PILIHAN
Bertaruh Nyawa Demi Sukseskan Program Sertifikat Tanah Gratis di Pelalawan
Pelalawan (PantauNews.co.id) - Di penghujung tahun 2019 adalah hari yang sangat melelahkan bagi belasan petugas pengukuran Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Pelalawan, Riau.
Belasan petugas ini diburu waktu untuk menuntas dan menerbitkan ribuan sertifikat tanah gratis milik masyarakat di beberapa desa di sejumlah kecamatan.
Belasan petugas ini terbagi kepada tim pengukuran, harus rela meninggalkan keluarga tercinta satu bulan lamanya, menuju ke desa-desa terjauh di Kabupaten Pelalawan demi suksesnya program Nawacita Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.
Sebut saja desa terjauh dari Program PTSL di Kabupaten Pelalawan tahun 2019 di antaranya Desa Labuhan Bilik Kecamatan Teluk Meranti, Desa Sokoi dan Desa Sungai Emas. Kedua desa ini berada di Kecamatan Kuala Kampar.
Siapa sangka di balik tugas negara itu, petugas pengukuran harus bertaruh nyawa di lapangan. Tak jarang petugas menemukan jejak kaki harimau, bahkan bekas kerangka hewas buas nan mematikan ini.
Kisah itu diceritakan seorang petugas PTSL bernama Fajar Prasetya dari Kantor Pertanahan Kabupaten Pelalawan, Jumat (10/01/2020).
Menurut penuturan pria lajang ini, kejadian penemuan jejak kaki harimau ini dijumpai oleh tim yang bertugas di Desa Air Emas Kecamatan Kuala Kampar.
Tim pengukuran lainnya, kata dia seperti di Desa Sokoi Kecamatan Kuala Kampar, selain menemukan jejak kaki Sibelang bahkan menemukan kerangka harimau, diduga kena perangkap jerat oleh pemburu liar. Desa Sokoi katanya, sebuah desa terjauh berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Beruntung ketika melakukan pengukuran dirinya bersama tim tidak bertemu langsung dengan Harimau. Namun, kata dia petugas dibuat was-was dan ketakutan.
"Harus bagaimana lagi, bang ini kan tugas, mau tak mau harus kita jalankan. Meskipun itu nyawa taruhannya," kenang Fajar Prasetya seraya menghela nafasnya, dalam-dalam.
Tidak saja sampai di situ, tim lain seperti di Desa Labuhan Bilik Kecamatan Teluk Meranti harus masuk dalam sungai demi mendapat titik koordinat yang tepat. Notabenenya di titik ini merupakan rumah dari kawanan buaya. Sama halnya di Desa Terbangiang Kecamatan Bandar Petalangan.
Itu hanya sederet duka yang dialami petugas PTSL di lapangan. Sementara selama menjalan tugas tim pengukuran harus rela menerima tempat tinggal ala kadarnya dari pemerintahan desa seadanya saja.
Kantor desa, sebutnya, disulap menjadi tempat tinggal. Di sinilah seluruh petugas menghabiskan malam seraya menunggu pagi dengan tugas keesokan harinya yang sudah menanti.
Seperti di Desa Sokoi, kata dia tidak ada sinyal internet yang memadai untuk berkomunikasi dengan 'dunia luar'. Jikapun, ada harus pergi ke suatu tempat sedikit agak jauh dari lokasi tempat tinggal.
Selama menjalankan tugas pengukuran ia berterus terang sama sekali tidak diperbolehkan atasan menerima imbalan apapun dari masyarakat ataupun pemerintahan desa. Selama di sana tim ini didanai utuh dari kantor Pertanahan Kabupaten Pelalawan.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor (Kakan) Pertanahan Kabupaten Pelalawan Ruslan, berterus terang anak buahnya selama di lapangan tidak ada membenahi masyarakat.
"Selama petugas BPN di lapangan tidak ada membebani masyarakat, sehingganya masyarakat benar-benar bersyukur dan berterima kasih dengan BPN," tandasnya.
Sumber: Cakaplah.com



Berita Lainnya
PT KPI Unit Dumai Raih Penghargaan Internasional Global CSR & ESG Summit 2023 di Vietnam
Mobil Listrik Resmi di Pasok di Tahun 2021
Terkait Banjir Di Kelurahan Cimone Jaya, Ketua RW Didesak Bentuk Forum Masyarakat Terdampak
PAC PP Dumai Kota dan PORBBI Kota Dumai Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Petak Panjang
China Menembakkan Senjata Laser ke Pesawat Pengintai Amerika
LPP Akan Berikan Karya Sederhana Untuk PC PAUD Se-Kota Tangerang
Kapolda Riau Resmikan Bank Pohon Polres Rohil
Ikatan Keluarga Gonjong Limo Dumai Sampaikan Ucapan Selamat kepada H Paisal Sugiyarto
Peringatan Malam Nuzurul Quran, Sekdako Dumai: Al Quran Merupakan Sumber Inspirasi dan Pedoman Mulia
Sukmawati Dituding Menista Agama, Ini Kisah Sukarno Agungkan Nabi Muhammad
Urun Rembug Ngumpul Bareng Ormas Bersama Kodim 0715/Kendal
Polres Dumai Bersama Stakeholder Patroli Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19