• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News
  • Dumai

Laka Kerja Di PT Ivo Mas Tunggal Tinggalkan Duka Mendalam, Ismunandar : Dugaan Kelalaian Atau Kesengajaan

PantauNews

Sabtu, 18 April 2026 11:27:09 WIB
Cetak
Ismunandar Ketua Umum Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (Fap Tekal)

PANTAUNEWS, DUMAI - Ismunandar Ketua Umum Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (Fap Tekal) Dumai angkat bicara dengan nada keras menyikapi kronologis kejadian yang telah disampaikan langsung oleh orang tua korban PA (inisial) terkait Kecelakaan Kerja (Laka Kerja) yang dialami oleh anaknya di area KCP PT Ivo Mas Tunggal. 

Peristiwa tragis yang terjadi pada 05 Maret 2026 itu bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga memunculkan dugaan serius atas unsur kelalaian hingga potensi unsur kesengajaan di balik insiden yang merenggut tangan kiri seorang pekerja muda akibat tergilas belting konveyor. 

Mengacu pada kronologi yang beredar, korban mengalami kecelakaan saat mesin dalam kondisi awal tidak beroperasi. Namun secara tiba-tiba, mesin justru diaktifkan di tengah aktivitas kerja tanpa koordinasi yang jelas. Kondisi ini dinilai sebagai kejanggalan serius yang tidak bisa dianggap sepele. 

Ismunandar dengan tegas menyatakan bahwa kejadian ini telah melewati batas kewajaran sebuah kecelakaan kerja. 

"Ini bukan lagi sekadar lalai, ini sudah masuk kategori dugaan kelalaian fatal yang berpotensi mengarah pada unsur kesengajaan. Tidak masuk akal mesin bisa hidup saat pekerja masih berada di dalam area berbahaya,” tegasnya Ismunandar. Sabtu, (18/04/2026). 

Ia juga menyoroti absennya pengawasan di lokasi kejadian, termasuk keberadaan leader dari pihak PT IMT yang disebut meninggalkan area kerja tepat sebelum insiden terjadi. 

“Kalau benar leader meninggalkan lokasi, ini pelanggaran serius. Lalu siapa yang bertanggung jawab saat mesin dihidupkan?. Ini bukan hanya soal prosedur, ini soal nyawa manusia,” lanjutnya dengan nada tinggi. 

Di sisi lain, fakta lain yang tak kalah mencengangkan ikut mencuat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui bahwa saat insiden terjadi, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan korban diduga belum aktif karena belum dibayarkan oleh pihak perusahaan. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya pengabaian terhadap hak dasar pekerja. 

“Ini sangat fatal. Ketika pekerja mengalami kecelakaan, justru dalam kondisi tidak terlindungi. Ini bukan hanya kelalaian administratif, tapi bentuk nyata pengabaian terhadap keselamatan dan masa depan pekerja,” kecam Ismunandar. 

Ketum Fap Tekal bahkan menilai, rentetan fakta yang muncul justru semakin menguatkan dugaan adanya sistem kerja yang amburadul, bahkan berpotensi mengorbankan keselamatan pekerja. 

“Kami mencium ada yang tidak beres. Ini bukan sekadar kecelakaan kerja biasa. Ada indikasi kuat bahwa sistem keselamatan tidak berjalan, atau lebih parahnya lagi, ada pembiaran yang berujung pada tragedi,” tegasnya. 

Lebih jauh, sikap bungkam pihak PT IMT yang hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi juga dinilai memperkeruh keadaan dan memicu kecurigaan publik. 

“Diamnya perusahaan justru memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi. Kalau memang tidak ada yang salah, kenapa harus bungkam? Ini yang membuat publik semakin curiga,” ujarnya. 

FAP-Tekal memastikan tidak akan tinggal diam dan akan membawa persoalan ini ke jalur hukum dengan melaporkannya secara resmi ke Polres Dumai. 

“Kami akan melaporkan secara resmi kasus ini ke Polres Dumai. Ini harus diusut tuntas, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Jika ada unsur kelalaian atau kesengajaan, maka harus ada pertanggungjawaban hukum,” tegas Ismunandar. 

Sementara itu, publik kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum dan Wasnaker Provinsi Riau untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden ini. Tanpa transparansi dan tindakan nyata, bukan tidak mungkin kepercayaan terhadap keselamatan kerja di lingkungan industri akan semakin runtuh.***


 Editor : Dedi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

BMKG menjelaskan Indonesia berpotensi bencana Gempa dan Tsunami

"Selamat Jalan Mas Pri"

Pemprov NTT Dorong KTMM Labuan Bajo Jadi Koperasi Berbasis Digital

Kerap Mencuri, Ayah Kandung Bunuh Anak dan Lukai Istrinya

Siapa Pemilik Cek Rp 35,9 M yang Ditemukan Cleaning Service Bandara Soetta?

AWDI dan MCI Telusuri Kasus Sengketa Informasi Publik

Satgas Pangan Polri Keluarkan Surat Edaran Pembatasan Penjualan Pangan

Pembelajaran Tatap Muka di Kota Tangerang Akan Dimulai Juli 2021

Wako Paisal Serukan Yasinan dan Doa Bersama Selama Masa Tenang

Lagi-lagi 'KNPI Riau Peduli Sesama' Salurkan Santunan, Kali ini Digelar di Kecamatan Medang Kampai

Akhirnya Susi Pudjiastuti Buka Suara Soal Natuna

Kerjasama Toyota dan Daihatsu Makin Mantap

Terkini +INDEKS

Laka Kerja Di PT Ivo Mas Tunggal Tinggalkan Duka Mendalam, Ismunandar : Dugaan Kelalaian Atau Kesengajaan

18 April 2026
Kelompok Nelayan Binaan CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Konsisten Panen Ikan Nila Salin, Wujud Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Pesisir
18 April 2026
Reses Anggota DPRD Rohil Fraksi PDI-Perjuangan Devi Paranita Serap Aspirasi Masyarakat RT 22
18 April 2026
Dharma Wanita Persatuan Sekretariat DPRD Rohil Gelar Pertemuan Rutin dan Peringatan Hari Kartini
16 April 2026
Goro Bersama Rutin Kelurahan Bagan Barat Kali Ini Diwilayah Lingkungan RT 013 dan RT 11
16 April 2026
Mesin Menyala Saat Pekerja Masih di Area PT IMT : Kelalaian Fatal yang Disembunyikan
16 April 2026
Lemahnya Pengawasan, Bagian Kursi Ditaman DIC Disikat Maling, Diduga dijual sebagai Besi Tua
15 April 2026
4 Alat Berat Rusak, Pengelolaan Sampah Kurang Maksimal, Kadis LH Suwandi Minta Maaf ke Masyarakat
15 April 2026
Delapan Paket Sabu Berhasil Disita Satres Narkoba Dari Tangan Dua Pelaku
15 April 2026
Pertamina Patra Niaga RU II Area Pangkalan Brandan Perkuat Kolaborasi dengan Komunitas Olahraga Lewat Edu Wisata dan Exhibition Badminton
15 April 2026

Terpopuler +INDEKS

FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses

Dibaca : 1070 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 668 Kali
Erwin Sitompul Disambut Hangat PLT Gubernur Riau dalam Open House Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Dibaca : 878 Kali
Diduga Abai Keselamatan, Jalur Licin Ramayana Dumai Kembali Makan Korban
Dibaca : 267 Kali
Apical Wujudkan Kebersamaan Lewat Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Duma
Dibaca : 502 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved