Wako Dumai Tagih Janji Gubernur Riau, Edison Sebut Tak Pernah Dengar Terkait Proposal 30 M Diajukan di APBD Provinsi
DUMAI, PANTAUNEWS.CO.ID – Santer pemberitaan Walikota H Paisal SKM MARS kecewa dengan Pemerintah Provinsi Riau terkait minimnya perhatian dan bantuan untuk membantu pembangunan drainase dan pengendalian banjir di Kota Dumai.
Hal ini disesalkan Anggota DPRD Dumai Edison SH dengan ungkapan Walikota Paisal beberapa hari lalu sebelumnya, Selasa (8/3/2022). Diungkapkannya, terkait proposal resmi yang dilayangkan Pemko Dumai tak terakomodir di APBD Riau 2022, dirinya mengakui tak pernah mengetahuinya.
“Saya atas nama Fraksi Golkar DPRD Dumai belum pernah mendengar adanya proposal yang dibicarakan oleh Pak Walikota ke Gubenur dengan nilai 30 Miliar dan termasuk janjinya (Gubernur Riau, red). Jika ada proposal Kota Dumai, sebagai perpanjangan tangan partai, saya bisa sampaikan kepada Pak Gubernur,” kata Edison.
Diketahui, Gubernur Syamsuar ini merupakan Ketua DPD Partai Golkar Riau dan menurut Edison, jika adanya komunikasi yang baik hal ini takkan mungkin terjadi.
“Kami di Fraksi Partai Golkar DPRD Dumai ada 3 orang, sepengetahuan saya tidak ada Walikota Dumai ajak duduk bersama. Ketika saya tanya Ketua Partai Golkar Dumai, juga tidak pernah adanya penyampaian terkait proposal 30 Miliar tersebut,” sebutnya lagi seraya menyampaikan.
Dipaparkan Edison, kejadian ini dapat memperkeruh suasana serta hubungan antara Gubernur Riau dan Walikota Dumai. Bahkan sebutnya lagi, hal ini juga dapat menghambat lajunya pembangunan, karena bagaimanapun Gubernur merupakan atasan Walikota.
“Kita memahami dengan kondisi keuangan baik di APDB daerah maupun di provinsi. Seharusnya, seluruh Anggota DPRD Dumai dilibatkan dan apalagi kami (Fraksi Golkar DPRD Dumai, red) malahan tidak mengetahui adanya proposal yang dilayangkan Pak Walikota,” imbuh Politisi Golkar yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi I DPRD Dumai ini dengan lugas.
Lanjutnya, Walikota Dumai jangan terkesan asal bicara didepan publik dan hal ini dapat memperkeruh harmonisasi antara pemerintah kota dengan provinsi. Sebagai politisi yang cukup memahami, Edison menyadari Walikota Dumai saat ini bukan orang politik.
“Apapun ceritanya walikota dan gubernur itu jabatan politis. Pak Paisal harus memahami itu dan butuh komunikasi dan lobi lobi politik dan jangan sampai mengorbankan diri serta masyarakat banyak,” tukas Anggota DPRD Dumai dua periode ini dengan tegas.
Selanjutnya, Walikota Dumai seharusnya membangun komunikasi yang baik dengan Anggota DPRD Dumai maupun DPRD Provinsi. Diketahui, ada 11 Wakil Rakyat asal daerah pemilihan Dumai, Bengkalis dan Meranti.
“Ada 5 dari 11 orang wakil rakyat provinsi yang berasal dan berdomisi di Kota Dumai,” beber Edison tanpa menyebutkan siapa siapa saja Anggota DPRD Provinsi Riau yang dimaksud.
Dalam waktu dekat, Edison menyebutkan akan segera menghadap Gubernur Riau. Tampaknya Edison tidak ingin kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum oknum tertentu untuk meraup keuntungan dan apalagi saat ini sudah ada terendus muatan sarat politik. (*)
Penulis: Edriwan


Berita Lainnya
Kompol Alex: Guna Wujudkan Pengamanan Pilkada Tahun 2020 Aman, Damai dan Kondusif
Terungkap, Kapasitas Baterai dan RAM iPhone 11
Masyarakat Rohul Minta Dilibatkan, Formappi: Kita Akan Bongkar, Siapa itu Sari Antoni
Walikota H Paisal Dampingi PJ Gubri Tinjau Pembangunan Jembatan Sungai Dumai
Pernyataan Wako Dumai Bertolak Belakang dengan Kenyataan
AMPD Kota Dumai Nekat Gelar Aksi Unjuk Rasa Damai
Perketat Keamanan Pelantikan Presiden, Patroli Besar-besaran Digelar di Tangerang
Ketua KNPI Riau Larshen Yunus: Polri Jangan Mau di Dikte
DPD PJI Demokrasi Banten Akan Gelar Deklarasi dan Pelantikan Pengurus
Di Afrika, Uang Hasil Ekspor Ganja Dipakai Bayar Utang Negara
Dilaporkan Sebanyak 29 Kali, Larshen Yunus Pecahkan Rekor Aktivis se-Dunia
Viral Tugu Gerbang Tol Madiun yang Dikaitkan dengan Palu Arit PKI