• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Tertibkan Pramuwisata Ilegal, HPI Manggarai Barat Lakukan Monitoring

PantauNews

Sabtu, 30 Januari 2021 13:52:09 WIB
Cetak

MANGGARAI BARAT, PANTAUNEWS.CO.ID - Perkembangan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Apalagi Labuan Bajo telah ditetapkan menjadi daerah pariwisata super premium oleh pemerintah pusat. 

Pramuwisata yang menjadi garis terdepan untuk mewartakan daerah ini langsung kepada wisatawan harus benar-benar profesional dan memiliki legalitas profesi yang jelas saat menjalankan tugas kepemanduannya, sehingga image pariwisata daerah ini akan tetap terjaga. Namun faktanya, masih banyak pramuwisata dan tour operator dari luar Pulau Flores yang masih ilegal dan tidak menggunakan jasa Pramuwisata lokal untuk meng-handle wisatawan ke setiap obyek wisata di Manggarai Barat. 

Menanggapi hal tersebut Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Cabang Manggarai Barat (Mabar), beberapa waktu lalu melakukan kegiatan monitoring dalam rangka menertibkan Pramuwisata dan tour operator ilegal dari luar Pulau Flores. 

Berikut hasil cuplikan wawancara eksklusif awak media ini dengan Ketua DPC HPI Mabar Sebastian Pandang A.md.Par, beberapa waktu lalu di ruangan kerjanya.

Richard: Selamat sore Pak. Saya wartawan dari salah satu media cyber, ingin mewawancarai bapak terkait kegiatan monitoring yang dilakukan DPC HPI Mabar beberapa waktu yang lalu. Apa maksud dan tujuan dari kegiatan monitoring ini?

Sebastian: Maksud dan tujuannya adalah: 
Pertama: Untuk menertibkan pramuwisata dan tour operator ilegal yang berasal dari luar Pulau Flores yang tidak menggunakan jasa pramuwisata lokal. Kedua: Agar Pramuwisata lokal yang telah bergabung secara resmi di wadah DPC HPI Mabar dapat diberdayakan, sehingga konsep pembangunan pariwisata berbasis masyarakat lokal benar-benar diterapkan. Ketiga: Untuk membantu pemerintah, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah (Disparbud) dalam mengindentifikasi masalah yang terjadi di lapangan terkhusus berkaitan dengan pendataan terhadap Pemandu wisata dan tour operator dari luar yang tidak memiliki legalitas dalam menangani wisatawan yang berkunjung Manggarai Barat. Sehingga Pemda dapat menerbitkan regulasi untuk menertibkannya.

Richard: Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?

Sebastian: Yang terlibat langsung dalam kegiatan ini adalah, saya sendiri sebagai ketua DPC HPI Mabar, seksi Organisasi, seksi Kesra, anggota DPC HPI Mabar dan Asosiasi Kapal Wisata Manggarai Barat (ASKAWI)

Richard: Sejak kapan kegiatan ini dilakuakan?

Sebastian: Kegiatan ini dilakuakan sejak tanggal, 18-19 Desember, dan dilanjutkan pada tanggal, 22-23 Desember 2020.

Richard: Apa dasar hukum kegiatan monitoring yang dilakukan DPC HPI Mabar?

Sebastian: Dasar hukum kegiatan tersebut adalah Peraturan Bupati (Perbud) No. 46 tahun 2018 tentang Kepemanduanwisata yang telah diberlakuakan sejak awal tahun 2019 silam.

Richard: Apakah Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Dinas Pariwisata mengetahui kegiatan monitoring ini?

Sebastian: Ya, tentu saja Pemda Mabar, dalam hal ini Dinas Pariwisata mengetahui kegiatan monitoring yang kami lakukan ini. Karena, sehari sebelum monitoring dilakukan, kami telah berkordinasi dengan Dinas Pariwisita setempat

Richard: Bagaimana tanggapan Pemda dalam hal ini Dinas Pariwisata mengenai hal ini?

