PILIHAN
Dengan Himbauan UPT Disporapar Dumai, Pedangang TBG Minta Kepada Pemerintah Arif dan Bijaksana Mengambil Keputusan
Dumai (PantauNews.co.id) – Menindak lanjuti surat edaran Walikota Dumai tentang kewaspadaan dan pencegahan penularan virus corona (covid-19), Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai mengeluarkan Himbauan untuk menutup sementara Taman Wisata Bukit Gelanggang.
Himbauan yang ditandatangani Kepala UPT Taman Wisata dan Ekonomi Kreatif Bukit Gelanggang Kelas A Kota Dumai Darfi Watin, dengan Nomor: 557/16/DISKOPAR-UPT-TBG/2020, memberitahukan kepada seluruh pedagang yang berjualan di area Taman Bukit Gelanggang (TBG) agar tidak berjualan untuk sementara waktu.
Namun sayangnya, himbauan tidak menyebutkan batas waktu kapan ditutupnya area TBG tersebut, membuat sejumlah pedagang merasa was was dan khawatir. Surat himbauan yang diberikan pada Senin (23/03/2020), tampak sejumlah pedagang yang biasa mencari nafkah diarea keramaian tersebut hampir kocar kacir dengan pemberitahuan yang tidak memiliki batas waktu.
Salah satu pedagang di TBG menyebutkan, apakah himbauan yang dikeluarkan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata melalui UPT Wisata dan Ekonomi Kreatif Bukit Gelanggang Kelas A Kota Dumai harus ditaati dan diikuti.
“Surat edaran Walikota saja memiliki batas waktu, kok ini tidak ada penyebutan batas waktunya. Emang kami mau makan apa?,†ungkap kesal salah satu pedagang.
Pedagang yang berjualan diarea TBG mayoritas pengusaha menengah kecil kebawah. Dengan dikeluarkannya Himbauan, ini sangat memukul dan menambah memburukan ekonomi para pedagang.
“Kami minta kebijaksaan Pemerintah Kota Dumai untuk lebih arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan sehingga tidak mensengsarakan masyarakat kecil,†paparnya.
Dengan menutup usaha yang menjadi ladang utama pencarian nafkah para pedagang, menurut pedagang ini bukan solusi untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.
“Jangan corana yang putus, lama lama kami juga ikutan putus,†imbuhnya.
Menurutnya lagi, para pedagang mendukung langkah langkah pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus yang sangat berbahaya ini. Tetapi, setidaknya pemerintah harus pro aktif dalam mengambil semua keputusan dan sehingga tidak merugikan masyarakat banyak terutama masyarakat kecil.
“Jika PNS, Pegawai dan lainnya disuruh banyak berdiam diri dirumah dan mengurangi aktivitas, mungkin wajar meraka ada penghasilan yang ditunggu. Untuk para pedagang siapa yang bertanggung jawab dengan kebutuhan hidupnya,†pungkasnya dengan kesal. (tim)
Editor: Edriwan



Berita Lainnya
Seluruh Babinsa di Kendal Ikuti Vaksinisasi Covid-19
Nurzaman Menghadap Sang Khalik, Hardianto: Semoga Almarhum Ditempatkan Di sisi yang Layak oleh Allah SWT
Ketum GJI akan Tuntut Mantan Pengurus yang Diduga Cemarkan Nama Baiknya
Keluarga Korban Penganiayaan Gugat SMA Taruna Palembang Rp2 M
Tuntaskan Tugas, Dansatgas Pengamanan Hari Lahir Pancasila tingkat Nasional di Dumai
Jemaah Umrah Asal Indonesia Wajib Karantina Setibanya di Arab Saudi
Gelombang Tinggi Hantam Rumah Dan Kapal Warga di Pulau Mesa
Anak Elvy Sukaesih Sempat Stroke 3 Kali, Ini Hubungannya dengan Skizofrenia
ALUN Kota Dumai Merasa dilecehkan oleh pihak BPN Dumai, Ini Penjelasan Ketuanya
Rakyat Yang Termajinalkan, Akan Jadi Target PDI-P Kota Tangerang
Istana Pastikan Ibunda Jokowi Tak Meninggal karena Corona
Sekda Matim: Bantuan Ternak Sapi dari Pemda Harap Dikembangkan