• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

Palapa Ring Rampung, Tarif Internet Se-Indonesia Bisa Satu Harga

PantauNews

Senin, 09 September 2019 06:04:00 WIB
Cetak


Nunukan (PantauNews.co.id) - Rampungnya Palapa Ring Timur disebut dapat mendorong tarif telekomunikasi yang lebih murah, terutama untuk pengguna di wilayah Timur Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Nunukan, Kalimantan Utara.

Menurut Rudiantara, pada 2015, tarif internet untuk wilayah timur Indonesia dua kali lebih mahal dari di wilayah barat. Padahal, kecepatan yang diterima lebih lambat.

"Tahun 2015 itu bedanya (tarif) dua kali lipat. Terus kami ambil keputusan bicara dengan operator, turunkan. Jadi, sekitar 65 persen lebih mahal. Tapi, kalau sudah selesai Palapa Ring Timur ini, operator dapat menggunakannya," tuturnya saat ditemui di Nunukan.

Nantinya, menurut Rudiantara, operator dapat menggunakan Palapa RingTimur dengan harga khusus, sehingga biaya yang dikeluarkan operator turun. Setelah biayanya turun, tarif yang dibebankan bisa sama di seluruh Indonesia.

"Sama kayak BBM satu harga, konsepnya seperti itu. Cuma kalau BBM kan ada fisiknya, kalau pulsa kan tidak ada. Jadi, tarif dan penggunaannya sama," tuturnya menjelaskan.

Lebih lanjut Rudiantara menuturkan konstruksi Palapa Ring Timur sendiri saat ini sudah selesai. Namun, masih dibutuhkan waktu untuk melakukan integrasi dengan Palapa Ring Barat dan Tengah, sebelum siap diluncurkan secara komersial.

"Memang sudah selesai, tapi nanti butuh waktu bagi operator untuk mengintegrasikannya," ujarnya mengakhir pembicaraan. Palapa Ring Timur merupakan penutup proyek pembangunan jaringan backbone untuk menghubungkan seluruh ibukota kabupaten/kota di Indonesia.

Pembangunan Palapa Ring Timur sudah selesai. Saat ini, pemerintah sedang melakuan pengujian stabilitas untuk memeriksa kesiapan infrastrukturnya secara teknis sebelum memasuki tahap komersialisasi.

"Paket Timur sudah selesai, sudah tidak ada aktivitas fisik di lapangan. Sekarang sedang dalam stability test (pengujian stabilitas) untuk memastikan kualitas jaringannya sudah memenuhi standar teknis internasional," ujar Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI), Anang Latif, di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Dijelaskan Anang, pengujian stabilitas ini berarti membiarkan perangkat Palapa Ring Timurterhubung ke koneksi dengan sejumlah beban trafik. Dari simulasi beban trafik ini, nantinya dapat dilihat apakah kualitasnya sudah memenuhi standar teknis internasional atau belum.

Ia memerkirakan, pengujian ini akan selesai paling lambat pada pertengahan November 2019. Namun, tidak tertutup kemungkinan pengujian ini bisa lebih cepat. Setelah itu, jaringan serat optik tersebut baru dikomersialkan.

"Kita lihat update di lapangan. Setelah stability test selesai, maka siap untuk komersial. Setelah itu, maka selesailah semua paket Palapa Ring," tutur Anang.

Anang mengungkapkan sejauh ini sudah ada operator telekomunikasi yang tertarik pada Palapa Ring Timur, yakni Telkom, Indosat, dan XL Axiata.

"Sambil menunggu stability test selesai, kami mulai mengumpulkan operator dan sudah banyak yang minta. Ketertarikan mereka ini sangat bergantung pada strategi bisnis masing-masing, misalnya Telkom, yang sudah memiliki penetrasi di Papua, bisa menjadikan ini (Palapa Ring Timur) sebagai backup," jelasnya.

Mengenai skema tarif penggunaan infrastruktur paket Timur, kata Anang, akan sama dengan Tengah dan Barat, yang telah selesai lebih dahulu. Namun, besaran nilainya akan berbeda mengingat capex atau pengeluaran modal di wilayah Timur jauh lebih besar dibandingkan Tengah dan Barat.

"Skema tarif sama dengan paket Barat dan Tengah, tetapi besaran nilainya berbeda. Karena capex untuk di paket Timur beda dengan Barat per kilometernya. Namun, bedanya tidak sampai dua kali lipat," kata Anang.

Sumber : liputan6.com


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pentingnya Ketahanan Pangan, Wamenhan: Kita Harus Punya Cadangan Pangan

Cukai Rokok Naik, Tingwe Jadi Alternatif Bagi Perokok

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo Santuni Korban Kebakaran Di Neglasari

Kadisdik Riau Di Minta Non Aktip Kepsek SMK N 2 Dumai.

Ketua Pemuda Tani HKTI Kendal Ikuti Pelantikan DPP HKTI Secara Virtual

Kejadian Unik dan Langka Turunnya Hujan Es Terjadi di Bangkinang

EGM Pelindo Regional 1 Dumai Beserta Jajaran Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025

Tewas Ditempat, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Ekor Mobil Truk

Progam KKN UMT di RW O8 Cimone Jaya Tidak Tersinkronisasi

Pemilihan Ketua DKM Masjid Jami' Baabussalam Kota Tangerang Sukses

Pererat Tali Silaturahmi Dengan Stakeholder, PT KPI RU Dumai Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-2 PJS di Jakarta, Berikan Award dan Gelar UKW

Terkini +INDEKS

Lurah Bagan Barat Siti Zuhra Bersama Staf dan Ketua RT Kembali Laksanakan Goro Bersama (Rutin)

30 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tegaskan Komitmen Pelaksanaan TA Sesuai Prosedur dan Beri Dampak Ekonomi
30 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pasar Murah Bagi 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Dumai
29 April 2026
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadhli Pimpin PWI Rohil Periode 2026-2029
29 April 2026
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
29 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Dugaan Kelalaian Serius PT Ivo Mas Tunggal Resmi dilaporkan, Sikap Tegas Dinantikan
28 April 2026
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat

Dibaca : 1126 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1038 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 382 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1217 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 738 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved