneh dalam pergerakan Ormas itu. Siapa yang bayar mereka," tegas HS bertanya-tanya.
"Logikanya tidak mungkin pergerakan sejumlah oknum Ormas itu tidak dibayar," tambah HS.
Sebagai pekerja kasar, sambungnya, dia bersama rekan-rekan sepekerja di PT NHR masih bersabar. Akan tetapi jika sudah habis kesabarannya, dia bersama teman-temannya sesama buruh angkut sudah siap dengan resiko terburuk.
Kata HS lagi, sebagai buruh di PT NHR merupakan periuk nasi mereka dan keluarga.
"Perusahaan itu periuk nasi kami. Kami mencari hidup untuk makan sehari-hari dan biaya anak sekolah. Sekarang PT NHR diganggu pula oleh sekelompok orang dari salah satu Ormas yang kami tidak tau asal-usulnya," tandasnya.
Untuk itu, HS meminta kepada aparat penegak hukum (APH) agar mengevaluasi keberadaan Ormas tersebut yang telah membuat keresahan masyarakat.
Serta menindak tegas atas apa yang telah dilakukan Ormas itu pada hari ini yang telah.merugikan orang lain khususnya pekerja buruh angkut PT NHR.
"Kami orang kecil dan butuh makan, perlu bekerja untuk menafkahi anak istri dirumah. Kepada Bapak Kapolres Inhu dengarkanah suara jeritan hati kecil kami, suara dari rakyat kecil, para pekerja kasar ini pak. Tolong tindak mereka dengan tegas Pak Kapolres, para penggerak Ormas yang telah merugikan kami ini," kata HS.
Kepada Pemkab Inhu, HS juga berharap agar ada sikap tegas untuk menertibkan Ormas tersebut. Sebab akan merusak iklim investasi diwilayah Kabupaten Inhu, sehingga mengancam iklim investasi yang tidak aman.
Jika investor takut masuk ke Kabupaten Inhu ini maka otomtis lapangan pekerjaan tidak akan ada. Karena untuk menjadi pegawai (pekerja) jelas tidak bisa. Karena para pekerja kasar tidak ada sekolahnya.
"Jika sampai besok hari portal tidak juga dibuka maka kami sudah siap bertumpah darah. Apapun yang terjadi ya biarkan terjadi," tegas HS dengan nada tinggi. (stone)


Berita Lainnya
Dedek Fernanda: Karang Taruna Jaya Mukti Selalu Bersinergi Dalam Kegiatan Sosial
Gelar Bakti Sosial, Polda Riau Test Narkoba Para Pekerja di Lingkungan Perusahaan
Kapolda Riau Tinjau Pelaksanaan PPKM Mikro di Dua Kelurahan Kota Pekanbaru
Tabrak Jeep Toyota Fortuner, Warga Inhil Tewas Ditempat
Kenalkan Electrifying Lifestyle, PLN UP3 Rengat Sosialisaikan Kompor Induksi dan Motor Listrik
Gempeta Dumai Resmi Terbentuk, Willy: Siap Berkontribusi Untuk Kemajuan Kota Dumai
Lis Hafrida: Tujuan Dari Kegiatan Ini Membentuk Karakter Seorang Bundo Kanduang
Terkait Penganiayaan Anggota PWI, Wartawan Agendakan Aksi Demonstrasi
Kelurahan Jaya Mukti Kembali Salurkan Bantuan Non DTKS
Lirik Potensi Bisnis Batubara, Riau Buka Pintu Bagi Investor
Babinsa Basilam Baru Lakukan Pendampingan Vaksinasi
Sambut Bulan Suci Ramadhan, Babinsa Pelintung Ajak Warga Gotong Royong