Mitigasi Kebakaran Tangki Akibat Kondisi Alam, PT KPI RU II Pasang Lightning Protection System
PANTAUNEWS.CO.ID, DUMAI - Sebagai langkah mitigasi kebakaran tangki akibat kondisi alam khususnya sambaran petir, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) Dumai pasang Lightning Protection System di 30 titik di area kilang Dumai dan Sungai Pakning.
Penangkal petir atau Lightning Protection System (LPS) adalah suatu alat atau sistem rangkaian yang berfungsi untuk menangkap sambaran petir dan kemudian mengalirkan energi listrik dari sambaran petir tersebut ke Bumi.
Pekerjaan instalasi LPS ini merupakan salah satu rencana kerja utama PT KPI RU Dumai untuk peningkatan aspek safety dan pelaksanaan program Accelerated Preventive Response (APR) serta sebagai langkah tindak lanjut lesson learn dari kejadian di RU Cilacap dan RU Balongan.
Dalam laporannya, Manager Maintenance Execution, Ronald Pasaribu, mengatakan bahwa pekerjaan instalasi LPS ini sudah dimulai sejak 21 Maret 2022 lalu di 30 titik, yaitu 27 titik di area kilang Dumai dan 3 titik di area kilang Sei Pakning.
"Ketinggian tiang LPS adalah 36 meter dan 40 meter dengan sebaran titik instalasi pada area tank farm dan area proses, sesuai dengan koordinat pada assessment LAPI-ITB," ujar Ronald Pasaribu
Ronald Pasaribu melanjutkan bahwa pekerjaan instalasi LPS dengan risiko ketinggian ini dapat berlangsung dengan zero accident berkat sinergi dan ketaatan aspek safety antara kontraktor pelaksana, direksi pengawas, serta fungsi lain di internal RU Dumai yang terkait.
Dirinya memaparkan bahwa pekerjaan ini secara design dan quality telah memenuhi design dan quality acceptance dari Prof. Zoro selaku Tenaga Ahli Petir Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan commissioning yang dilaksanakan langsung oleh Prof Zoro dan team yang menyatakan "Accepted".
Seremonial selesainya pemasangan 30 titik LPS ditandai dengan pembunyian sirine oleh Pjs. General Manager RU II, Khabibullah Khanafie, pada Jumat (26/08) di Campo Blending-Oil Movement. Hadir pula pada kesempatan tersebut jajaran tim manajemen PT KPI RU Dumai, Prof. Reynaldo Zoro selaku pakar petir Indonesia, serta VP Operation & Maintenance PT PBAS, Chudori.
Disamping itu sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pekerjaan tersebut, PT KPI RU Dumai secara simbolis memberikan santunan kepada Panti Asuhan Anak Yatim Piatu dan juga kepada perwakilan mitra kerja serta pekerja kontraktor yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Khabibullah Khanafie mengapresiasi gerak cepat dan upaya sigap semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian pekerjaan pemasangan LPS pada titik koordinat yang telah ditentukan sesuai dengan Laporan Assessment Proteksi Petir oleh LAPI-ITB.
"Apresiasi kami sampaikan untuk Maintenance Execution sebagai pengawas dan PT PBAS sebagai kontraktor pelaksana atas kerja aman-nya (on safety). Apresiasi juga disampaikan atas penyelesaian pekerjaan yang sesuai standar (on quality), serta kepada semua fungsi internal PT KPI RU Dumai yang terlibat dalam pembangunan 30 tower LPS ini dari awal inisiasi pekerjaan hingga pekerjaan ini selesai," ujar Khabibullah Khanafie.
"Semoga dengan pembangunan LPS ini, PT KPI RU Dumai dan Sei Pakning semakin andal dan bisa menjadi garda terdepan untuk kemandirian enegi nasional serta meningkatkan daya saing global," tutupnya.


Berita Lainnya
Babinsa Koramil 06/Sungai Apit Ajak Warga Jaga Lahan dan Larang Karhutla
Jabatan Waka II DPRD Inhu Diganti, Ini Kata Ketua DPC Gerindra Inhu Agus Rianto
Terkat Dugaan Korupsi BUMDes Berkah Mandiri, Ini Tanggapan YLBHI Batas Indragiri
Bupati Alfedri Ingatkan Masyarakat Siak Tetap Laksanakan Protokol Kesehatan
Kapitra Ampera: Bubarkan Saja Forkom DPR RI Dapil Riau!
RT 06 Kelurahan Kampung Baru Doa Bersama di Masjid Baiturohim
Pemprov Riau Bakal Buka Rekrutmen Tenaga Medis
Wabup Rohul Ingatkan Agar Jadikan Alquran Sebagai Pedoman Hidup
Bupati Rohil Pantau Perekaman e-KTP di Tanjung Medan
Dapat Tambahan Bantuan BST Dari Kemensos
Ayah Biadab Cabuli Anak Tiri Hingga Bertahun Lamanya
Kuat Dugaan Pemodal dan Oknum Aparat di Inhu Main Mata Terkait Tambang Emas Ilegal dan Berjalan Massive