PILIHAN
MERK IKAN SALAI LELE MAJOSINDO JADI INCARAN PENIKMAT.
Pantaunews - Payakumbuh ,Ikan Salai Lele Majosindo adalah produksi yang diawali kerjasama kelompok pembudidaya ikan Lele jenis Dumbo di Nagari Mungka, Kec. Mungka, Kab. Limapuluh Kota, Sumatera Barat-Indonesia.Yg Juga menjadi alamat dari Perusahaan Pengolahan Makanan ini.

Pemikiran untuk mengolah hasil perikanan ini, akibat terjadinya over produksi tahun 2006. Daerah pemasaran semakin sempit akibat tidak terkendalinya produksi Lele Dumbo segar. Banyak petani pembudidaya rugi dan sebagian besar gulung tikar. Persoalan pemasaran bisa diatasi setelah ikan lele diolah menjadi ikan asap atau Ikan Salai.
Kerjasama kelompok yang diberi nama MAJU BERSAMA sampai sekarang masih dipertahankan dengan management, menyesuaikan irama dinamika kelompok yang terjadi. Semua mendapat hak sesuai dengan kontribusi kerja yang diberikan.
Brand MAJOSINDO terinpirasi dari sejarah ahli waris Soko Datuak Majosindo, Pasukuan Jambak, Mungka yang dahulunya lokasi pengolahan Ikan tersebut merupakan lokasi produksi “Jaguang Tembak†(Jaman Belanda sampai perang kemerdekaan) sejenis Pop corn yang kita kenal sekarang ini.
Komitmen dan semangat Majosindo terhadap kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya itulah yang membuat Hendra triwarman semakin ingin memajukan usaha ini. Hendra Triwarman salah seorang ahli waris soko Majosindo ditunjuk sebagai pimpinan usaha pengolahan hasil perikanan Maju Bersama.
Lele adalah sejenis ikan air tawar yang mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dan setara dengan belut, dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya. Keunggulan ini semakin menambah keyakinan hasil produksi kelompok Maju Bersama ini bisa diterima oleh masyarakat.
"Lewat perjuangan yang gigih hasil produksi semakin meningkat. Sekarang ini rata-rata produksi ikan asap Maju Bersama 1 s/d 1,5 ton setiap bulanya dan membutuhkan ikan lele segar 4-6 ton. " Ucap Hendra triwarman Pimpinan dari perusahaan ini
"Hasil produksi tersebut saat ini diserap oleh pasar tradisional-tradisional di daerah Sumatera Barat dan Riau sebagian kecil." Tutur Hendra menjelaskan saat di konfirmasi Di Mungka 15 juli 2018.
Rumah adat adalah rumah tradisional Minangkabau, Pasukaan Jambak, Nagari Mungka, Kab.Limapuluh Kota,Sumbar. Rumah yang sudah jarang kita temui di daerah Minangkabau. Rumah yang sangat dipertahankan oleh pasukuan Majosindo. Semangat Majosindo inilah yang ingin kami tranfer pada usaha Pengolahan hasil perikanan Maju Bersama.
Bentuk Komitmen Majosindo terhadap kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Merk yang didominasi warna biru adalah warna laut. Warna air yang kita pandang menimbulkan kenyamanan pada jiwa orang-orang yang melihatnya. Air yang memberikan kehidupan untuk semua makhluk di bumi. Membawa berkah dan kesejahteraan untuk kita semua. Terutama untuk pelaku usaha yang tergabung dalam Kelompok Maju Bersama. Semoga Allah memberkahi kita semua. Amin.

Pemikiran untuk mengolah hasil perikanan ini, akibat terjadinya over produksi tahun 2006. Daerah pemasaran semakin sempit akibat tidak terkendalinya produksi Lele Dumbo segar. Banyak petani pembudidaya rugi dan sebagian besar gulung tikar. Persoalan pemasaran bisa diatasi setelah ikan lele diolah menjadi ikan asap atau Ikan Salai.
Kerjasama kelompok yang diberi nama MAJU BERSAMA sampai sekarang masih dipertahankan dengan management, menyesuaikan irama dinamika kelompok yang terjadi. Semua mendapat hak sesuai dengan kontribusi kerja yang diberikan.
Brand MAJOSINDO terinpirasi dari sejarah ahli waris Soko Datuak Majosindo, Pasukuan Jambak, Mungka yang dahulunya lokasi pengolahan Ikan tersebut merupakan lokasi produksi “Jaguang Tembak†(Jaman Belanda sampai perang kemerdekaan) sejenis Pop corn yang kita kenal sekarang ini.
Komitmen dan semangat Majosindo terhadap kehidupan ekonomi masyarakat sekitarnya itulah yang membuat Hendra triwarman semakin ingin memajukan usaha ini. Hendra Triwarman salah seorang ahli waris soko Majosindo ditunjuk sebagai pimpinan usaha pengolahan hasil perikanan Maju Bersama.
Lele adalah sejenis ikan air tawar yang mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dan setara dengan belut, dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya. Keunggulan ini semakin menambah keyakinan hasil produksi kelompok Maju Bersama ini bisa diterima oleh masyarakat.
"Lewat perjuangan yang gigih hasil produksi semakin meningkat. Sekarang ini rata-rata produksi ikan asap Maju Bersama 1 s/d 1,5 ton setiap bulanya dan membutuhkan ikan lele segar 4-6 ton. " Ucap Hendra triwarman Pimpinan dari perusahaan ini
"Hasil produksi tersebut saat ini diserap oleh pasar tradisional-tradisional di daerah Sumatera Barat dan Riau sebagian kecil." Tutur Hendra menjelaskan saat di konfirmasi Di Mungka 15 juli 2018.
Rumah adat adalah rumah tradisional Minangkabau, Pasukaan Jambak, Nagari Mungka, Kab.Limapuluh Kota,Sumbar. Rumah yang sudah jarang kita temui di daerah Minangkabau. Rumah yang sangat dipertahankan oleh pasukuan Majosindo. Semangat Majosindo inilah yang ingin kami tranfer pada usaha Pengolahan hasil perikanan Maju Bersama.
Bentuk Komitmen Majosindo terhadap kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Merk yang didominasi warna biru adalah warna laut. Warna air yang kita pandang menimbulkan kenyamanan pada jiwa orang-orang yang melihatnya. Air yang memberikan kehidupan untuk semua makhluk di bumi. Membawa berkah dan kesejahteraan untuk kita semua. Terutama untuk pelaku usaha yang tergabung dalam Kelompok Maju Bersama. Semoga Allah memberkahi kita semua. Amin.


Berita Lainnya
Kendaraan Roda 4 di Matim Terperosok ke Jurang
PT KPI RU Dumai Gelar Pelatihan Pakan Ternak Alternatif Dari Limbah Sorgum
RC Badak: Sampai Saat Ini Pemerintah Daerah Belum Ada Kepedulian
Anggota DPRD Banten, Sugianto: Pelayanan Publik Harus Memuaskan
Sekwan DPRD Riau Gunakan Hak Jawab, Muflihun: Emang Benar Jumlah Tenaga Kebersihan 61 Orang
Dugaan Pungutan Berkedok Sumbangan di SDN 003 Bukit Kapur, Bebankan Para Orangtua atau Wali Murid
Sukmawati Dituding Menista Agama, Ini Kisah Sukarno Agungkan Nabi Muhammad
Raja Salman Keluarkan Dekrit Pembukaan Kembali Pelataran Tawaf Masjidil Haram
Babinsa Koramil 05/Cepiring Kodim 0715/Kendal Bantu Pengecoran Masjid
Polda Riau Kembali Gelar Jumat Curhat Bersama Masyarakat
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa 39 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 2022
Polres Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil Jadi Sarana Edukasi Masyarakat