Sebastian: Pada intinya, Pemda sangat mendukung dan mendorong kegiatan yang kami lakukan. Saat ini mereka sedang menunggu laporan dari hasil kegiatan monitoring tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti.

Richard: Haruskah wisawatan yang berlibur ke Manggarai Barat menggunakan jasa Pramuwisata lokal yang tergabung dalam wadah DPC HPI Mabar? dan mengapa?

Sebastian: Ya, semestinya demikian. Karena pada dasarnya wadah ini dibentuk dalam rangka membantu pemerintah untuk mengembangkan sektor kepariwisataan di suatu daerah. Pemandu wisata lokal tentu saja telah dibekali dengan pengetahuan dan informasi yang akurat tentang destinasi wisata yang ada di suatu daerah. Sehingga untuk menghindari kesalahan dalam memberikan informasi kepada wisatawan tentang destinasi wisata di daerah ini, tentu membutuhkan pemandu wisata lokal yang tahu dan paham tentang kondisi daerah setempat. Kesalahan dalam memberikan informasi kepada wisatawan kadang dapat membawah dampak buruk, baik terhadap wisatawan itu sendiri maupun terhadap image pariwisata di daerah ini.

Richard: Mengapa tour operator/pelaku bisnis pariwisata dan Pemandu wisata dari luar Flores dilarang meng-hadle sendiri tamunya ketika berkunjung ke destinasi wisata yang ada di seputaran Kabupaten Manggarai Barat?

Sebastian: Pertama: konsep pengembangan pariwata di daerah ini adalah kegiatan pariwisata berbasis komunitas lokal atau community based of tourism. Sehingga dampak dari kegiatan pariwisata mesti dapat menguntungkan masyarakat local, salah satunya adalah Pramuwisata setempat yang telah memiliki legalitas jelas dan tergabung dalam wadah DPC HPI Mabar. Kedua: pramuwisata lokal yang telah tergabung ke dalam wadah ini memiliki legalitas hukum untuk menghadle para wisatawan ke setiap destinasi wisata yang ada di wilayah kabupaten Manggarai Barat. Ketiga: mereka adalah orang lokal tentu saja memiliki pengetahuan lokal yang cukup untuk menjelaskan tentang potensi daerah kepada wisatawan.

Richard: Apa tindak lanjut dari DPC HPI Mabar setelah melakukan kegiatan monitoring?

Sebastian: Tindak lanjutnya adalah, secara teknis kami akan melaporkan hasil kegiatan ini kepada Pemda, terutama segala ketimpangan-ketimpangan yang kami temukan di lapangan selama monitoring berlangsung. Kemudian kami juga akan mendorong Pemda untuk menciptakan produk regulasi lokal lainnya seperti Peraturan Daerah (Perda) untuk menertibkan segala ketimpangan-ketimpangan yang dimaksud.

Richard: Ketimpangan apa saja yang ditemukan selama monitoring tersebut? 

Sebastian: Ketimpangan-ketimpangan tersebut diantaranya: Pertama: Banyak tour operator dan pelaku bisnis pariwisata dari luar Pulau Flores yang tidak menggunakan jasa pelayanan guide lokal. Bahkan mereka menggunakan guide yang tidak memiliki legalitas yang jelas. Ada juga tour operator yang tidak memiliki izin usaha, dan tidak bekerjasama dengan Agen wisata lokal yang ada di daerah ini. Tentu saja hal ini akan berimbas pada minusnya pembayaran retribuy atau pajak dari usaha pariwisata ke daerah. Dan masih banyak ketimpangan lain yang kami temukan selam kegiatan tersebut yang semuanya akan kami sampaikan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Richard: Apa masukan Bapak kepada pemerintah daerah (Pemda) dan juga masukan terhadap Agen wisata atau pelaku bisnis pariwisata yang menjual paket wisata ke Manggarai Barat dan sekitarnya?

Sebastian: Masukan kepada Pemda Mabar agar Peraturan Bupati (Perbud) yang telah disahkan mesti perlu dikaji atau dievaluasi lagi, karena saya melihat bahwa Perbud ini belum dijalankan secara optimal. Contoh Pemda belum melakukan sweeping untuk menertibkan guide illegal dari luar Mabar atas perintah Perbud ini. Kemudian Pemda perlu menerbitkan regulasi untuk lembaga kepariwisataan lainnya seperti Perda tentang Travel Agent, Hotel dan Angkutan Wisata dan lain-lain. Kemudian masukan untuk Agen wisata atau para Pelaku bisnis pariwisata dari luar Pulau Flores yang ingin menjual paket wisata ke wilayah Kabupaten Manggarai Barat agar sebisa mungkin menggunakan Pemandu wisata lokal untuk mendampingi tamunya saat berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat.

Richard: Apa harapan Bapak setalah kegiatan monitoring ini dilaksanakan?

Bastian: Harapan saya, tentu harus ada perubahan secara positif dalam menjalankan usaha di bidang kepariwisataan di Mabar kedepannya. Dan semua pelaku pariwisata yang berasal dari luar Pulau Flores (tour operator, travel agent, pelaku bisnis pariwisata) agar dapat menggunakan jasa pelayanan yang berbasis lokal, sehingga profit dan benefit dapat dirasakan warga setempat. Sehingga konsep pembangunan pariwisata berbasis masyarakat local (community based of tourism) akan terwujud dan tidak hanya sebatas slogan manis belaka.

Richard: Baiklah, Pak Sebastian. Saya mengucapakan, terima kasih banyak atas kesediaan bapak untuk diwawancarai pada sore hari ini. Semoga kita dapat bertemu lagi pada kesempatan lain. Saya berharap Pandemi Covid-19 ini akan cepat berlalu, sehingga kegiatan Pariwisata akan kembali berjalan normal. (*)

Penulis: Richard Bon


 Editor : Pepen Prengky

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Gagal Lelang Alat Pemadaman, Kapolda Geram Ada Dirut Bisa Lolos Tender, Padahal Tak Lolos BI Checking

Banjir Setinggi 80 Cm, Jl Penghubung Jaktim-Bekasi Tak Bisa Dilalui Kendaraan

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Pelaksanaan PPKM Skala Mikro di Sleman

Dalam Berkah Ramadhan Gonjong Limo Dumai Berikan Bantuan COVID-19

Bukan Salah Ketik, Ini Penjelasan Terbaru Pemprov DKI soal Lem Aibon Rp 82 M

Siap Bagi-bagikan Masker, Dalam Waktu Dekat Paklong Gamal Salurkan Bantuan Paket Sembako

PT Timah Tbk Gelar Pekan Sehat di Empat Wilayah Dalam Memperingati HUT Ke 47

PT KPI RU Dumai Dukung Upaya Pemadaman Karhutla di Selingsing

Peringatan Malam Satu Suro, Pujakesuma Dumai Gelar Kesenian Wayang 'Semalaman Suntuk'

Halang Halangi Tugas Jurnalistik, Oknum PT PGN Usir Wartawan

Ustadz Gamal: Stop Pertikaian dan Saling Menyalahkan, Ayo Kita Duduk Bersama!

Ubah Halaman Polsek Dumai Kota Jadi Ruang Belajar Daring, Kapolres: Inovasi Pendidikan di Masa Pandemi

Terkini +INDEKS

Sinergi Polisi dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan, Pekarangan Bergizi di Bumi Ayu Tunjukkan Hasil Positif

12 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati
11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026
Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang
09 Juni 2026
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun, Bhabinkamtibmas Cek Langsung Perkebunan Alpukat Warga
09 Juni 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 427 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia, Lima Kru KM Bintang Mas 88 Jadi Tersangka
08 Juni 2026
DPRD Dumai Turun Langsung ke Batam, Jemput Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci
07 Juni 2026
PeHR dan Polres Dumai Bersatu, Mangrove Ditanam untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
06 Juni 2026
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
06 Juni 2026
Kapolda Riau, Wako Dumai dan DPRD Turun Langsung Tanam Mangrove, Perkuat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
05 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 226 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 273 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1886 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1356 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 501 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved