• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Opini

Ada Grand Design Asing Untuk Adu Domba, Dibalik Pelarangan Ibadah Natal Oleh Kelompok Intoleran

PantauNews

Rabu, 28 Desember 2022 09:42:14 WIB
Cetak

PANTAUNEWS.CO.ID, JAKARTA - Pemahaman kita sebagai Bangsa Indonesia tentang Boleh tidaknya Mengucapkan Natal bagi yang beragama lain, khususnya umat Muslim kepada saudara kita umat Nasrani  mungkin sudah selesai dan sepakat Boleh ,
asal tidak merubah Aqidah.

Hal ini tentunya dalam rangka Habluminanas untuk ikut membahagiakan saudara-saudara kita satu lingkungan sebagai sesama Umat dan sebagai  sesama warga Negara indonesia, sebagaimana disampaikan salah satu Ahli Tafsir Kitab Al Quran dan Hadist Internasional  Prof Dr Kh Qurais Shihab.

Tapi bagaimana dengan pemahaman anggota masyarakat muslim yang lain?

Tentunya belum semua sepakat dan seirama, masih banyak yang ragu dan rancu,  terutama dari kelompok-kelompok Islam garis Keras yang cenderung Intoleran bahkan ada yang bersikap Radikal Mengharamkannya, karena menganggap dengan mengucapkan Natal katanya sama dengan mengakui Nabi Isa Al Masih sebagai anak Allah yang sudah tentu sangat ditentang oleh faham Islam radikal.

 

Padahal jika hanya  menyampaikan ucapan selamat saja, untuk ikut membahagiakan mereka, tidak berarti meyakini aqidah agama lain, sama halnya ketika kita mengucapkan selamat hari  kemerdekaan kepada Negara Komunis atau Negara liberal kan tidak berarti kita jadi seorang komunis atau liberal, demikian juga ketika kita mengucapkan hari Nyepi kpd umat Hindu atau Imlek kpd Umat Khonghucu tidak berarti kita jadi hindu dan Konghucu,  sehingga tidak harus ditarik sejauh itu Pemahamannya.

Seperti halnya yang disampaikan dengan jelas oleh Prof DR Shihab, semua itu dilakukan hanya sekedar untuk Habluminanas, untuk menjaga hubungan baik antar sesama dan  menghargai ajarannya masing-masing.

Namun situasi itu, memang sengaja dibuat sedemikian rupa,  terutama oleh anasir-anasir asing yang meminjam tangan kelompok-kelompok Islam garis Keras, untuk bisa terus mengadu domba antar umat beragama, khususnya Islam X Kristen yang ada di Indonesia, karena kristen merupakan  agama terbesar ke 2 di Indonesia setelah Islam.

Demikian halnya jika agama Hindu yang terbesar ke 2, pasti  benturannya akan lebih besar dengan Hindu, seperti yang terjadi di perbatasan India, Suku Tamil dan lain-lainnya. Karena biasanya pola mereka akan membenturkan comunitas terbesar dengan comunitas lain yang dianggap competiternya yang juga besar dan militan, sehingga ketika mengucapkan Hari Nyepi atau Imlek benturannya tidak sebesar Natal.

Demikian juga kalau menyangkut suku khususnya di Pulau jawa,  Sunda X Jawa akan selalu di benturkan karena sunda merupakan suku terbesar ke 2 setelah Jawa.

Jika di Kalimantan sudah sering terjadi Dayak X Madura, di Sumatera pernah terjadi Melayu X Bali dan lain-lainnya
dan yg paling Seksi  benturannya, tentu saja yang menyangkut agama & keyakinan.

Perlu untuk diketahui, Polemik atau pro dan kontra pengucapan Natal ini, hanya terjadi di Indonesia.
Di negara lain  baik di Afrika, Asia bahkan di Timur tengah sendiri hampir tidak ada kecuali di Palestine tapi itu bukan menyangkut aqidah tapi menyangkut perebutan Wilayah yang dikaitkan dengan Isue Agama.

Kalau masalah pengucapan Natal ini, ada juga di Asia tenggara, tapi itupun relatif sangat kecil sekali gelombang pusarannya, Namun lain sekali dengan yang terjadi di Indonesia, pusaran anginnya tersebut kontinu & besar sekali, dan senantiasa muncul  setiap tahun di setiap Natal & Tahun baru seperti sebuah issue peliharaan yang memang sengaja harus dimunculkan.

Seperti dulu di tahun 2016 muncul  di Bandung, dan baru-baru ini tahun 2022 Muncul di Lebak Banten,  bahkan jika dilihat lagi rekam jejak kebelakang banyak sekali muncul yang lebih dari itu, yakni sikap-sikap  Intoleran yang sudah mengarah pada sikap-sikap  radikal sampai kepada aksi terorisme, yang jelas-jelas diarahkan agar terjadi  Sentimen agama yang ekstrim, seperti pelarangan ibadah Natal, saat ibadah gereja digeruduk, gereja diserang dilempari, sampai kepada aksi terorisme pengrusakan dan Pemboman gereja itu sendiri (seperti kejadian di Malang Jatim, di Sulawesi, Poso, Maluku, dan lainnya).

Kita  bisa melihat pola-pola  aksi tersebut, dan sudah banyak diungkap oleh Tim Densus 88 Polri,  bahwa terbukti adanya campur tangan asing dan jaringan  Internasional didalam gerakan aksi-aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi di negara kita tersebut seperti keterlibatan : ISIS, Hizbul Tahrir, Jamaah Islamiah, Ikhwanul Muslimin, Taliban, Mujahidin, dan lainnya.

Ternyata markas besarnya ada di Eropa/ Inggris. Jika gerakan yang mengatas namakan Islam secara murni seyogianya markasnya harus ada di  negara Islam itu sendiri, tapi ini justru  berada di negara lain diluar mayoritas Muslim, disini kita harus bisa berpikir cerdas, Artinya semua ini  murni bukan gerakan Agama, tapi merupakan gerakan Politik, ikut campurnya Grand design Asing yang meminjam tangan Agama,  berkedok & berjubah Agama, sebagai issue yang memang paling seksi di negara yang dikenal sebagai penganut muslim terbesar di dunia, yang memang tidak menginginkan Negara Indonesia yang maha kaya raya ini maju & modern?

TERKAIT
  • Pengambilan Gelombang ke 2 Non DTKS di Kelurahan Sukajadi
  • PT IBP Abaikan Keluhan Warga Ring 1 Terkait Dugaan Pencemaran Lingkungan
  • Dumai Masuki Normal Baru, Pedagang TBG Tetap Belum Bisa Jualan

 


Ingat indonesia jadi negara terjajah bukan karena kekuatan senjata yang hebat dari para kolonialisme, tapi terlebih karena keberhasilan Politik Adu Domba Devide et Impera dari fihak mereka yang ingin menguasai Sumber daya alam yg ada Di tanah air kita.
 
Konsep tersebut sampai saat ini masih sangat efektif mereka gunakan, dalam setiap waktu, setiap objek, dan disetiap kesempatan apapun, yang akan dijadikan moment untuk terus memecah belah dan memporak porandakan Negara kita tercinta Indonesia, agar aset-aset penting negara kita bisa dikuasai mereka, melalui Kelompok-kelompok  binaannya yang sudah ditanam di Negara kita sejak lama.

Hal ini bisa dibuktikan saat kejatuhan Orba bung Karno maupun Orla pak Harto karena mereka-mereka semua dianggap sudah tidak sejalan dengan kepentingan-kepentingannya, maka dari itu kepada saudaraku tercinta agar  menyadari semua yang terjadi ini dan betul-betul menjadi catatan untuk lebih mewaspadainya, jangan sampai kita semua terjebak dengan siasat busuk asing, yang senantiasa terus mengadu domba sesama anak Bangsa,
Jangan sampai juga, dan yang terparah, jangan sampai kita malah menjadi salah satu bagian pelaku dari skenario  besar mereka buat, karena jika kita lemah dan terpecah, maka dengan leluasa mereka akan menguras seluruh  sumber daya alam kita sbgmana yang sudah terjadi di Lybia, Suriah, Yaman , Iraq , Afganistan dan lainnya

Maka demi menjaga keutuhan NKRI, hilangkan segala bentuk kepentingan, baik politik, iedologi, sosial, ekonomi,  budaya dll terutama yang menyangkut masalah Agama & Kepercayaan, yang merupakan hal paling sensitip yang bisa diledakan setiap saat.

Maka dari itu tidak bosan-bosannya kita saling mengingatkan hal yang sebetulnya sudah sangat basi ini, agar
Kita semua harus tetap bergandeng tangan, bila tidak ingin Indonesia ini hancur terkotak-kotak karena  beribu-ribu kepentingan yg berlainan, baik Internal terutama external (asing). Jangan sampai Bhineka tunggal ika  ini hanya sebagai sebuah slogan kosong belaka, berbeda-beda, tapi kita harus tetap Satu.

Jangan malah selalu jadi ajang empuk adu domba devide et impera asing, mulai dari hal yang sepele pengucapan Natal sampai kpd Pelarangan beribadah & mendirikikan rumah ibadah bagi agama-agama yang dianggap Minoritas. (*)


Oleh : Irjen Pol (P) DR H Anton Charliyan MPKN.
(Ketua Dewan Pembina DPP PJS)


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Reza Fahlepi Lagi Sedang Membangun Framing dan Takkan Mungkin Melawan 'Sang Matahari'

Fenomena || Berorganisasi

MERANTAU

Hajatan Rakernas I PJS di Kota Sriwijaya Palembang

Tantangan Pendidikan Filsafat dan Perlunya Polisi Berkarakter

Peran Manajemen Pemasaran dalam Perspektif Teamwork

Bupati Rohil Audiensi dengan Rektor Universitas Riau Bahas Kerjasama Program Beasiswa

"Pasar dalam Kehidupan Masyarakat"

Ransom Ware, Siapa Berani Lawan?

NU.. The Real Power of Civil Sociaty

Gerakan Literasi Sekolah

Pengamat Sebut UU Cipta Kerja Jamin Kepastian Hukum Bagi Tenaga Kerja

Terkini +INDEKS

Mandek Dua Tahun, FAP-Tekal Bongkar Dugaan Penghambatan Hukum Kasus Tenaga Kerja

27 Januari 2026
Polres Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
27 Januari 2026
Polres Rohil Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Amankan 3,98 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five
26 Januari 2026
Perkuat Sinergi Polri dan Komunitas Pelari, Polres Rohil Gelar Green Policing Running Club,
25 Januari 2026
Polres Dumai Laksanakan Pengamanan Konser Kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina di Kota Dumai.
24 Januari 2026
Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan
21 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi Pers dan BUMN, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pelindo Regional I
21 Januari 2026
Polres Rohil Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Fakta Integritas Pagu Anggaran 2026
21 Januari 2026
Polres Rohil Laksanakan Giat Analisa dan Evaluasi Bhabinkamtibmas Serta Arahan
20 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi dengan Imigrasi, Dorong Transparansi dan Pelayanan Publik Berkualitas
19 Januari 2026

Terpopuler +INDEKS

Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan

Dibaca : 1257 Kali
Polsek Bukit Kapur Bongkar Aksi Pencurian Kabel PJU di Akses Gerbang Tol Dumai, Sejumlah Pelaku Diburu
Dibaca : 266 Kali
Persatuan Baraya Sunda Tampilkan Tarian Memukau di Penutupan Dufest Idaman 2025
Dibaca : 393 Kali
Warga NU Pelalawan Dan Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Sumatera
Dibaca : 316 Kali
PWMOI Dumai: DUFEST 2025 Bukan Sekadar Festival, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat
Dibaca : 265 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved